12:00 . Doa Bersama Sambut UNBK   |   11:00 . Kembangkan Potensi Lokal, Ajari Siswa dan Masyarakat Membatik   |   10:00 . Tes Lelang Jabatan Kadin Tahap II Diundur   |   09:00 . Intoleransi Agama dan Solusinya   |   08:00 . Dua Bulan Beraksi, Belasan Mobil Digelapkan   |   07:00 . Yang Bisa Anda Lakukan untuk Membantu Anak Berteman   |   20:00 . Peringati HPSN, SMPN 6 Gelar Gerebek Sampah   |   19:00 . Gunakan Kunci T, Komplotan Curanmor Beraksi saat Hiburan Elekton   |   18:00 . Harga Jual Dan Buyback Logam Mulia Merangkak   |   17:00 . Kembangkan Skill, SMK Pemuda Taruna Bojonegoro Luncurkan SMK MINI   |   16:00 . Musim Tanam, Petani Dominasi Agunan Ajuan Gadai   |   15:00 . Rp38 M untuk Peningkatan Fasilitas Sekolah   |   14:00 . Pengangkatan PPPK Belum Jelas   |   13:00 . Judi saat Pilkades, Dua Orang Diamankan   |   12:00 . Jogging Track Tingkatkan Kesehatan Sekaligus Kenyamanan Warga   |  
Sat, 22 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 24 May 2019 11:00

Dapurane Tia, Wisata Kuliner Kedungadem

Dapurane Tia, Wisata Kuliner Kedungadem

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Keberhakan bulan suci Ramadan sangat dirasakan oleh para pedagang, terutama pedagang makanan dan minuman. Selain tingkat konsumtif yang meningkat, masyarakat biasanya juga memiliki kriteria tersendiri untuk menikmati kuliner saat buka puasa, baik rasa maupun konsep tempat yang ditawarkan.

Di Kecamatan Kedungadem, terdapat salah satu warung yang menyuguhkan konsep menarik. "Dapurane Tia", dikonsep menggunakan material dari kontainer, minimalis dan millenialis selalu menjadi jujukan saat berbuka puasa. Bukan hanya dari anak muda, warung ini juga kerap dikunjungi satu keluarga untuk buka bersama.

"Bisa dijadikan alternatif kuliner masyarakat sini, jadi Kecamatan Kedungadem kan juga jauh dari Kota Bojonegoro," tutur owner Dapurane Tia, Ristia Afifi.

Konsep kontainer ini, Tia menjelaskan karena terinspirasi dari berbagai macam konsep kuliner di kota yang ia kunjungi. Berhubung di Kecamatan Kedungadem belum ada, maka ia berfikir kenapa tidak menerapkan konsep serupa di tempatnya tinggal. Ternyata idenya itu berhasil, dan saat ini rata-rata jumlah pengunjung setiap hari bisa mencapai 80 hingga 100 orang.

"Pada dasarnya memang suka kuliner, jadi ya bisnisnya juga kuliner," jelasnya

Menu yang ditawarkan warung "Dapurane Tia" juga beragam. Cukup dengan haraga Rp10 ribu sampai Rp15 ribu, masyarakat Kedungadem bisa menikmati kuliner ini. Dari bisnis ini, warung "Dapurane Tia" bisa meraup keuntungan hingga Rp2 juta setiap harinya.

"Menu spesialnya ayam krispi penyet sama pizza. Sedangkan saat ramadan, kita biasa membuat asinan Bogor, " ujarnya kepada blokBojonegoro.com .

Sedangkan menurut salah satu pengunjung, Chinkya Handriana dari Desa Drokilo, Kedungadem mengatakan, selain konsep, rasa masakan juga mendapatkan acungan jempol. Menu yang paling disukainya yaitu ayam krispi penyet atau istilah lain dari ayam geprek.

"Tidak perlu jauh-jauh ke Kota Bojonegoro, di Kecamatan Kedungadem kita juga bisa menikmati konsep yang asik ini,"pungkas Chinkya. [fin/ito]

Tag : Dapurane, kia, kedungadem, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat