18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 05 May 2019 13:00

Masih Ada 27 OGDJ di Bojonegoro yang Dipasung

Masih Ada 27 OGDJ di Bojonegoro yang Dipasung Foto:.net

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Di Kabupaten Bojonegoro Orang Dengan Gangguan Jiwa (OGDJ) masih ada puluhan yang dipasung. Jumlah itu di berbagai daerah desa/Kecamatan yang ada di Bojonegoro. Walaupun begitu OGDJ di Bojonegoro dikatakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) jumlahnya terus menurun.

"Saat ini OGDJ di Bojonegoro yang dipasung ada 27 orang," kata Kepala Dinsos Bojonegoro, Helmy Elisabeth.

Lanjut dia, menurunnya jumlah OGDJ itu karena OGDJ itu dikirim ke Panti di Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan dan penyembuhan, agar penderita OGDJ itu bisa kembali normal, sehingga dapat kembali di tengah masyarakat.

"Sedangkan untuk OGDJ yang dikirim untuk penyembuhan ada 4 orang dan 6 OGDJ lainnya sudah meninggal dunia," terang Helmy kepada blokBojonegoro.com.

Masih kata Helmy, untuk penyembuhan OGDJ itu merupakan ranah Dinas Kesehatan (Dinkes), Pihak Dinsos Bojonegoro hanyalah membantu biaya makan dan operasional selama masa penyembuhan pasien OGDJ, oleh karenanya, masalah ini harus ditangani serius agar di Bojonegoro tidak ada lagi OGDJ yang dipasung.

"Maksud yang dipasung di sini yakni OGDJ tidak selalu dipasung tangan atau kakinya, namun OGDJ yang dikunci di kamar atau ruangan tertentu juga termasuk kategori dipasung," beber Helmy.

Nantinya bagi OGDJ yang telah mendapat penyembuhan dan dinyatakan sembuh, OGDJ itu akan diberikan pelatihan kewirausahaan, agar OGDJ itu mempunyai kesibukan kembali tentunya didampingi oleh pendamping TKSK dari kecamatan OGDJ tinggal.[saf/ito]

Tag : Odgj, bojonegoro, dinsos

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat