16:00 . Kreatif, Pemuda Tanggungan Buat Bilik Sterilisasi   |   15:30 . Bilik Sterilisasi Karya Pemuda Ngori-Ngraho   |   15:00 . Tanpa Pelayat, Jenazah PDP Balen Dimakamkan   |   14:00 . Dinkes Tunggu Hasil Lab PDP Asal Balen yang Meninggal   |   13:00 . Tiba di Bojonegoro, Satu Santri Tambakberas Suhu Tubuh Tinggi   |   12:00 . Lagi 126 Santri Putra Tambakberas Sampai di Bojonegoro   |   11:00 . 1 PDP Asal Balen Meninggal di RSUD Bojonegoro   |   10:00 . Dukung Pemkab, STIKes ICsada Kerahkan Mahasiswa   |   09:00 . Antisipasi Warga Pulang Kampung, Cek Tingkat Desa   |   08:00 . Bubar.....!!! Cara Petugas Agar Masyarakat #DiRumahAja   |   07:00 . Mengapa Kebahagiaan Penting dalam Tumbuh Kembang Anak?   |   06:00 . Perketat Pengawasan Penumpng di Terminal dan Stasiun   |   21:00 . Urus SIM Wajib Lewat Bilik Sterilisasi   |   20:00 . Kerja Gugus Tugas Covid-19 untuk Kemanusiaan   |   19:00 . Bantu Pemda, Kampus Ungu Semprot Fasum   |  
Sat, 28 March 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 10 April 2019 09:00

Lho...! Petani Ini Tanam Bawang Merah di Jemuran Padi

Lho...! Petani Ini Tanam Bawang Merah di Jemuran Padi

Pengirim: Iskak Riyanto

blokBojonegoro.com - Bawang Merah merupakan salah satu komoditas penting di negara kita. Bawang merah biasanya dibudidayakan di musim kemarau antara bulan April hingga September.

Tetapi kadang-kadang ada petani yang menanamnya di musim hujan (off season) walau resiko Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tinggi, tetapi harga panen juga tingggi.

Salah satu petani yang menanam bawang merah di off season adalah H. Totok, yang tinggal di Desa Kenep Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Ia menanam bawang jenis Thailand di bekas penjemuran padi miliknya seluas 23x35 meter. Untuk bibit sendiri ia beli dari Kabupaten Nganjuk sebanyak 100 kilogram.

"Dari pada jemuran padi kurang produktif, mending saya tanami bawang merah. Pernah juga saya tanami cabai, alhamdulillah hasilnya juga bagus. Dengan bibit bawang merah sebanyak 100 kg semoga nanti bisa mendapatkan hasil panen antara 12 hingga 15 kwintal dalam waktu dua bulan. Dalam setahun bisa ditanami lima kali, dua bulan untuk jeda. Biaya produksi setiap musim sekitar lima juta'an," terang Totok, Rabu (10/4/2019).

Totok menambahkan, untuk antisipasi OPT bawang merah yang ditanam di off season (luar musim) dan tetap bisa menghasilkan panen yang maksimal, ia memasang mulsa hitam dan aplikasi pupuk organik yang maksimal.

"Jenis Thailand produktivitasnya 9 sampai 15 kg setiap bibit 1 kg, kalau jenis lainya sekitar 6 hingga 9 kg," tambah Totok lagi. [mu]

*Iskak Riyanto, PPL Disperta Bojonegoro.

Tag : tanam bawang, petani bawang, bawang merah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 25 March 2020 23:00

    Waspada Corona, Jangan Panik

    Swadaya, MKP dan Warga Cangaan Semprot Disinfektan

    Swadaya, MKP dan Warga Cangaan Semprot Disinfektan Kelompok Pemuda Desa Canga'an "Muda Karya Perkasa" (MKP) Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro bersama masyarakat setempat melakukan penyemprotan disinfektan guna pencegahan virus Corona (Covid-19), Selasa (25/03/2020)...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat