20:58 . Keplas SKK Migas Jabanusa Buka Lokakarya Media   |   20:00 . Sukur: Saya Hanya Sampaikan Keluhan Saksi   |   19:00 . Adu Argumen dan Tegang di PPK Kota   |   18:00 . Sempat Berhenti, Rekap di PPK Kota Berlanjut   |   17:00 . Ha..! Rekapitulasi Suara Di PPK Kota Dihentikan   |   16:00 . Penuhi Target APBN, EMCL Fokus Optimalkan Sumur Produksi   |   15:00 . UKW PWI ke 26 Ditunda, ini Sebabnya...   |   14:00 . Lapor Lebih dari 7 Hari, Bawaslu Anggap Hangus   |   13:00 . Ditanya Prediksi Perolehan Kursi, Ini Jawaban Petinggi Partai   |   12:00 . Rekapitulasi Suara Kecamatan Kepohbaru Pindah Lokasi   |   11:00 . Pengangguran di Bojonegoro Capai 23.818 Lebih   |   10:00 . Lagi, Puluhan Kader Gayam Belajar Public Speaking   |   09:00 . 35 Wartawan Ikuti Lokakarya SKK Migas dan KKKS   |   08:00 . Dua Kecamatan Ini Selesai Rekapitulasi Perhitungan Suara   |   06:00 . 17.765 Pelajar SMP di Bojonegoro Ikuti UNBK   |  
Mon, 22 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 26 March 2019 10:00

Sejak Banjir, Penjualan Jaring Meningkat

Sejak Banjir, Penjualan Jaring Meningkat

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Debit air Bengawan Solo yang sempat naik beberapa waktu yang lalu, dan menyebabkan banjir di berbagai wilayah yang ada di Bojonegoro, rupanya dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk mencari ikan.

Hal tersebut bisa terlihat di sejumlah pedagang jaring jenis pijer, yang mengaku mengalami peningkatan dalam penjualan pasca banjir lalu hingga sekarang.

"Penjualan meningkat, banyak masyarakat yang mencari pijer di pasar," kata Likah, salah satu penjual di pasar Kota Bojonegoro, Selasa (26/3/2019).

Ditambahkan oleh Likah, ada dua jenis macam pijer yang dijual di tokonya. Yakni dengan ukuran 23 meter dijualnya dengan harga Rp30.000, sedangkan yang berukuran 46 Meter dipatok dengan harga Rp60.000 .


"Tak tanggung-tanggung, para pembeli lebih tertarik yang berukuran 46 meter untuk bekal menangkap ikan air," pungkasnya.

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh penjual pijer lain, Suud. Dikatakan memang sejak dulu kalau musim hujan tiba, masyakat selalu memburu peralatan untuk mencari ikan, dan kebanyakan dari membeli pijer adalah warga yang rumahnya pinggir bantaran sungai Bengawan Solo.

"Alhamdulillah penjualan di musim ini meningkat dua kali lipat dari hari-hari biasanya," ungkapnya kepada blokBojonegoro. [lin/ito]

Tag : banjir, bengawan, jaring, pijer

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more