07:00 . 4 Cara Menjaga Hubungan Tetap Awet dengan Pasangan di Era Digital   |   19:00 . Emak-emak Nekat Tabrak Palang Pintu KA   |   18:00 . Target Curi Poin, Persibo Bawa 22 Pemain ke Gresik   |   17:00 . Dirangkai Berbagai Acara, Haul Mbah Singonoyo Sukorejo Meriah   |   16:00 . Patuhi Sanksi, Suporter Persibo Tak Akan Berangkat Ke Gresik   |   15:00 . Palang Pintu KA Patah Dipasang dengan Didriling dan Diikat Karet Ban   |   14:00 . Viral, Emak-Emak Tabrak Palang Pintu Kereta Api Hingga Patah   |   13:00 . Jelang Pelantikan Presiden, Polres Bojonegoro Apel Gelar Pasukan Pengamanan Imbangan   |   12:30 . Badan Mobil di Tengah Jalan, Macet Total   |   12:00 . Penumpang Pickup Jagal Sapi Asal Mabang   |   11:00 . Truk Vs Pickup di Proliman, Banyak Korban   |   10:00 . Sebelum Pengambilan Api Abadi, Bupati dan Wabup Ziarah Makam Leluhur   |   07:00 . Cara Pakai Bra yang Tepat Agar Payudara Selalu Sehat   |   18:00 . Selisih Gol, Awas Persibo Bisa Tergeser dari Puncak Klasemen   |   17:00 . Siswa SMAN 1 Kalitidu Belajar Energi Migas dengan EMCL   |  
Sat, 19 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 04 May 2019 17:00

Faktor Cuaca Masih Jadi Kendala Produksi Bata Merah

Faktor Cuaca Masih Jadi Kendala Produksi Bata Merah

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Kelurahan Ledok Kulon merupakan salah satu sentra produksi batu bata merah di Kabupaten Bojonegoro, yang masih eksis sampai sekarang. Meskipun ada pesaing baru batu bata putih yang harganya lebih murah, bata merah masih banyak memiliki peminat.

Suwito, salah satu pemilik tempat produksi bata merah di Ledok Kulon mengatakan, pembuatan bata masih bergantung pada cuaca. Ia mengaku terjadi penurunan produksi bata merah ketika musim penghujan.

"Kalau musim hujan, debit air di bengawan solo naik, sehingga menyulitkan saat mengambil tanah sebagai bahan baku utama bata merah," kata laki-laki asli ledok itu.

Saat musim kemarau, Suwito mejelaskan, pembuatan bata merah bisa mencapai 15.000 buah, dengan harga Rp450 ribu. Sedangkan saat musim penghujan hanya mampu membuat 10.000 bata dengan harga Rp600 ribu per seribu buah. Puncak pembuatan biasanya terjadi di bulan September.

"Saat musim penghujan itu susah, terutama dalam proses penjemuran. Kalau kemarau harga turun," keluhnya.

Usaha produksi batu bata merah banyak tersebar di kawasan Kelurahan Ledok Kulon. Sedikitnya ada 40 tempat usaha produksi bata merah.

Masyarakat mengambil endapan lumpur yang berada di tepian Sungai Bengawan Solo, selanjutnya mereka membuat produksi batu bata merah itu di bantaran sungai.

Sementara Ishaq, warga asli Desa Ngumpakdalem yang menyewa lahan untuk dijadikan tempat pembuatan bata ini mengatakan, kendala dalam proses produksi bata adalah saat musim hujan, lantaran proses pengeringan lama karena masih mengandalkan sinar matahari.

"Soal permintaan konsumen tidak ada masalah," tutupnya kepada blokBojonegoro. [fin/mu]

Tag : batu bata, produksi bata, ledok, pengusaha bata, bata merah

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat