16:00 . Kebijakan Mendikbud Soal Sekolah Tatap Muka   |   15:00 . Update Pembangunan Jalan Rigid Beton   |   14:00 . Persiapan Kejuaraan di Jakarta Secara Virtual,10 Atlet Karate Intensifkan Latihan   |   13:00 . Pandemi, Peserta Bimbingan Kawin Dibatasi Hanya 8 Pasang   |   12:00 . Akhir Pekan, Harga Emas Turun Rp10.000   |   11:00 . Jawa Timur Bermasker   |   10:00 . Samsul Arif Berharap Persibo Bisa Naik Kasta   |   09:00 . Disdik Gowes Sambil Sambang Sekolah   |   08:00 . Usai Naik, Harga Daging Ayam Potong Turun Kembali   |   07:00 . 5 Tes Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Menikah   |   16:00 . Hingga Kini Baru Ada 11 Jemaah Ajukan Pengajuan BPIH   |   15:00 . New Normal, Jasa Rias Pengantin Mulai Bergairah   |   14:00 . Asyiknya Mancing di Kolam Ikan MCM   |   13:00 . Kalianyar Mumbul Kedatangan Anggota DPR RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan   |   12:00 . Pandemi, Pendapatan Pajak 3 Sektor Ini di Bawah 10 persen   |  
Sat, 08 August 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 28 March 2019 07:00

Hampir 70 persen Perempuan Indonesia Tak Pede Sebut Dirinya Cantik

Hampir 70 persen Perempuan Indonesia Tak Pede Sebut Dirinya Cantik

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Saat ini definisi cantik yang berlaku di masyarakat kita seringkali terbatas pada kondisi fisik atau paras tertentu. Istilah cantik, acapkali diasosiasikan dengan seorang perempuan bertubuh langsing, berkulit putih dengan rambut yang lebat dan panjang terurai.

Ironisnya, standar kecantikan tersebut diciptakan oleh masyarakat sendiri yang akhirnya membuat perempuan yang tidak memenuhi 'standar' tersebut sulit menerima diri apa adanya, sehingga sulit mencintai dirinya sendiri.

Bahkan berdasarkan riset yang dilakukan Sariayu Martha Tilaar pada penggunanya, hampir 70 persen perempuan Indonesia mengaku tidak percaya diri menyebut dirinya cantik. Hal ini terjadi akibat banyaknya ketakutan yang dihadapi perempuan Indonesia, seperti merasa tidak cantik karena ucapan atau komentar orang lain, hingga merasa kondisi fisiknya saat ini tidak sesuai standar kecantikan yang umum berlaku di masyarakat.

"Melihat adanya tuntutan dari segala bentuk kesempurnaan yang ditujukkan kepada para perempuan, misalnya melalui sosial media, saat ini untuk menjadi sosok yang sempurna dan sesuai dengan standar kecantikan masyarakat, membuat perempuan yang dinilai tidak sesuai dengan standar tersebut sulit untuk mencintai dirinya sendiri, bahkan merasa dirinya tidak berarti," ujar Wulan Tilaar, Vice Chairwoman Martha Tilaar Group di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Rabu (27/3).

"Padahal kata cantik itu lebih dari perkara paras semata. Cantik bisa datang dari dalam diri dan berbagai macam bentuk. Misalnya, melalui bagaimana kita sebagai perempuan dapat bersikap dan memberi dampak positif bagi lingkungan kita," tambahnya.

Merespons fenomena tersebut, brand yang telah berkecimpung selama 40 tahun di dunia kecantikan Tanah Air ini melalui kampanye terbarunya #FearlessBeauty mengajak semua perempuan Indonesia untuk selalu bangga menjadi cantik sesuai dirinya sediri, lengkap dengan segala keunikan yang mereka miliki.

"Melalui kampanye Fearless Beauty ini kami mengajak semua perempuan Indonesia untuk mengakui kecantikannya dan berani mengekspresikan diri mereka dan didukung oleh berbagai produk Sariayu yang 100 persen halal dan aman," imbuh Wulan Tilaar.

Kampanye terbaru dari Sariayu ini akan diusung sepanjang tahun 2019. Dengan menggandeng empat sosok perempuan inspiratif mulai dari Dinda Puspitasari (Illustrator dan Seniman), Citra Natasya Founder dari HOPE (House of Perempuan), Inez Kristanti Psikolog Klinis Dewasa dan Sexuality Educator, hingga Debby Susanto mantan atlet bulu tangkis Indonesia yang mewakili konsep #FearlessBeauty dari Sariayu Martha Tilaar.

Yuk, tentukan definisi cantikmu sendiri tanpa rasa takut!

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan, cantik, wanita


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 20 July 2020 23:00

    Ultah 9 Tahun blokBojonegoro.com

    Inilah Juara Video Pendek New Normal

    Inilah Juara Video Pendek New Normal Sebanyak 50 video telah naik di saluran youtube blokBojonegoroTV sebagai peserta lomba video pendek dalam rangka 9 tahun blokBojonegoro.com....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat