22:00 . Antisipasi Aksi 22 Mei, Polres Bojonegoro Siaga di Stasiun   |   21:00 . Gandeng Pemuda NU, Ahbabul Musthofa Tebar Ta'jil di Kedungadem   |   20:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   19:00 . Viking Bojonegoro Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim   |   18:30 . Bersama Komunitas Offroad, Kapolres Bojonegoro Bagi Takjil   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |   16:00 . Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung   |   15:00 . Luas Tanam Bawang Merah Hingga 4 Bulan Capai 1.215 Hektar   |   14:00 . Sepakbola Awali Pagelaran Porprov di Bojonegoro   |   13:00 . Manasik Haji Kabupaten Dijadwalkan 19 Juni Mendatang   |   12:00 . Inilah Lowongan Pekerjaan yang Selalu Dinanti Saat Ramadan   |   11:00 . Sambang Pelajar, PKPT IAI Sunan Giri Kenalkan Aswaja Sejak Dini   |   10:00 . Dinas Pengairan : Jelang Kemarau, Sejumlah Embung Dinormalisasi   |   09:00 . Cegah Mobilisasi People Power, Polres Bojonegoro Razia Kendaraan   |  
Mon, 20 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 12 May 2019 10:00

Meskipun Sepi, Pedagang ini Tetap Bejualan di CFD

Meskipun Sepi, Pedagang ini Tetap Bejualan di CFD

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Car Free Day (CFD) di Bojonegoro kali ini terlihat berbeda dari biasanya. Jika biasanya banyak pedagang yang berjubel, bahkan sampai berebut tempat stan, pagi ini, Minggu (12/5/2019) hanya terlihat 2 pedagang saja di sisi timur Alun-alun Bojonegoro ini.

Salah satu pedagang piama baju daster, Keysa menuturkan, dirinya berangkat dari rumah di daerah Kauman, Bojonegoro sekitar pukul 05.00 WIB. Takut tidak dapat stan, maka ia putuskan untuk berangkat sepagi mungkin. Namun hingga pukul 06.00 WIB, yang biasanya ramai, ia mengaku hanya ada satu pedagang yang nyusul tepat di sampingnya.

"Biasanya itu kita mesti rebutan tempat, tapi Minggu ini malah tidak ada pedagang,"tuturnya kepada blokBojonegoro.com.

Mengenai suasana sepi pedagang ini, ia mengaku bersyukur. Selain tidak harus susah payah berebut tempat, masyarakat yang CFD juga bisa leluasa melihat daganganya. Sedikit saingan, karena hanya jualanya yang buka stan di sisi timur alun-alun.

"Memang tidak ada niatan libur, mengisi waktu sambil jualan lumayan dapat penghasilan daripada bengong di rumah.,"ungkapnya sambil tersenyum

Sementara Wiwin, warga asli Balen yang berjualan produk-produk herbal dari salah satu perusahan di Jogja menjelaskan, tidak ada alasan untuk tidak jualan. "Bekerja itu totalitas, tidak mengenal kompromi. Harus disiplin dan tetap berusaha dengan keras."ujar perempuan yang pernah menjadi pegawai di salah satu bank ini. [fin/ito]

Tag : cfd, ramadan, alun-alun, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat