07:00 . 4 Cara Menjaga Hubungan Tetap Awet dengan Pasangan di Era Digital   |   19:00 . Emak-emak Nekat Tabrak Palang Pintu KA   |   18:00 . Target Curi Poin, Persibo Bawa 22 Pemain ke Gresik   |   17:00 . Dirangkai Berbagai Acara, Haul Mbah Singonoyo Sukorejo Meriah   |   16:00 . Patuhi Sanksi, Suporter Persibo Tak Akan Berangkat Ke Gresik   |   15:00 . Palang Pintu KA Patah Dipasang dengan Didriling dan Diikat Karet Ban   |   14:00 . Viral, Emak-Emak Tabrak Palang Pintu Kereta Api Hingga Patah   |   13:00 . Jelang Pelantikan Presiden, Polres Bojonegoro Apel Gelar Pasukan Pengamanan Imbangan   |   12:30 . Badan Mobil di Tengah Jalan, Macet Total   |   12:00 . Penumpang Pickup Jagal Sapi Asal Mabang   |   11:00 . Truk Vs Pickup di Proliman, Banyak Korban   |   10:00 . Sebelum Pengambilan Api Abadi, Bupati dan Wabup Ziarah Makam Leluhur   |   07:00 . Cara Pakai Bra yang Tepat Agar Payudara Selalu Sehat   |   18:00 . Selisih Gol, Awas Persibo Bisa Tergeser dari Puncak Klasemen   |   17:00 . Siswa SMAN 1 Kalitidu Belajar Energi Migas dengan EMCL   |  
Sat, 19 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 12 May 2019 14:00

Cegah Keberadaan Gepeng, Masyarakat Diimbau Tak Beri Uang

Cegah Keberadaan Gepeng, Masyarakat Diimbau Tak Beri Uang

Kontributor : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada gelandangan, pengemis, dan anak jalanan. Dengan membiasakan diri tidak memberikan sumbangan kepada para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), diharapkan dapat menekan angka keberadaan mereka.

“Jika masyarakat membiasakan diri untuk tidak memberikan uang, saya yakin keberadaan mereka akan berkurang dan bisa ditekan dengan maksimal,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Bojonegoro, Dwi Harningsih.

Menurutnya, keberadaan PMKS saat Ramadan seperti saat ini, bisa dikatakan sudah mulai berdatangan di Bojonegoro, khususnya perkotaan. Bahkan tidak sedikit menyasar tempat ibadah sebagai lokasi untuk meminta dan ada juga dari mereka membawa anak kecil untuk diajak mengemis.

“Selama ini kita belum menemukan gepeng yang berlatar belakang orang kaya, kebanyakan mereka mempunyai masalah dalam faktor ekonomi, ada juga beberapa yang sebetulnya ekonominya menengah ke atas, tetapi biasanya mereka mempunyai masalah dalam keluarga,” ungkapnya.

Dwi Harningsih mengharapkan kepada masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Bojonegoro untuk tidak memberikan sesuatu apalagi dalam bentuk uang.

“Sikap memberikan sesuatu barang maupun uang kepada para gepeng malah akan membentuk karakter gepeng semakin malas untuk bekerja selain mengemis. Padahal gepeng itu terlihat memiliki fisik yang sehat. Hanya saja mereka perlu dibina agar tidak mencari uang hanya melalui jalur meminta-minta,” sambungnya.

Untuk menekan angka keberadaan para PMKS, Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Namun demikian, peran serta masyarakat untuk turut membantu menekan angka anak jalanan, pengemis dan gelandangan dinilai akan lebih optimal.

“Kita bekerjasama dengan Satpol PP Bojonegoro untuk merazia anak punk, pengemis dan sejenisnya. Namun, yang lebih intens adalah Satpol PP lantaran hampir setiap hari mereka berpatroli,” tegas Dwi Harningsih.

Dwi Harningsih menjelaskan, bersedekah dan memberikan sumbangan, dapat dilakukan dengan cara lain yang lebih baik dan tepat sasaran seperti memberikan kepada badan amal dan zakat resmi.

“Berikanlah sumbangan pada lembaga yang resmi atau di tempat ibadah,” pungkasnya.[din/lis]

Tag : pengemis, gepeng

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat