14:30 . Kondisi Terkini Longsor Jembatan Glendeng   |   14:00 . Sedikit Demi Sedikit Omzet Asinan Salak Merangkak Naik   |   13:30 . Update Testing di Indonesia   |   13:00 . Selama Pandemi, Ribuan Istri Gugat Suami, Ini Penyebabnya   |   12:00 . Kebab Rp5 Ribuan Enaknya Bikin Ketagihan   |   11:00 . Guyangan Park, Pelosok Kota Migas dengan Alam Mempesona   |   10:00 . Bright Gas Hadir di Dapur Umum Dinsos Lumajang   |   09:00 . Beredarnya Program Stimulus Tarif Tenaga Listrik di Masa Pandemi, ini Kata PLN Bojonegoro   |   08:00 . Covid-19 Berbahaya, Pencegahan dengan Vaksin dan 3M   |   07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |   06:30 . Angka Penambahan Kasus Positif Covid-19 Tembus 8.000   |   06:00 . Kembali Longsor, Jembatan Glendeng Ditutup Total   |   05:00 . 7 Pasien Sembuh, 7 Tambahan Kasus di Bojonegoro   |   04:00 . Angin Kencang, 3 Pohon Tumbang   |   00:00 . Jembatan Ambruk Diterjang Banjir   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 26 March 2019 10:00

Sejak Banjir, Penjualan Jaring Meningkat

Sejak Banjir, Penjualan Jaring Meningkat

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Debit air Bengawan Solo yang sempat naik beberapa waktu yang lalu, dan menyebabkan banjir di berbagai wilayah yang ada di Bojonegoro, rupanya dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk mencari ikan.

Hal tersebut bisa terlihat di sejumlah pedagang jaring jenis pijer, yang mengaku mengalami peningkatan dalam penjualan pasca banjir lalu hingga sekarang.

"Penjualan meningkat, banyak masyarakat yang mencari pijer di pasar," kata Likah, salah satu penjual di pasar Kota Bojonegoro, Selasa (26/3/2019).

Ditambahkan oleh Likah, ada dua jenis macam pijer yang dijual di tokonya. Yakni dengan ukuran 23 meter dijualnya dengan harga Rp30.000, sedangkan yang berukuran 46 Meter dipatok dengan harga Rp60.000 .


"Tak tanggung-tanggung, para pembeli lebih tertarik yang berukuran 46 meter untuk bekal menangkap ikan air," pungkasnya.

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh penjual pijer lain, Suud. Dikatakan memang sejak dulu kalau musim hujan tiba, masyakat selalu memburu peralatan untuk mencari ikan, dan kebanyakan dari membeli pijer adalah warga yang rumahnya pinggir bantaran sungai Bengawan Solo.

"Alhamdulillah penjualan di musim ini meningkat dua kali lipat dari hari-hari biasanya," ungkapnya kepada blokBojonegoro. [lin/ito]

Tag : banjir, bengawan, jaring, pijer


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat