20:58 . Keplas SKK Migas Jabanusa Buka Lokakarya Media   |   20:00 . Sukur: Saya Hanya Sampaikan Keluhan Saksi   |   19:00 . Adu Argumen dan Tegang di PPK Kota   |   18:00 . Sempat Berhenti, Rekap di PPK Kota Berlanjut   |   17:00 . Ha..! Rekapitulasi Suara Di PPK Kota Dihentikan   |   16:00 . Penuhi Target APBN, EMCL Fokus Optimalkan Sumur Produksi   |   15:00 . UKW PWI ke 26 Ditunda, ini Sebabnya...   |   14:00 . Lapor Lebih dari 7 Hari, Bawaslu Anggap Hangus   |   13:00 . Ditanya Prediksi Perolehan Kursi, Ini Jawaban Petinggi Partai   |   12:00 . Rekapitulasi Suara Kecamatan Kepohbaru Pindah Lokasi   |   11:00 . Pengangguran di Bojonegoro Capai 23.818 Lebih   |   10:00 . Lagi, Puluhan Kader Gayam Belajar Public Speaking   |   09:00 . 35 Wartawan Ikuti Lokakarya SKK Migas dan KKKS   |   08:00 . Dua Kecamatan Ini Selesai Rekapitulasi Perhitungan Suara   |   06:00 . 17.765 Pelajar SMP di Bojonegoro Ikuti UNBK   |  
Mon, 22 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 11 April 2019 07:00

Makanan Pedas Berkhasiat untuk Kesehatan Tubuh

Makanan Pedas Berkhasiat untuk Kesehatan Tubuh

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Ada yang bilang, makan makanan mengandung cabai itu menyehatkan. Ada juga yang bilang, kalau terlalu banyak makan makanan pedas, justru bisa membahayakan kesehatan. Mana yang benar, ya? Yuk, simak hasil perbincangan Temali dengan dr. Retno Wulandari di bawah ini:

Manfaat Makan Makanan Pedas

1. Menyehatkan jantung

Makan pedas ternyata bisa meningkatkan kesehatan jantung. Soalnya, cabai mengandung Capsaicin, yang efektif melawan inflamasi atau salah satu faktor pemicu sakit jantung.

2. Melancarkan sirkulasi darah

Banyak makan pedas dapat melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh. Itu karena cabai kaya akan kandungan vitamin C dan A.

3. Membantu menurunkan berat badan

Kandungan Capsaicin dalam cabai akan mempercepat metabolisme. Otomatis, membantu tubuh membakar kalori lebih cepat.

4. Anti kanker alami

Pertumbuhan sel kanker dapat diperlambat oleh kandungan Capsaicin. Pada beberapa kasus, sel-sel kanker jadi mati tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya.

5. Menjaga mood

Makan pedas bisa menyeimbangkan mood yang sedang tidak bagus. Apalagi, jika yang dimakan adalah cabai merah. Dengan mengonsumsi cabai merah, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin dan serotonin, yang bertugas menghilangkan rasa nyeri. Sehingga, kita akan merasa nyaman.

Bahaya Makan Makanan Pedas

Makan makanan pedas jadi berbahaya, jika terlalu banyak. Terlalu banyak makanan pedas bisa membuat asam lambung naik dan mengiritasi dinding lambung. Akibatnya, perut jadi nyeri. Bagi mereka dengan lambung sensitif, kelebihan asam lambung bisa berakibat pada usus, yang menyebabkan seseorang diare dan sakit kepala.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan, tips, trik, makanan pedas

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more