10:00 . PC PMII Bojonegoro Ajak Pemkab Diskusi Masalah KPM   |   07:00 . 7 Cara Sederhana Memulai Pola Hidup Sehat   |   22:00 . PC PMII Bojonegoro Pertanyakan Hasil Kunjungan Bupati   |   21:00 . Dispora Buka Relawan Porprov Jawa Timur di Bojonegoro   |   20:00 . 9 Bakal Calon Kepala Desa Mundur, 2 Tak Lolos Administrasi   |   19:00 . TAB, Pemprov Gratiskan Seragam dan SPP untuk SMA-SMK?   |   18:00 . Jumlah DPT Pilkades Serentak Capai 428,437 Pemilih   |   17:00 . 270 Ahli Waris Menerima Dana Kematian dari Pemkab Bojonegoro   |   16:00 . Peternak Kerbau Beralih Sapi, inilah Faktornya   |   15:00 . Masa Kampanye, DPMD Berharap Cakades Tidak Profokatif   |   14:00 . 36 PNS di Bojonegoro Terima SK Pensiun   |   13:00 . Pemkab Targetkan Sertifikasi Aset - aset Pembelian Sejak 1997-2018   |   12:00 . Satu SMK di Bojonegoro Jadi Pilot Project Menko Perekonomian RI   |   11:00 . Populasi Kerbau di Bojonegoro Setiap Tahun Terus Menurun   |   10:00 . Walaupun Hasilnya Sama, Pilkades Hanya Digelar Satu Putaran   |  
Wed, 19 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 17 May 2019 19:00

Dugaan Kasus Korupsi Kepala Inspektorat Bojonegoro

Tanah Milik Kepala Inspektorat di Lumajang Disita Kejari

Tanah Milik Kepala Inspektorat di Lumajang Disita Kejari

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Asset senilai ratusan juta milik tersangka kasus dugaan kasus korupsi anggaran dana biaya auditor internal Inspektorat 2015-2017 Syamsul Hadi telah disita oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro. Penyitaan asset milik tersangka itu telah dilakukan usai kepala Inspektorat ditetapkan menjadi tersangka.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Achmad Fauzan mengatakan asset yang disita oleh Kejari itu berupa tanah yang diatas tanah tersebut telah dibangun cafe, tanah yang disita itu letak lokasinya di Kota Lumajang.

"Kalau untuk total nilainya asset yang disita itu berkisar Rp600 juta," terang Fauzan kepada blokBojonegoro.com.

Saat disinggung adakah asset lain yang bakal disita kembali? Fauzan mengungkapkan untuk sementara asset milik tersangka yang disita baru tanah di Kota Lumajang, pasalnya nilai tanah yang disita itu sudah dirasa cukup untuk mengembalikan asset kerugian negara.

"Ya, kalaupun asset itu dirasa masih kurang untuk mengembalikan asset negara itu, pastinya pihaknya akan menyita asset milik tersangka," cakap Fauzan.

Seperti dikethui, Kepala Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Syamsul Hadi ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) atas dugaan korupsi, Kamis (25/4/2019) lalu. Tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi karena telah mengakibatkan kerugian negara sekitar 1,7 miliar pada tahun anggaran 2015-2017. Sementara, untuk saat ini tersangka di tahanan Lapas Kelas IIA Bojonegoro untuk menjalani proses hukum. [saf/lis]

 

 

 

 

Tag : inspektorat, korupsi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 June 2019 08:00

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek

    IPNU-IPPNU Temayang Gelar Grand Finas Festival Oklek Mengambil tema "Pelajar Millineal Menjaga Tradisi Budaya Lokal" Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Temayang gelar grand final Festival Oklek Ke-7,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 24 May 2019 13:00

    Apprentice Program PEPC 2019

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak

    Akan Ditutup, Pendaftar Beasiswa Diploma Membludak Beberapa jam lagi menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pelamar beasiswa pendidikan diploma guna menjaring Calon Operator Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC). Hingga Jumat (25/4/2019) pagi...

    read more