17:00 . Dana Tak Terduga untuk Bantuan Bencana Rp1,3 M   |   16:00 . Rp750 Juta, Disperta Buat Sumur Bor di 5 Titik Tahun 2020   |   15:00 . EMCL Gelar Seminar Pemanfaatan Platform Berita Digital Kepada PBG Tuban   |   14:00 . Setelah Turun, Harga Cabai Mulai Naik   |   12:00 . Siswi SMKN I Sabet Juara Lomba Desain Batik Bengawan dan Kayangan Api   |   08:00 . BPKAD: Pemkab Transparan Kelola Keuangan   |   07:00 . Membiarkan Balita Bilang 'Enggak Mau' Ternyata Ada Manfaatnya   |   21:00 . Selamat Jalan Dek Kamila   |   19:00 . Bangunan Misterius Muncul di Bengawan Solo   |   16:00 . Wisata Kracakan Niagara Mini dan Rajut yang Tembus Amerika   |   15:00 . Polsek Kota dan Dishub Gelar Pembinaan Bagi Operator Perahu   |   14:00 . Pemerintah Tetap Pakai Skema Bagi Hasil Gross Split di Sektor Migas   |   13:00 . PMII Desak Bupati Jelaskan Uang Rakyat yang Didepositokan Rp2,9 T   |   12:00 . Aksi Mahasiswa Bojonegoro Soroti Silpa Tahun 2018   |   10:00 . DPRD Datangi Rumah Korban Dugaan Malpraktik RSUD Bojonegoro   |  
Sat, 16 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 10 June 2019 21:00

Pantang Menyerah, Begini Cerita Mahasiswi Pembuat Kue Kering

Pantang Menyerah, Begini Cerita Mahasiswi Pembuat Kue Kering

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Bermula dari kesukaannya dengan berbagai macam kue kering sejak kecil, Mia Nur Fadhilah, Mahasiswi IKIP PGRI Bojonegoro mulai belajar membuat beraneka macam kue kering yang kini laris manis diserbu pembeli untuk suguhan lebaran.

Perempuan yang kerap disapa Mia tersebut mengaku, mulai belajar membuat kue kering sejak dirinya duduk di bangku SMA. Meskipun gagal berkali-kali sebab adonan yang terlalu keras, ia pun tidak pernah menyerah untuk mencoba dan bertanya-tanya kepada tetangga yang bisa membuat kue kering.

Mia mengaku mulai belajar membuat kue kering bersama ibunya yang juga suka masak, setelah gagal pun terus membujuk ibunya untuk membuat lagi dan lagi, hingga akhirnya ia dan ibunya bisa membuat kue kering yang nikmat.

"Dulu saat awal belajar cetakan yang saya gunakan pernah lepas karena adonan saya terlalu keras," ungkapnya sambil melempar senyum manis, menceritakan masa-masa belajar membuat kue.

Ia juga bercerita, awal mula mendapatkan resep kue kering tersebut dari teman ibunya, yang kemudian dipraktekan lagi hingga berhasil membuat kue kering dengan rasa yang nikmat, ditambah tekstur yang pecah dimulut plus bikin ketagihan.

Setelah berhasil membuat kue kering tersebut, tetangga dekatnya pun mulai memesan setelah ketagihan merasakan kue kering buatan gadis cantik asal Desa Deru Kecamatan Sumberrejo ini.

"Sejak itu, selalu ada pemesan kue kering, apalagi saat lebaran ini pesanan semakin membludak," imbuh Mia penuh bahagia.

Dari perhitungannya selama ramadhan, ia berhasil menjual sekitar 100 toples kue kering ukuran setengah kilogram, dengan berbagai jenis kue kering yang dijual mulai dari Rp15.000 hingga Rp20.000.

Bahkan Mia sempat kehabisan stok toples dan pembeli harus memesan jauh-jauh hari, sebab dalam proses pembuatan, ia hanya bersama ibunya, yang dalam sehari hanya bisa membuat kue kering seberat 3,5 kilogram.

"Berhubung saya kuliah mengambil jurusan ekonomi, makanya saya ingin menerapkan ilmunya di bidang kuliner ini," bebernya kepada blokBojonegoro.com. [aim/mu]

Tag : mia, Mia Nur Fadhilah, kue kering, usaha, mahasiswa, IKIP PGRI BOJONEGORO

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat