22:00 . Antisipasi Aksi 22 Mei, Polres Bojonegoro Siaga di Stasiun   |   21:00 . Gandeng Pemuda NU, Ahbabul Musthofa Tebar Ta'jil di Kedungadem   |   20:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   19:00 . Viking Bojonegoro Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim   |   18:30 . Bersama Komunitas Offroad, Kapolres Bojonegoro Bagi Takjil   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |   16:00 . Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung   |   15:00 . Luas Tanam Bawang Merah Hingga 4 Bulan Capai 1.215 Hektar   |   14:00 . Sepakbola Awali Pagelaran Porprov di Bojonegoro   |   13:00 . Manasik Haji Kabupaten Dijadwalkan 19 Juni Mendatang   |   12:00 . Inilah Lowongan Pekerjaan yang Selalu Dinanti Saat Ramadan   |   11:00 . Sambang Pelajar, PKPT IAI Sunan Giri Kenalkan Aswaja Sejak Dini   |   10:00 . Dinas Pengairan : Jelang Kemarau, Sejumlah Embung Dinormalisasi   |   09:00 . Cegah Mobilisasi People Power, Polres Bojonegoro Razia Kendaraan   |  
Mon, 20 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 06 May 2019 15:00

Widodo Beng, Penjual Kaset Lawas

Kaset Artis Tahun 80-an Banyak Diburu Kolektor

Kaset Artis Tahun 80-an Banyak Diburu Kolektor

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Perkembangan dunia digital semakin hari semakin pesat. Salah satu yang terkena dampaknya adalah industri musik. Keberadaan kaset pita dan Compact Disk (CD) yang dulu populer itu kini sudah banyak tergantikan oleh MP3 yang tersimpan di handphone dan komputer.

Meskipun nasib penjualan kaset pita dan CD akan terus merosot, toko satu ini masih mampu bertahan dan eksis dengan koleksi terakhirnya. Toko Widodo, tepat di utara jalan Panglima Sudirman, atau seberang perempatan pos polisi jalan Diponegoro Bojonegoro.

Bertubuh jangkung, rambut beruban dan gigi sudah mulai jarang, Koh Widodo, begitu sapaan akrab pemilik toko itu. Toko yang dirintis dari hobi tersebut kini malah menjadi buruan para kolektor kaset lawas yang sudah tidak lagi diproduksi.

"Ini toko kaset ke dua yang berdiri di Bojonegoro saat itu, sekitar tahun 1979. Dulu cuma ada dua toko kaset, toko saya dan toko Arjuna," cerita Widodo Beng, pemilik toko yang terlihat selalu segar dan semangat ketika diajak berbica.

Kolektor-kolektor banyak pesan dari Surabaya. Selain Surabaya, banyak juga kolektor dari Bojonegoro sendiri, Tuban dan Jombang. Saat ini, di tokonya masih banyak tersedia kaset artis papan atas tahun 80an, seperti Koes plus, Fan Base, Deloit, Mersis, Rhoma Irama dan Elvi Sukasih.

"Aquarius, Sony, Musica dan Remaco, itu dulu raksasa perusahaan rekaman di Indonesia. Mantab kaset-kasetnya, tapi sekarang sudah banyak yang tutup dan tidak beroperasi lagi,"katanya dengan mengenang

Saat ini, toko milik Koh Widodo hanya buka saat sore saja. Mulai pukul 16.30 WIB sampai 20.00 WIB. Harga kasetnya pun masih terbilang murah, yaitu sekitar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu tergantung kasetnya.

"Karena sepi, sehari-hari juga sibuk ikut komunitas burung kicau. Tapi toko tetap buka setiap hari," ujar laki-laki kelahiran 1947 itu. [fin/ito]

Tag : cd, kaset, bojonegoro, toko, klasik, koleksi, kolektor

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat