13:00 . Pekan Madaris Kecamatan Kanor Sukses Digelar   |   12:00 . Muslimat-Fatayat NU Kanor Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Dhuafa   |   11:00 . Entas Kemiskinan, Pembangunan 856 RTLH Digenjot   |   08:00 . Virginia dan Jawa Tetap Jadi Pilihan Petani Tembakau Bojonegoro   |   07:00 . Bolehkah Ibu Hamil Mengunyah Permen Karet?   |   20:30 . Meriahnya Pensi Pekan Madaris di Kanor   |   20:00 . UNUGIRI Bertekad Ciptakan SDM Terampil   |   19:00 . Dewan Pendidikan: Kekerasan di Lingkungan Sekolah Masih Kerap Terjadi   |   18:00 . Komitmen Ciptakan SRA di Bojonegoro Masih Minim?   |   17:00 . Bantu Pantau Lalu Lintas, Dishub Tambah Empat CCTV Rp360 Juta   |   16:00 . Lazisnu Bojonegoro Bantu Korban Kebakaran di Kedungadem   |   15:00 . Persibo Fokus Buru Pemain Tengah dan Belakang   |   14:00 . Diduga Selang Regulator LPG Bocor, Rumah di Desa Deru Hangus   |   13:00 . Tantangan Makin Berat, Wisudawan Harus Tetap di Jalan Amar Ma'ruf Nahi Munkar   |   12:00 . Pers Mahasiswa se-Madura ikuti Pelatihan Cek Fakta AJI   |  
Sun, 22 September 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 07 June 2019 13:00

320 Orang Terserang DBD, Diprediksi Akan Terus Bertambah

320 Orang Terserang DBD, Diprediksi Akan Terus Bertambah

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Wabah Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro masih merajalela. Pasalnya, ada ratusan penderita penyakit yang disebabkan Nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro mencatat, hingga bulan Mei 2019, angka penderita penyakit DBD di Bojonegoro telah mencapai 320 orang dan diperkirakan masih akan terus bertambah. Ratusan penderita DBD tersebut menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Bojonegoro.

"Pada bulan Januari ada 223 kasus dan 4 meninggal, Februari ada 58 kasus, 1 meninggal, Maret 14 orang, April 16 orang dan Mei 9 orang," kata Kasi Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Bojonegoro, Wheny Dyah.

dr Wheny menjelaskan, kondisi pasien DBD berbeda-beda. Ada yang parah hingga harus dirawat inap, ada pula yang sedang hingga ringan sehingga tidak sampai dirawat intensif. Meski demikian, dia meminta warga untuk terus memerhatikan kondisi kesehatannya.

"Kita lihat (penurunan) trombositnya drastis, (ada yang) di bawah 100. Untuk menjaga agar tidak pendarahan, syok, harusnya dirawat di rumah sakit," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Hal ini bertujuan guna mengantisipasi berkembangnya jentik Nyamuk Aedes Aegepti yang dapat menyebabkan penyakit DBD.

"Kami mengimbau kepada warga agar terus kerja bakti untuk memberantas jentik nyamuk yang menyebabkan penyakit DBD. Kami juga berharap warga berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan," lanjutnya.

Perlu dicatat juga, perkembangan Nyamuk Aedes Aegepti sebenarnya tidak terjadi pada musim penghujan saja. Musim kemarau sebenarnya juga  berpeluang kuat, asalkan ada penyimpanan air yang tidak tertutup dengan rapat.

"Musim kemarau sangat kemungkinan juga, sebab banyak masyarakat yang menyimpan air untuk kebutuhan kemarau, sehingga harus benar-benar perhatikan," pesannya kepada blokBojonegoro.com.[din/lis]

Tag : dbd, nyamuk

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat