18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 10 April 2019 09:00

Lho...! Petani Ini Tanam Bawang Merah di Jemuran Padi

Lho...! Petani Ini Tanam Bawang Merah di Jemuran Padi

Pengirim: Iskak Riyanto

blokBojonegoro.com - Bawang Merah merupakan salah satu komoditas penting di negara kita. Bawang merah biasanya dibudidayakan di musim kemarau antara bulan April hingga September.

Tetapi kadang-kadang ada petani yang menanamnya di musim hujan (off season) walau resiko Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tinggi, tetapi harga panen juga tingggi.

Salah satu petani yang menanam bawang merah di off season adalah H. Totok, yang tinggal di Desa Kenep Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Ia menanam bawang jenis Thailand di bekas penjemuran padi miliknya seluas 23x35 meter. Untuk bibit sendiri ia beli dari Kabupaten Nganjuk sebanyak 100 kilogram.

"Dari pada jemuran padi kurang produktif, mending saya tanami bawang merah. Pernah juga saya tanami cabai, alhamdulillah hasilnya juga bagus. Dengan bibit bawang merah sebanyak 100 kg semoga nanti bisa mendapatkan hasil panen antara 12 hingga 15 kwintal dalam waktu dua bulan. Dalam setahun bisa ditanami lima kali, dua bulan untuk jeda. Biaya produksi setiap musim sekitar lima juta'an," terang Totok, Rabu (10/4/2019).

Totok menambahkan, untuk antisipasi OPT bawang merah yang ditanam di off season (luar musim) dan tetap bisa menghasilkan panen yang maksimal, ia memasang mulsa hitam dan aplikasi pupuk organik yang maksimal.

"Jenis Thailand produktivitasnya 9 sampai 15 kg setiap bibit 1 kg, kalau jenis lainya sekitar 6 hingga 9 kg," tambah Totok lagi. [mu]

*Iskak Riyanto, PPL Disperta Bojonegoro.

Tag : tanam bawang, petani bawang, bawang merah

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat