21:00 . Gubernur Jatim Siap Hadir pada Pelantikan Pengurus AMSI   |   20:00 . Kerugian Ditaksir Capai Rp10 M, Pedagang Pasar Kepohbaru Direlokasi   |   19:00 . Diskusi Reboan Bahas Kesejahteraan Masyarakat dan Pelestarian Hutan   |   18:00 . Penyelenggara Vaksinasi Diminta Pastikan Tenaga Kesehatan Sudah Divaksin   |   17:00 . Tokoh Lintas Agama Divaksin Covid 19 di Masjid Istiqlal   |   16:00 . Ujian Ditiadakan, Berikut Persyaratan Kelulusannya   |   15:00 . Siasati Harga Cabai Rawit yang Sedang Naik, Konsumen Beralih ke Cabai Kering   |   14:00 . Korban Saldo BRI Hilang Bertambah, Warga Balen Kehilangan 5 Juta Rupiah   |   13:00 . Upaya Kesejahteraan Masyarakat dan Pelestarian Hutan, IDFoS Gelar Diskusi Reboan   |   12:00 . Vaksinasi Tahap 2, Bojonegoro Terima 1.994 Vial Vaksin   |   11:00 . Upaya Skrining untuk Memastikan Pelaku Perjalanan Internasional dalam Keadaan Sehat   |   10:00 . Dampak Positif PPKM Jawa - Bali Dialami Sebagian Besar Wilayah   |   09:00 . Kesembuhan Covid-19 Bertambah Mencapai 1.104.990 Orang   |   08:00 . 4 Fungsi Posko Jaga Desa saat PPKM Mikro   |   07:00 . 12 Perilaku Sederhana untuk Tingkatkan Kesuburan Perempuan Usia 30 Tahunan   |  
Thu, 25 February 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tak Ada Air, Petani di Balen Terancam Gagal Tanam

blokbojonegoro.com | Sunday, 09 June 2019 08:00

Tak Ada Air, Petani di Balen Terancam Gagal Tanam

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Beberapa petani di Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan ketersediaan air yang sulit didapat. Pasalnya para petani khawatir tanaman padi mereka terancam gagal panen.

"Sulit dapat air, karena seharusnya tanaman padi membutuhkan air yang cukup," kata salah seorang petani, Mustahal kepada blokBojonegoro.com, Minggu (9/6/2019).

Bahkan petani asal Desa Lengkong Kecamatan Balen itu menyebut, untuk air di wilayah hulu misalkan Desa Suwaloh dan Kemamang, air di irigasi begitu melimpah. Sedangkan daerahnya (Desa Lengkong) kesulitan air.

"Ada sedikit air, sudah habis didiesel petani. Untuk mendapatkan air yang bisa mengaliri harus berebut dengan petani lain," keluhnya.

Hal senada juga dirasakan petani lain, Ghofar yang kesulitan air buat tanaman padi. "Padahal usia tanaman sudah 50 hari, saatnya membutuhkan air. Supaya tidak gagal tanam," ungkapnya.

Dia berharap, selain segera turun hujan, pemerintah juga perhatian terhadap nasib petani. Jangan sampai petani merugi karena gagal panen. "Bantuan dari pemerintah sangat kita harapkan," pungkasnya.

Tampak lahan pertanian mengalami kekeringan karena tidak adanya ketersediaan air. Selain itu para petani harus berjaga setiap malam menunggu air mengalir di irigasi, untuk dialirkan kelahan pertanian menggunakan mesin diesel. [saf/mu]

Tag : padi, sawah, petani


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat