18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 30 April 2019 14:00

Rapat Pleno Pemilu 2019

Rekap Kecamatan Ngambon, Suara Pilpres Sempat Beda

Rekap Kecamatan Ngambon, Suara Pilpres Sempat Beda

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilu tahun 2019 oleh KPU Bojonegoro, Selasa (30/4/2019), sempat mendapatkan instruksi dari salah satu pimpinan partai, saat penghitungan suara untuk Pemilihan Presiden untuk Kecamatan Ngambon.

Pasalnya data saksi dan data yang direkap pada DAA 1 PPK tidak sesuai dengan hasil suara yang dipegang oleh saksi partai, bahkan selisihnya mencapai 100 suara.

"Mohon koreksi perolehan suara Pilpres 02," ucap salah satu saksi partai, Budiono.

Budiono mengungkapkan, hasil suara pilpres untuk 02 yang diterima adalah 1.653, sedangkan untuk data PPK Ngambon tertulis 1.553 suara, sehingga ada selisih 100 suara.

Atas adanya instruksi itu, Komisioner KPU Bojonegoro meminta kepada PPK Ngambon untuk mengoreksi kembali DAA 1 yang disaksikan oleh Bawaslu Bojonegoro beserta saksi lainya.

Setelah dilakukan pengecekan, memang ada selisih penulisan untuk TPS 02 yakni untuk data PPK perolehan suara 02 mendapat 40 suara sedangkan data saksi partai tertulis 140 suara.



Ketua Bawaslu Bojonegoro, Zaenuri membenarkan adanya ketidaksingkronan hasil suara dari saksi partai dengan data PPK Ngambon, meski begitu selisih suara tersebut sudah selesai saat penghitungan suara di PPK Ngambon lalu.

"Memang saat penghitungan suara Pilpres di Ngambon ada 2 TPS yang tidaksingkron yakni TPS Karangmangu dan TPS Ngambon," ujar Zaenuri.

Meski begitu, setelah dilakukan pencocokan antar data, ditemukan adanya ketidaksingkronan tulisan, sehingga menyebabkan selisih 100 suara.

"Namun atas selisih itu, kini sudah selesai," jelas Zaenuri.

Rapat pleno terbuka sudah menyelesaikan 2 kecamatan yakni Ngraho dan Tambakrejo. Sedangkan penghitungan Kecamatan Ngambon saat ini masih berlangsung. [saf/mu]

Tag : pemilu, hasil pemilu

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat