07:00 . 4 Probiotik yang Bermanfaat untuk Kesehatan Anak   |   22:00 . Besok Pilkades Digelar, Tak Ada Lonjakan Penumpang Turun di Terminal   |   21:00 . Tak Ada Ujian Susulan, 369 Peserta SKD Dinyatakan Gugur   |   20:00 . BKPP Bojonegoro Umumkan Hasil SKD CPNS Akhir Februari   |   19:00 . 213 ASN Eselon III Bakal Ikuti Asessment di Jakarta   |   18:00 . Mahasiswa STIE Cendekia Kunjungi Lapangan Banyu Urip   |   17:00 . Duh...! Politik Uang Masih Jadi Tren Cakades?   |   16:00 . Tanggul Jebol, 135 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Terancam Gagal Panen   |   15:00 . Cerita Mahasiswa Asal Bojonegoro Saat Virus Corona Mewabah   |   14:00 . 500 Sak Disiapkan untuk Perbaiki Tanggul Kali di Kanor yang Jebol   |   13:00 . Survei, PDPM Ungkap Pencalonan Kades   |   12:00 . Sensus Penduduk 2020 Dimulai, Pemkab Bojonegoro Siap Dukung   |   11:00 . Bupati Sambut 1.039 Personel BKO untuk Pengamanan Pilkades Serentak   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Siap Dukung Sensus Penduduk 2020   |   09:30 . Hujan, Bengawan Solo Masuk Siaga Hijau   |  
Wed, 19 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 27 April 2019 11:00

Mat Masturi, Penjual Es Keliling

Kerja Itu Sampingan, Salat Itu Kebutuhan

Kerja Itu Sampingan, Salat Itu Kebutuhan

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Sore hari di jalan KS. Tubun Kota Bojonegoro Jawa Timur, matahari mulai tenggelam di ujung barat.

Panas terik sisa siang masih terasa di kulit. Sebuah gang kecil yang tidak begitu ramai dengan pengendara yang berlalu lalang menjadi salah satu jalur yang ditempuh sosok laki-laki tua dengan gerobak tak kalah tuanya untuk mencari pundi-pundi rupiah.

Mat Masturi, penjual es lilin keliling yang tidak pernah mengeluh menyusuri berkilo-kilometer Kota Bojonegoro menjual dagangannya.

Meskipun usianya yang tak lagi muda, berjalan tak lagi tegak, karena salah satu kakinya sudah tak berfungsi seratus persen, ia terus berjalan menjemput pembeli.

"Yang paling penting dalam bekerja itu ikhlas. Soal berapa rezeki yang akan kita dapatkan itu urusan Allah," katanya sambil terus tersenyum.

Dengan memanfaatkan angkutan umum bus, Pak Mat menempuh perjalanan dari rumahnya di Kecamatan Padangan mulai pukul 08.00 Wib menuju Kota Bojonegoro, untuk menghampiri gerobakya yang ia titipkan di Taman Rajekwesi dengan biaya Rp5 ribu setiap harinya.

"Setiap hari pulang-pergi dari Padangan. Kalau balik biasanya setelah maghrib, jadi sekalian salat baru naik bus. Bekerja itu kan sampingan, kalau salat itu kebutuhan," tuturnya bijak.

Jalan beraspal yang apabila terkena panas matahari suhunya bertambah tidak membuat Mat Masturi mengeluh.

Keliling mulai dari jalan Rajekwesi, Hos. Cokroaminoto, Panglima Polim, Gajahmada, Basuki Rahmat hingga kembali lagi ke jalan Rajekwesi lagi, ia lakukan setiap hari dengan membawa 300 buah es yang dijual dengan harga Rp1.000.

Di usianya yang tak lagi muda, Pak Mat tidak pernah ingin merepotkan anak-anaknya. Meski sering dimarahi oleh empat anaknya yang sudah berkeluarga, namun ia tetap keukeuh bekerja, mencarikan nafkah untuk sang istri tercinta.

Meskipun tak seberapa hasil dari jualan es, hasil dagangan itu ia gunakan untuk beternak.

"Selain berjualan saya juga suka beternak ayam dan bebek di rumah. Ada sudah sekitar 100 ekor ayam dan bebek yang saya dan istri ternak," tutupnya penuh semangat. [fin/mu]

Tag : inspiratif, kisah, kejujuran, mat masturi, bekerja


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat