14:00 . Triwulan Empat, 851 Klaim Asuransi Diterima Jasa Raharja   |   12:00 . Peran Guru Tangkal Radikalisme   |   11:00 . Pelatih Persibo Berharap Suporter Tetap Berangkat Ke Gresik   |   08:00 . Panggil Diknas, DPRD Akan Kawal Sampai Pusat   |   07:00 . Tips Berpakaian di Cuaca Panas Untuk Hijaber   |   21:00 . Cak Nun Jawab Gamblang Semua Pertanyaan   |   20:00 . Ratusan Sapi Produktif Dipamerkan, Yuk Lihat   |   19:00 . Sinau Bareng Cak Nun   |   18:00 . Ingin Turut Kembangkan Ekonomi Syariah   |   17:00 . Datangi DPRD, PPPK Diknas Bojonegoro Minta Kejelasan   |   16:00 . Bupati Ajak Tingkatkan Protein Hewani dengan Minum Susu   |   15:00 . Menjadi Guru PAI, Bagi Irma Lutfiana adalah Tanggungan Moral Anak   |   14:00 . Inilah Juara Lomba Sapi Betina Produktif dan Gelar Panen Pedet 2019   |   13:00 . Bupati Targetkan Bojonegoro Bisa Duduki Nomor Dua Populasi Sapi Se-Jatim   |   12:00 . Bupati Melihat Sapi yang Mendapat Juara   |  
Thu, 17 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 20 May 2019 15:30

Sidak DLH, Minta Manajemen Koperasi Kareb Perbaiki AMDAL

Sidak DLH, Minta Manajemen Koperasi Kareb Perbaiki AMDAL

Kontributor: Mokhamad Arifin 

blokBojonegoro.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada Senin (20/5/2019), sekira pukul 11.00 WIB di Koperasi Kareb Redrying, Jalan Basuki Rahmat, Sukorejo. Dalam sidak ini, DLH meminta pihak manajemen untuk memperbaiki dokumen operasi dan bangunan. 

Kepala Dinas DLH Bojonegoro, Nurul Azizah menjelaskan, dilaksanakan Sidak karena mendapatkan laporan terkait hal tersebut. Sehingga, pihaknya langsung meninjau lokasi koperasi kareb yang bergerak dalam bidang pengelolaan hasil tembakau.

"Hal ini merupakan upaya pengawasan dari DLH di sebuah usaha yang dimana mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup di Bojonegoro," tuturnya

Beberapa pelanggaran yang ditemukan saat sidak, yaitu berupa tinggi minimal cerobong asap dan dokumen terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di Koperasi Kareb. Untuk tinggi minimal, seharusnya cerobong memiliki tinggi 22 meter, namun saat ini cerobong hanya berukuran 16 meter. 

"Produksi tembakau di sini sudah tergolong besar, jadi fasilitas operasi pun juga harus distandarkan,"jelasnya kepada blokBojonegoro.com 

Mengenai sanksi, Bu Nurul sapaan akrabnya menambahkan sementara ini hanya peringatan resmi, sekaligus menunggu hasil uji lab dari DLH mengenai pencemaran asap. Ia juga tidak menyangkal, jika terjadi pelanggaran berat, maka bisa jadi operasi dapat diberhentikan.

"Kami sudah bicara dengan manajemen, InsyaAllah ini juga mau liburan, pihak manajemen konfirmasi akan menggunakan waktu tersebut untuk perbaikan," pungkas Bu Nurul. [fin/lis]

Tag : sidak, kareb, amdal

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat