Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 22 April 2019 11:00

Pengangguran di Bojonegoro Capai 23.818 Lebih

Pengangguran di Bojonegoro Capai 23.818 Lebih

Kontributor : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Angka pengangguran di Kabupaten Bojonegoro terbilang masih cukup tinggi. Walapun mengalami penurunan pada akhir tahun 2018 sebanyak 77 orang, pengangguran di Bojonegoro masih mencapai 22.818 orang pada triwulan pertama tahun 2019.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro mencatat, pengangguran di Bojonegoro didomimasi oleh lulusan SLTA sederajat dan lulusan perguruan tinggi. Namun, Disperinaker belum bisa memberikan data detailnya lantaran masih tahap rekapitulasi.

"Kita baru ada data keseluruhan saja, belum ada data per jenjang," jelas Kasi Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Sugi Hartono.

Dirinya mengungkapkan, jumlah pengangguran di Bojonegoro belum bisa terdata sepenuhnya. Sebab, Disperinaker masih kesulitan untuk melakukan pendataan, lantaran banyak masyarakat yang belum bekerja tidak melapor ke Disperinaker untuk membuat Kartu Kuning atau AK 1.

Selain itu, keengganan masyarakat dan juga perusahaan untuk melaporkan karyawan yang bekerja juga menjadi permasalahan selama ini. Padahal pekerja maupun perusahaan yang menerima pekerja baru diharuskan melaporkan pekerja tersebut.

"Seharusnya pekerjaa ataupun perusahaan diwajibkan untuk melapor ke Disperinaker, agar proses pendataan kita juga lebih mudah dan juga kejelasan dari pekerja tersebut apakah masih menganggur atau tidak," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.

Untuk mendata angka pengangguran selain melalui AK 1, Disperinaker juga bekerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Bojonegoro. Sehingga, Disperinaker bisa mengontrol berapa jumlah lulusan SMK yang akan lulus dan siswa SMK yang akan bekerja.

"Kita hanya bekerja sama dengan BKK SMK saja, sedangkan untuk lulusan SMA dan MA kita tidak melakukan pendataan karena siswa SMK dipersiapkan untuk bekerja, beda dengan lulusan SMA ataupun MA yang dipersiapkan untuk pendidikan," jelasnya.

Sebagai upaya mengurangi angka pengangguran, Disperinaker juga telah melakukan berbagai upaya, dari pelatihan pekerja, kerjasama dengan pihak ketiga dan juga Job Fair. Bahkan khususnya anak SMK, juga ada seleksi langsung yang dilakukan oleh perusahaan untuk menerima pekerja baru.

"Di SMK itu ada kerja sama langsung dengan perusahaan, sehingga setelah lulus sekolah mereka langsung mendapat pekerjaan," tutupnya kepada blokBojonegoro.com.[din/lis]

Tag : ekonomi, pengangguran


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini