09:00 . Ancaman Pemilu, Kecurangan dan Hoax   |   08:00 . Golkar Berharap 7 Kursi Bisa Dipertahankan   |   06:00 . Amankan Rekapitulasi Suara, Banser Jaga 17 Jam Sehari   |   21:00 . Kepala SKK Migas Jabanusa Buka Lokakarya Media   |   20:00 . Sukur: Saya Hanya Sampaikan Keluhan Saksi   |   19:00 . Adu Argumen dan Tegang di PPK Kota   |   18:00 . Sempat Berhenti, Rekap di PPK Kota Berlanjut   |   17:00 . Ha..! Rekapitulasi Suara Di PPK Kota Dihentikan   |   16:00 . Penuhi Target APBN, EMCL Fokus Optimalkan Sumur Produksi   |   15:00 . UKW PWI ke 26 Ditunda, ini Sebabnya...   |   14:00 . Lapor Lebih dari 7 Hari, Bawaslu Anggap Hangus   |   13:00 . Ditanya Prediksi Perolehan Kursi, Ini Jawaban Petinggi Partai   |   12:00 . Rekapitulasi Suara Kecamatan Kepohbaru Pindah Lokasi   |   11:00 . Pengangguran di Bojonegoro Capai 23.818 Lebih   |   10:00 . Lagi, Puluhan Kader Gayam Belajar Public Speaking   |  
Tue, 23 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 10 April 2019 09:00

Lho...! Petani Ini Tanam Bawang Merah di Jemuran Padi

Lho...! Petani Ini Tanam Bawang Merah di Jemuran Padi

Pengirim: Iskak Riyanto

blokBojonegoro.com - Bawang Merah merupakan salah satu komoditas penting di negara kita. Bawang merah biasanya dibudidayakan di musim kemarau antara bulan April hingga September.

Tetapi kadang-kadang ada petani yang menanamnya di musim hujan (off season) walau resiko Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tinggi, tetapi harga panen juga tingggi.

Salah satu petani yang menanam bawang merah di off season adalah H. Totok, yang tinggal di Desa Kenep Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Ia menanam bawang jenis Thailand di bekas penjemuran padi miliknya seluas 23x35 meter. Untuk bibit sendiri ia beli dari Kabupaten Nganjuk sebanyak 100 kilogram.

"Dari pada jemuran padi kurang produktif, mending saya tanami bawang merah. Pernah juga saya tanami cabai, alhamdulillah hasilnya juga bagus. Dengan bibit bawang merah sebanyak 100 kg semoga nanti bisa mendapatkan hasil panen antara 12 hingga 15 kwintal dalam waktu dua bulan. Dalam setahun bisa ditanami lima kali, dua bulan untuk jeda. Biaya produksi setiap musim sekitar lima juta'an," terang Totok, Rabu (10/4/2019).

Totok menambahkan, untuk antisipasi OPT bawang merah yang ditanam di off season (luar musim) dan tetap bisa menghasilkan panen yang maksimal, ia memasang mulsa hitam dan aplikasi pupuk organik yang maksimal.

"Jenis Thailand produktivitasnya 9 sampai 15 kg setiap bibit 1 kg, kalau jenis lainya sekitar 6 hingga 9 kg," tambah Totok lagi. [mu]

*Iskak Riyanto, PPL Disperta Bojonegoro.

Tag : tanam bawang, petani bawang, bawang merah

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more