20:00 . Wacana Pasar Kota Dipindah, Pedagang Resah Bentangkan Spanduk   |   19:00 . Diterpa Pandemi, Ini Cara Bisnis Hotel dan Restoran Tetap Bertahan   |   18:00 . dr. Reisa: Bersama Kurangi Beban Garda Terdepan Penanganan Covid-19   |   17:00 . Prakiraan Cuaca, 3 Hari ke Depan Bojonegoro Diguyur Hujan Sedang   |   16:00 . Sebarkan Berita Benar, Laporkan dan Lawan Hoaks, Begini Caranya   |   15:00 . Meski Grafik Menurun, Jumlah Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Masih Tinggi   |   14:00 . 100 CPNS Guru SMA-SMK se Bojonegoro dan Tuban Terima SK   |   13:00 . Jembatan Kalibedah di Jalur Padangan-Ngawi Longsor   |   12:00 . Pembatasan Kegiatan Masyarakat Diperpanjang Hingga 8 Februari   |   11:00 . Peduli Covid-19, Biznet Serahkan Ribuan Masker ke RSUD Bojonegoro   |   10:00 . Bulog Bojonegoro Pastikan Stok Beras Aman Sampai 6 Bulan Kedepan   |   09:00 . Pasien Sembuh di Indonesia Meningkat, Menjadi 798.810 Orang   |   08:00 . Harga Sayuran Mulai Merangkak Naik di Pasaran   |   07:00 . Lebih Sehat dengan Bangun Pagi, Begini Cara Menjadi Morning Person   |   06:00 . Ini Kriteria Pendonor Plasma Konvalesen   |  
Tue, 26 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Bayar Rumah Sakit, BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp11 Triliun

blokbojonegoro.com | Tuesday, 16 April 2019 17:00

Bayar Rumah Sakit, BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp11 Triliun

Kontributor: Maulina Alfiana

blokBojonegoro.com – BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. Di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Janoe Tegoeh Prasetijo menjelaskan, sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out.

"Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu," kata Janoe Tegoeh Prasetijo, Selasa (16/4/2019).

Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini, dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. Menurut Janoe, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

Janoe mengatakan, dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Janoe juga berharap pihak RS dapat kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

"Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah," imbuhnya.

Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman. Janoe juga menginformasikan bahwa Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja.

Janoe melanjutkan, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Menurutnya, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

"Ke depannya, Insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerja sama, pengertian dan kesabarannya selama ini," tambah Janoe.

Sebagai informasi, khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Bojonegoro terdapat 165 FKTP dan 13 FKRTL yang telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan setempat. Adapun total pembayaran yang dilakukan KC Bojonegoro adalah sebesar Rp 71.870.784.451,- sepanjang bulan April 2019.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, biasanya mitra perbankan menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu. Namun dipastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan seluruh kantor cabang, sehingga masing-masing kantor cabang bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf. [lin/ito]

Tag : BPJS, kesehatan, bojonegoro, rumah, sakit


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat