13:00 . Pekan Madaris Kecamatan Kanor Sukses Digelar   |   12:00 . Muslimat-Fatayat NU Kanor Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Dhuafa   |   11:00 . Entas Kemiskinan, Pembangunan 856 RTLH Digenjot   |   08:00 . Virginia dan Jawa Tetap Jadi Pilihan Petani Tembakau Bojonegoro   |   07:00 . Bolehkah Ibu Hamil Mengunyah Permen Karet?   |   20:30 . Meriahnya Pensi Pekan Madaris di Kanor   |   20:00 . UNUGIRI Bertekad Ciptakan SDM Terampil   |   19:00 . Dewan Pendidikan: Kekerasan di Lingkungan Sekolah Masih Kerap Terjadi   |   18:00 . Komitmen Ciptakan SRA di Bojonegoro Masih Minim?   |   17:00 . Bantu Pantau Lalu Lintas, Dishub Tambah Empat CCTV Rp360 Juta   |   16:00 . Lazisnu Bojonegoro Bantu Korban Kebakaran di Kedungadem   |   15:00 . Persibo Fokus Buru Pemain Tengah dan Belakang   |   14:00 . Diduga Selang Regulator LPG Bocor, Rumah di Desa Deru Hangus   |   13:00 . Tantangan Makin Berat, Wisudawan Harus Tetap di Jalan Amar Ma'ruf Nahi Munkar   |   12:00 . Pers Mahasiswa se-Madura ikuti Pelatihan Cek Fakta AJI   |  
Sun, 22 September 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 12 June 2019 19:00

Disdikda Bertanggung Jawab Jelaskan Perubahan Koordinat PPDB

Disdikda Bertanggung Jawab Jelaskan Perubahan Koordinat PPDB

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Perubahan titik koordinat saat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP tahun ajaran 2019/2020 dinilai meresahkan calon siswa yang lebih dekat. Sehingga Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Kabupaten Bojonegoro harus bertanggungjawab, menjelaskan terkait berubahan koordinat saat mendaftar tersebut.

"Dengan adanya perubahan koordinat mengurangi kan. Kalau Pagu semestinya tidak diterima, akan diterima karena perubahan koordinat itu," kata salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Menurut wali murid yang meminta dirahasiakan namanya itu menyebut pula, titik koordinat itu karena alasan pindah rumah dan mendapat rekomendasi dinas pendidikan. "Seharusnya Diknas harus selektif dan lebih transparan," ungkapnya.

Mantan Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Bambang Laras Mudji Satoto menyebut sebenarnya PPDB dengan sistem zonasi awalnya berjalan bagus di hari pertama dan kedua. Namun dihari ketiga harus tercoreng, sehingga wajar banyak masyarakat mempertanyakan itu.

Sebab perubahan atau revisi titik koordinat itu menjadi dasar diterima atau tidaknya siswa di sekolah yang dituju harus bisa dijelaskan alasannya. "ini semacam seperti akal-akalan agar bisa diterima disekolah yang dituju," jelas Ketua LSM Meliwis Putih itu.

Bimbing panggilannya menambahkan, jika banyak surat domisili baru diluar surat mutasi pekerjaan orang tua yang terbit menjelang penutupan pendaftaran. Padahal ada aturan Kartu Keluarga (KK) harus tertanggal setahun sebelum pendaftaran. "Sebab hal ini tentu tidak memenuhi rasa keadilan sesama pendaftar. Kenapa tidak diumumkan terbuka kalau boleh ganti koordinat atau boleh pakai surat domisili yang tidak sesuai Kartu Keluarga sejak awal sehingga fair," imbuhnya. [zid/lis]

Tag : ppdb, pendidikaan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat