22:00 . Pedagang 3 Pasar di Rapid Test, 2 Orang Rekatif   |   21:00 . Sekarang Urus Administrasi, e-KTP, KK, Akte Bisa dari Rumah   |   20:00 . Total 3 Orang Sembuh Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Kanor Zona Merah, Baureno Tambah 3 Positif   |   18:00 . Warga Talok Manfaatkan Bantaran Bengawan Solo untuk Ditanami Ale   |   17:00 . Reaktif, 2 Pedagang Pasar Baureno Diisolasi ke BLK   |   16:00 . Rapid Tes RS Swasta Tak Diakui   |   15:00 . Inilah Hasil Lengkap Rapid Test 3 Pasar   |   14:00 . Pedagang Pasar Sumberrejo Ikuti Rapid Test   |   13:00 . Sempat Ketakutan, Pedagang Sambut Positif Rapid Test   |   12:00 . Disdik Rumuskan Kebijakan Normal Baru di Sekolah   |   11:00 . Ditemukan Meninggal, Korban Terseret Sejauh 8 Kilometer   |   10:00 . Diduga Takut, Banyak Pedagang Pasar Sumberrejo Tutup Stand   |   09:00 . Kades Sukorejo, Pasar Krempyeng Dipindah Sudah Difikirkan Matang   |   08:00 . Pedagang Tiga Pasar Tradisional di Rapid Test   |  
Sun, 31 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 20 May 2019 15:30

Sidak DLH, Minta Manajemen Koperasi Kareb Perbaiki AMDAL

Sidak DLH, Minta Manajemen Koperasi Kareb Perbaiki AMDAL

Kontributor: Mokhamad Arifin 

blokBojonegoro.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada Senin (20/5/2019), sekira pukul 11.00 WIB di Koperasi Kareb Redrying, Jalan Basuki Rahmat, Sukorejo. Dalam sidak ini, DLH meminta pihak manajemen untuk memperbaiki dokumen operasi dan bangunan. 

Kepala Dinas DLH Bojonegoro, Nurul Azizah menjelaskan, dilaksanakan Sidak karena mendapatkan laporan terkait hal tersebut. Sehingga, pihaknya langsung meninjau lokasi koperasi kareb yang bergerak dalam bidang pengelolaan hasil tembakau.

"Hal ini merupakan upaya pengawasan dari DLH di sebuah usaha yang dimana mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup di Bojonegoro," tuturnya

Beberapa pelanggaran yang ditemukan saat sidak, yaitu berupa tinggi minimal cerobong asap dan dokumen terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di Koperasi Kareb. Untuk tinggi minimal, seharusnya cerobong memiliki tinggi 22 meter, namun saat ini cerobong hanya berukuran 16 meter. 

"Produksi tembakau di sini sudah tergolong besar, jadi fasilitas operasi pun juga harus distandarkan,"jelasnya kepada blokBojonegoro.com 

Mengenai sanksi, Bu Nurul sapaan akrabnya menambahkan sementara ini hanya peringatan resmi, sekaligus menunggu hasil uji lab dari DLH mengenai pencemaran asap. Ia juga tidak menyangkal, jika terjadi pelanggaran berat, maka bisa jadi operasi dapat diberhentikan.

"Kami sudah bicara dengan manajemen, InsyaAllah ini juga mau liburan, pihak manajemen konfirmasi akan menggunakan waktu tersebut untuk perbaikan," pungkas Bu Nurul. [fin/lis]

Tag : sidak, kareb, amdal


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat