21:00 . Cegah Penyebaran Covid-19, Nasdem Tergerak Semprot Desinfektan   |   20:00 . Tekan Penyebaran Corona, Jam Buka Pasar Tradisional Dibatasi   |   19:30 . Anggota DPRRI Apresiasi Pemuda Desa Tanggungan   |   19:00 . Warga Bojonegoro Bekerja di Daerah Zona Merah, Ikuti Aturan ini   |   18:00 . Update Hari ini, ODP di Bojonegoro Bertambah 8 Orang   |   17:00 . Jalan Diponegoro Jadi Kawasan Tertib Physical Distancing   |   16:30 . PD DMI Bojonegoro Himbau Takmir Lakukan ini di Tempat Ibadah   |   16:00 . Kreatif, Pemuda Tanggungan Buat Bilik Sterilisasi   |   15:30 . Bilik Sterilisasi Karya Pemuda Ngori-Ngraho   |   15:00 . Tanpa Pelayat, Jenazah PDP Balen Dimakamkan   |   14:00 . Dinkes Tunggu Hasil Lab PDP Asal Balen yang Meninggal   |   13:00 . Tiba di Bojonegoro, Satu Santri Tambakberas Suhu Tubuh Tinggi   |   12:00 . Lagi 126 Santri Putra Tambakberas Sampai di Bojonegoro   |   11:00 . 1 PDP Asal Balen Meninggal di RSUD Bojonegoro   |   10:00 . Dukung Pemkab, STIKes ICsada Kerahkan Mahasiswa   |  
Sat, 28 March 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 12 May 2019 10:00

Meskipun Sepi, Pedagang ini Tetap Bejualan di CFD

Meskipun Sepi, Pedagang ini Tetap Bejualan di CFD

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Car Free Day (CFD) di Bojonegoro kali ini terlihat berbeda dari biasanya. Jika biasanya banyak pedagang yang berjubel, bahkan sampai berebut tempat stan, pagi ini, Minggu (12/5/2019) hanya terlihat 2 pedagang saja di sisi timur Alun-alun Bojonegoro ini.

Salah satu pedagang piama baju daster, Keysa menuturkan, dirinya berangkat dari rumah di daerah Kauman, Bojonegoro sekitar pukul 05.00 WIB. Takut tidak dapat stan, maka ia putuskan untuk berangkat sepagi mungkin. Namun hingga pukul 06.00 WIB, yang biasanya ramai, ia mengaku hanya ada satu pedagang yang nyusul tepat di sampingnya.

"Biasanya itu kita mesti rebutan tempat, tapi Minggu ini malah tidak ada pedagang,"tuturnya kepada blokBojonegoro.com.

Mengenai suasana sepi pedagang ini, ia mengaku bersyukur. Selain tidak harus susah payah berebut tempat, masyarakat yang CFD juga bisa leluasa melihat daganganya. Sedikit saingan, karena hanya jualanya yang buka stan di sisi timur alun-alun.

"Memang tidak ada niatan libur, mengisi waktu sambil jualan lumayan dapat penghasilan daripada bengong di rumah.,"ungkapnya sambil tersenyum

Sementara Wiwin, warga asli Balen yang berjualan produk-produk herbal dari salah satu perusahan di Jogja menjelaskan, tidak ada alasan untuk tidak jualan. "Bekerja itu totalitas, tidak mengenal kompromi. Harus disiplin dan tetap berusaha dengan keras."ujar perempuan yang pernah menjadi pegawai di salah satu bank ini. [fin/ito]

Tag : cfd, ramadan, alun-alun, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 25 March 2020 23:00

    Waspada Corona, Jangan Panik

    Swadaya, MKP dan Warga Cangaan Semprot Disinfektan

    Swadaya, MKP dan Warga Cangaan Semprot Disinfektan Kelompok Pemuda Desa Canga'an "Muda Karya Perkasa" (MKP) Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro bersama masyarakat setempat melakukan penyemprotan disinfektan guna pencegahan virus Corona (Covid-19), Selasa (25/03/2020)...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat