14:00 . Kepala SMA/SMK yang Ikut Hadir Pelantikan di Surabaya di Rapid Test   |   13:00 . Jamaah Haji Batal Berangkat, Petugas Haji Dibubarkan   |   12:00 . Pemohon SIM Ramai, Jasa Anti Gores Kebanjiran Rejeki   |   11:00 . Pasca Lebaran, Pemohon SIM Membludak   |   10:00 . AKP Iwan Hari Gantikan AKP Rifaldhy Sebagai Kasat Reskrim Polres Bojonegoro   |   09:00 . Pelaku Wisata di Bojonegoro Siap Sambut New Normal   |   08:00 . Serbu....! Hanya 3 Hari Total Sport Ada Diskon Besar-Besaran   |   06:00 . Terus Melaju, Jalan Rigid Beton Mulai Digarap   |   22:00 . Wujudkan Layanan Cepat, 12 Instansi Taken MoU   |   21:00 . Kapolda Jatim Kunjungi Kampung Tangguh Covid-19 Bojonegoro   |   20:00 . BLT DD Tahap Kedua di Bojonegoro Mulai Cair   |   19:30 . 1 Orang Positif Covid-19 di Bojonegoro Dinyatakan Sembuh   |   19:00 . Pembunuhan Terhadap Janda, Terdakwa Divonis 12 Tahun Penjara   |   18:00 . Usai Lebaran, Tren Gadai Barang Kembali Ramai   |   17:00 . Pembatasan Wilayah, ini Dampaknya bagi Perusahaan Jasa Travel   |  
Wed, 03 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 23 April 2019 21:00

Hari Buku Sedunia

Ketua FTBM Harap Pemkab Adakan Festival Hari Membaca

Ketua FTBM Harap Pemkab Adakan Festival Hari Membaca ilustrasi: .net

Kontributor: A'imatun Khasanah
 
blokBojonegoro.com - Hari Buku Sedunia yang diperingati hari ini, Selasa (23/4/2019) cukup menjadi trending topik, khususnya di berbagai media sosial, seperti hal-hal yang menjadi tranding topik lainya, spesial tanda tagar 'Hari Buku Sedunia' yang digunakan para pengguna akun instagram pun mencapai puluhan ribu tagar.
 
Hari buku sedunia ini juga membuat Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Bojonegoro, Imam Mukhlas angkat bicara, terkait perkembangan teknologi dan mulai rendahnya minat baca di era milenial ini.
 
"Teknologi lah yang menggeser kesan membaca sebagai rujukan dan hiburan bagi kita, bahkan semua ada di youtube dan dunia maya berbasis teknologi," kata Mas GeKa.
 
Ia juga mengjak masyarakat seksama menilai zaman kontemporer ini, sebab menurut Ketua FTBM itu, buku tampaknya bukan suatu kebutuhan penting bagi banyak kalangan, seusai sekolah, kuliah dan bekerja, ujungnya yang penting dapat duit, lalu relatif melupakan buku. Begitu pemikiran banyak orang tentang buku.
 
"Jadi Rata-rata hanya berkutat kecil persen dari bangsa Indonesia yang datang ke perpustakaan dan sejenisnya selebihnya karena kebutuhan data hingga karena ingin memulai lebih rajin membaca buku," lanjutnya.
 
Imam menambahkan, bahwa tidak akan ada sebuah buku jika tidak ada yang menulisnya. Sebuah buku tak akan memberikan manfaat kepada seseorang jika orang tersebut tidak membacanya. Buku juga tidak akan terbaca jika tidak menghibur pembacanya. Kata semacam ini menjadi kunci utama di zaman ini, khususnya Bojonegoro. Karena demikian banyaknya taman baca kegiatan mulai di cfd hingga tahunan yang di inisiasi forum taman bacaan Bojonegoro ternyata masih jauh dari konotasi kabupaten aktif membaca.
 
"Mungkin perlu adanya festival hari membaca untuk ke depannya yang diadakan oleh Pemkab demi kepedulian dan perbaikan indek prestasi masyarakat bojonegoro," ungkapnya penuh harap.
 
Kemudian Ia juga mengharap bisa mewajibkan Bojonegoro menggunakan tanda tagar untuk festival tersebut, sebagai tujuan online kan mata untuk membaca dan menambah prestasi pengetahuan anak bangsa. [aim/ito]

Tag : hari, buku, seduina, bojonegoro, ftbm


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat