21:00 . Anggota DPR RI Ini Semprot Disinfektan dan Santuni Masyarakat   |   21:00 . Giliran Santri Lirboyo Kediri Pulang   |   20:00 . Pandemi Covid-19, Besok Bupati Lantik Calon Kades Terpilih Melalui Video Conference   |   19:00 . Putus Rantai Penyebaran Covid-19, Pemerintah Luncurkan Aplikasi 10 Rumah Aman   |   18:00 . Pemkab Tetapkan Perpanjangan Status KLB Non Alam Hingga 29 Mei 2020   |   17:00 . 7 ODP Baru, 2 Selesai Dalam Pemantauan   |   16:00 . Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Berikan Paket Bantuan   |   15:00 . 112 Santri Lirboyo Kediri Pulang Kampung   |   14:00 . Pemuda Kedungadem, Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Rumahnya   |   13:00 . Tingkatkan Stok Darah, PMI Bojonegoro Beri Paket Sembako Bagi Pendonor   |   12:00 . Hujan dan Derasnya Air Kali Kedung, Jembatan di Kedungbondo Ambrol   |   11:00 . Kabar Baik, ODP di Bojonegoro Tinggal 44 Orang   |   10:00 . Perjalanan Kereta Dikurangi, Ramai-ramai Batalkan Tiket   |   09:00 . Lawan Corona, Fatayat NU Kanor Khotmil Quran Online   |   08:00 . Pelantikan Kades Digelar Online   |  
Wed, 01 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 21 April 2019 18:00

Tingkatkan Ekonomi, Warga Bogo Tanam Tanaman Kelor

Tingkatkan Ekonomi, Warga Bogo Tanam Tanaman Kelor

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Tanaman kelor memang mnyimpan sejuta manfaat sehingga banyak warga yang ingin menanam tumbuhan tersebut di pekarangan atau di lahan kosong. Salah satunya di Desa Bogo, Kecamatan Kapas yang sejak dua tahun lalu warga desa setempat membudidayakan tanaman kelor ini.

Hal itu diungkapkan oleh Hajar Giantoro, Ketua Kelompok Tani Hutan desa setempat. Menurutnya, budi daya tanaman kelor ini awalnya memang untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga desa setempat, sekaligus untuk meningkatkan ekonomi kreatif bagi warga desanya.

"Di desa ini masih banyak lahan kosong yang bisa digunakan untuk menanam tanaman kelor," terang Giantoro.

Lanjut dia, saat ini dengan budidaya tanaman kelor tersebut masyarakat saat ini sudah bisa mengolahnya seperti membuat teh daun kelor, dibuat serbuk campuran, serta campuran pembuatan kue. Sedangkan untuk teh daun kelor setiap minggunya bisa menjual 30 sampai 40 pack.

Dengan budidaya tanaman kelor, tanaman tersebut bisa dijumpai di setiap pekarangan rumah warga desa setempat, sehingga bahan baku tanaman kelor ini cukup melimpah untuk digunakan dengan berbagai olahan.

Dalam proses penjualan olahan tanaman kelor ini masih mengandalkan kabar dari mulut ke mulut, meski begitu penjualan olahan kelor sudah menembus ke jakarta dan Kalimantan.

"Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu olahan kelor sempat masuk ke Luar Negeri seperti di Malaysia dan beberapa negara lain," beber Giantoro.

Ke depan, Desa Bogo ini akan direncanakan bakal dijadikan desa wisata edukasi tanaman kelor yang nantinya akan difokuskan di dua RT yakni RT 7 dan RT 8. Diharapkan dengan adanya itu semua bisa meningkatkan ekonomi warga desa setempat.[saf/ito]

Tag : Kelor, bogo


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat