06:00 . Jalan Mulus Kado Hari Jadi Bojonegoro   |   05:00 . Kampung KB Tanggap Covid-19 Dilaunching   |   23:00 . Adu Serangan, Laga Persahabatan Sepakbola FPKT Balen Tantang Gemini FC   |   22:00 . Silaturahim ke Mapolda, AMSI Jatim Bersinergi Lawan Hoax Terlebih saat Pandemi Covid-19   |   21:00 . Proses Pembangunan Jembatan KaRe dalam Tahap Pengajuan Rekomteks   |   20:30 . Bio Farma Siap Produksi Vaksin 17 Juta per Bulan   |   20:00 . Liga 3 Jatim Ditiadakan, Bojonegoro FC Fokus Kompetisi Tahun Depan   |   19:30 . Presiden Ingatkan Antisipasi Lonjakan Covid saat Libur Panjang   |   19:00 . Bupati Pimpin Prosesi Persemayaman Api Abadi HJB   |   18:30 . Positif Covid, Harus Melakukan Apa?   |   18:00 . Ibu Hamil Harus Sehat Saat Pandemi   |   17:00 . Pembeli Dan Pedagang di Pasar Bojonegoro Patuhi Prokes Gunakan Masker   |   16:00 . PU SDA Anggarkan Rp11 Miliar, Kerjakan Pelindung Tebing di 61 Titik   |   15:00 . Inilah Harga Komoditi yang Merangkak Naik di Pasar   |   14:00 . Dukung Pengembangan UMKM di Masa Pandemi, Pertamina Salurkan Rp14 M   |  
Tue, 20 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 21 April 2019 18:00

Tingkatkan Ekonomi, Warga Bogo Tanam Tanaman Kelor

Tingkatkan Ekonomi, Warga Bogo Tanam Tanaman Kelor

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Tanaman kelor memang mnyimpan sejuta manfaat sehingga banyak warga yang ingin menanam tumbuhan tersebut di pekarangan atau di lahan kosong. Salah satunya di Desa Bogo, Kecamatan Kapas yang sejak dua tahun lalu warga desa setempat membudidayakan tanaman kelor ini.

Hal itu diungkapkan oleh Hajar Giantoro, Ketua Kelompok Tani Hutan desa setempat. Menurutnya, budi daya tanaman kelor ini awalnya memang untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga desa setempat, sekaligus untuk meningkatkan ekonomi kreatif bagi warga desanya.

"Di desa ini masih banyak lahan kosong yang bisa digunakan untuk menanam tanaman kelor," terang Giantoro.

Lanjut dia, saat ini dengan budidaya tanaman kelor tersebut masyarakat saat ini sudah bisa mengolahnya seperti membuat teh daun kelor, dibuat serbuk campuran, serta campuran pembuatan kue. Sedangkan untuk teh daun kelor setiap minggunya bisa menjual 30 sampai 40 pack.

Dengan budidaya tanaman kelor, tanaman tersebut bisa dijumpai di setiap pekarangan rumah warga desa setempat, sehingga bahan baku tanaman kelor ini cukup melimpah untuk digunakan dengan berbagai olahan.

Dalam proses penjualan olahan tanaman kelor ini masih mengandalkan kabar dari mulut ke mulut, meski begitu penjualan olahan kelor sudah menembus ke jakarta dan Kalimantan.

"Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu olahan kelor sempat masuk ke Luar Negeri seperti di Malaysia dan beberapa negara lain," beber Giantoro.

Ke depan, Desa Bogo ini akan direncanakan bakal dijadikan desa wisata edukasi tanaman kelor yang nantinya akan difokuskan di dua RT yakni RT 7 dan RT 8. Diharapkan dengan adanya itu semua bisa meningkatkan ekonomi warga desa setempat.[saf/ito]

Tag : Kelor, bogo


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat