17:00 . Harga Logam Mulia, Hari Ini Dibuka Naik Rp 2.000 per Gram   |   16:00 . Sanksi Penunggak BPJS Kesehatan, Tak Bisa Mengurus Pelayanan Publik   |   15:00 . PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Libatkan Stekholder Latih PKDB   |   14:00 . 2.700 Pendaftar CPNS Sudah Tentukan Formasi Pilihannya   |   13:00 . Kodim Bojonegoro Gelar Lomba Menjahit Disabilitas   |   12:00 . Tingkatkan Kecerdasan Motorik Anak Melalui Baby Spa   |   11:00 . 4 Proyek Strategis Hulu Migas di Jabanusa ini Diharapkan Sesuai Jadwal   |   10:00 . Sisi Lain Bisnis Pet Shop, Merawat Hewan Peliharaan Seperti Anak Sendiri   |   09:00 . Gagal Lelang, Hingga Kini Pembagian Seragam Gratis SMA/SMK Belum Jelas   |   08:00 . Dinsos Anggarkan Bantuan Bagi 500 Penyandang Disabilitas Berat   |   07:00 . Mimpi Basah di Tempat Umum Punya 2 Arti, Ini dan Itu....   |   06:00 . Asyik..! Family Gathering Kampus Ungu di Jogja   |   22:00 . Tingkatkan Kepuasan Pelayanan, Satlantas Polres Bojonegoro Resmikan Gedung Baru   |   21:00 . Sebelum Injeksi Sumur, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field Gelar Sosialisasi   |   20:00 . Air Tidak Keluar, Warga Desa Ini Kompak Turunkan Mesin Pompa Air   |  
Wed, 20 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 08 June 2019 06:00

Kata “Wayahe... Wayahe...” Syahdu Saat Lebaran

Kata “Wayahe... Wayahe...” Syahdu Saat Lebaran

Kontributor: Maulina Alfiana

blokBojonegoro.com – Ketika anjang sana saat lebaran Idul Fitri berlangsung, kata “Wayahe... Wayahe...” yang khas diucapkan penjual pentol Sejati, Ngadino, ternyata cukup familier didengar.

Beberapa akun di media sosial, terutama Facebook dan WhatsApp (WA) banyak memposting dengan ditambah minta maaf.

Wayahe wayahe, wayahe njaluk sepuro (waktunya minta maaf),” tulis akun Abdul Rokim di Facebook.

Tulisan tersebut telah dibagikan puluhan kali. Begitupula yang ditulis pemilik akun Faisal. “Wayahe mangan jajan (waktunya makan snack)”.

Bukan hanya itu saja, anak-anak yang tengah berlebaran juga sering melontarkan celotehan kata tersebut. Ada yang bilang: wayahe mangan (waktunya makan), wayahe ngemil, dan lain-lain.

“Iya, sering mendengar kata wayahe saat lebaran. Mungkin karena masih viral wayahe,” jelas Presiden Syekher Mania Bojonegoro, Abdul Rouf Mubarrok. [lin/ito]

Tag : wayahe, bojonegoro, lebaran, pentol, viral

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat