06:00 . Lagi Tren, Ini Resep Donat Lumer Bomboloni   |   21:00 . DLH Bojonegoro Gelar Pembinaan Bank Sampah   |   20:00 . Salah Faham, Klarifikasi Kakek yang Diusir Karena Beda Pilihan Calon Kades   |   19:00 . Polemik Pengusiran Kakek Asal Kumpulrejo Hanya Salah Faham   |   18:30 . HUT, Bupati Bersama Pengurus PDIP Ziarohi Bung Karno   |   18:00 . Tingkatkan Minat Baca, Siswa SLB Kunjungi Perpusda   |   17:30 . Beda Pilihan Calon Kades, Kakek Diusir   |   17:00 . Musim Hujan, Disnakkan Minta Peternak Unggas Perlu Waspada 2 Penyakit ini   |   16:00 . BKPP: Status SN Masih Diberhentikan Sementara   |   15:00 . Tak Kunjung Turun, Harga Cabai Malah Melambung Hingga Rp72.000 per Kilogram   |   14:00 . Diduga Beda Pilihan Pilkades, Kakek 80 Tahun Diusir dari Rumah   |   13:00 . Talkshow: Cerita Inspiratif Founder Drone Emprit Asal Desa - Part 2   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Bakal Gelar Tes Simulasi CAT CPNS   |   11:00 . 3 Lowongan Kepala Dinas Masih Sepi Pendaftar   |   10:00 . 2019 Target Pengunjung Perpusda Terpenuhi Dominasi Usia 17-25 Tahun   |  
Wed, 22 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 13 May 2019 20:00

Inkonstitusional, FKUB dan MUI Serukan Tolak People Power

Inkonstitusional, FKUB dan MUI Serukan Tolak People Power

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com- Tahapan demi tahapan Pemilu 2019 telah usai, selanjutnya menunggu hasil rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara dari KPU RI. Namun secara umum pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Bojonegoro berjalan aman dan lancar. 

Meski tahapan demi tahapan telah usai akan tetapi dua kubu Calon Presiden dan Wakil Presiden itu saling mengklaim sama meraih kemenangan, sehingga nantinya akan berdampak adanya saling tuduh berbuat kecurangan antar kubu sehingga sempat muncul adanya wacana people power yang akhirnya membuat masyarakat semakin bingung.

Melihat wacana itu, Ketua FKUB Bojonegoro, KH Alamul Huda Mashur mengimbau kepada masyarakat lebih bersabar yakni sabar menunggu hasil resmi dari KPU sehingga masyarakat tidak mudah terpancing dengan adanya isu people power yang berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa. 

"Selain itu, people power tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan atau inkonstitusional," terangnya Ketua FKUB yang juga sebagai Pengasuh Ponpes Al Rosyid itu.

Kiai yang biasa disapa Gus Huda itu mengajak untuk hindari people power dan selalu menjaga Kamtibmas untuk bangsa Indonesia dan NKRI, dan janganlah perbedaan yang ada jangan sampai menjadikan perpecahan.

Di sisi lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, KH Djauhari Hasan, mengajak seluruh tokoh agama dan seluruh organisasi kemasyarakatan Islam dan organisasi kepemudaan Islam untuk saling menghormati, "satukan perbedaan serta mengajak untuk menghindari people power," tambahnya.

Lanjut, KH Djauhari Hasan juga mengajak masyarakat untuk mempercayakan seluruh proses tahapan pemilu kepada institusi yang berkompeten sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Bojonegoro.

"Mari tingkatkan persaudaraan dan ukhuwah, baik ukhuwah islamiah, watoniah dan basariah, mudah-mudahan bangsa Indonesia senantiasa diridhoi oleh Allah SWT," tutup KH Djauhari Hasan.[saf/lis]

 

Tag : people power, mui, fkub


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat