20:58 . Keplas SKK Migas Jabanusa Buka Lokakarya Media   |   20:00 . Sukur: Saya Hanya Sampaikan Keluhan Saksi   |   19:00 . Adu Argumen dan Tegang di PPK Kota   |   18:00 . Sempat Berhenti, Rekap di PPK Kota Berlanjut   |   17:00 . Ha..! Rekapitulasi Suara Di PPK Kota Dihentikan   |   16:00 . Penuhi Target APBN, EMCL Fokus Optimalkan Sumur Produksi   |   15:00 . UKW PWI ke 26 Ditunda, ini Sebabnya...   |   14:00 . Lapor Lebih dari 7 Hari, Bawaslu Anggap Hangus   |   13:00 . Ditanya Prediksi Perolehan Kursi, Ini Jawaban Petinggi Partai   |   12:00 . Rekapitulasi Suara Kecamatan Kepohbaru Pindah Lokasi   |   11:00 . Pengangguran di Bojonegoro Capai 23.818 Lebih   |   10:00 . Lagi, Puluhan Kader Gayam Belajar Public Speaking   |   09:00 . 35 Wartawan Ikuti Lokakarya SKK Migas dan KKKS   |   08:00 . Dua Kecamatan Ini Selesai Rekapitulasi Perhitungan Suara   |   06:00 . 17.765 Pelajar SMP di Bojonegoro Ikuti UNBK   |  
Mon, 22 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 28 March 2019 21:00

Buku Festival Bengawan Dilaunching 1 April

Buku Festival Bengawan Dilaunching 1 April

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Rencananya, buku Festival Bengawan 2018 tentang rawat ruwat bengawan sebagai tanda untuk mengkampanyekan pentingnya menjaga kelestarian sungai Bengawan Solo, akan segera dilaunching. Tepatnya Senin (1/4/2019).

Acara berlangsung di Taman Rajekwesi dengan berbagai suguhan yang dikemas Wedangan Budaya. Selain launching buku, juga terdapat keroncongan pelajar dan baca puisi.

"Buku itu seputar Bengawan Solo, sebagai sumber kehidupan dengan laku tidak membuang sampah ke sungai," kata penggagas acara, Didik Wahyudi.

Diterangkan, perilaku tidak buang sampah ke sungai ini perlu diperdengarkan dan ditularkan terus menerus agar menjadi kebiasaan, dan menjadi budaya malu jika buang sampah ke sungai.

"Selain itu juga sebagai dokumentasi dan promosi event tahunan yang rutin digelar dengan kehadiran ribuan warga lewat berbagai kegiatan," tambahnya.

Event besar Festival Bengawan ini penting didokumentasikan dalam bentuk karya dan isi buku seluruhnya adalah karya selama event festival bengawan berlangsung.

Panitia berharap event tersebut menjadi lebih besar lagi dengan melibatkan seluruh warga sepanjang Bengawan Solo dari hulu hingga hilir, hingga menjadikan gerakan kesadaran bersama menjaga bengawan dengan cinta yang penuh. Ini tugas berat bagi semua pihak tapi jika dilakukan dengan rasa cinta bersama menjadi sangat mungkin.

Dimulai dari hal sederhana dan kecil lalu menyebar menjadi gerakan bersama seluruh warga bantaran. Selalu ada kemungkinan-kemungkinan baik di masa mendatang jika dilakukan dengan penuh kesadaran bersama, tapi juga sebaliknya jika mengabaikan.

"Jika tidak sekarang kapan lagi kita menjaga bengawan solo sebagai titipan anak cucu kelak," pungkasnya. [ito/lis]

Tag : buku, bengawan, solo, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more