02:00 . Lewat Jembatan, Kepala Truk Terpisah   |   01:30 . Rela Menunggu Demi Lihat Truk Lewat   |   01:00 . Unik, Lintasi Jembatan Kendaraan Tanpa Kepala   |   00:30 . Tunggu Alat Berat JTB Lewat, Warga Antre di Pinggir Jalan   |   00:00 . Tanpa Kepala, Alat Berat Lintasi Jembatan   |   23:30 . Pantau Lintasan Jembatan di Komputer   |   23:00 . Start Pukul 22.00 WIB, Jalanan Macet   |   22:00 . Detik-detik Menegangkan Ibu Muda Melahirkan di Hutan   |   21:00 . Lho...! Truk Parkir Pembawa Rejeki   |   20:00 . Penuh Sesak 'Wisata Dadakan' Alat Jumbo Parkir   |   19:00 . Novel Pulang ke Desa Diapresiasi Menteri PDTT   |   18:30 . Dishub : Tak Ada Pengamanan Saat Absorber Melintas di Kota Bojonegoro   |   18:00 . Pedagang dan Mainan Merihkan 'Wisata' Alat Berat   |   17:00 . Wisata Dadakan, Ribuan Warga Lihat Alat Berat   |   16:30 . Berjubel Hanya Ingin Lihat Alat Berat Parkir   |  
Sat, 07 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 13 May 2019 20:00

Inkonstitusional, FKUB dan MUI Serukan Tolak People Power

Inkonstitusional, FKUB dan MUI Serukan Tolak People Power

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com- Tahapan demi tahapan Pemilu 2019 telah usai, selanjutnya menunggu hasil rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara dari KPU RI. Namun secara umum pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Bojonegoro berjalan aman dan lancar. 

Meski tahapan demi tahapan telah usai akan tetapi dua kubu Calon Presiden dan Wakil Presiden itu saling mengklaim sama meraih kemenangan, sehingga nantinya akan berdampak adanya saling tuduh berbuat kecurangan antar kubu sehingga sempat muncul adanya wacana people power yang akhirnya membuat masyarakat semakin bingung.

Melihat wacana itu, Ketua FKUB Bojonegoro, KH Alamul Huda Mashur mengimbau kepada masyarakat lebih bersabar yakni sabar menunggu hasil resmi dari KPU sehingga masyarakat tidak mudah terpancing dengan adanya isu people power yang berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa. 

"Selain itu, people power tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan atau inkonstitusional," terangnya Ketua FKUB yang juga sebagai Pengasuh Ponpes Al Rosyid itu.

Kiai yang biasa disapa Gus Huda itu mengajak untuk hindari people power dan selalu menjaga Kamtibmas untuk bangsa Indonesia dan NKRI, dan janganlah perbedaan yang ada jangan sampai menjadikan perpecahan.

Di sisi lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, KH Djauhari Hasan, mengajak seluruh tokoh agama dan seluruh organisasi kemasyarakatan Islam dan organisasi kepemudaan Islam untuk saling menghormati, "satukan perbedaan serta mengajak untuk menghindari people power," tambahnya.

Lanjut, KH Djauhari Hasan juga mengajak masyarakat untuk mempercayakan seluruh proses tahapan pemilu kepada institusi yang berkompeten sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Bojonegoro.

"Mari tingkatkan persaudaraan dan ukhuwah, baik ukhuwah islamiah, watoniah dan basariah, mudah-mudahan bangsa Indonesia senantiasa diridhoi oleh Allah SWT," tutup KH Djauhari Hasan.[saf/lis]

 

Tag : people power, mui, fkub


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat