22:00 . Sambut Milad, Rumah Sakit Aisyiyah Gelar Lomba Tahfidz   |   21:00 . Pemdes dan Kelompok Tani Ngadiluhur Balen Kendalikan Tikus   |   20:00 . Kurangi Pengangguran, Disperinaker Buka Job Fair 2019 Selama Dua Hari   |   19:00 . Disdikda Akui Atap Plafon Salah Satu SDN di Kecamatan Ngraho Ambrol   |   18:00 . Kodim 0813 Bojonegoro Gelar Pembinaan Wasbang Bersama Komponen Masyarakat   |   17:00 . Darurat Bencana, Puting Beliung Masih Mengintai Bojonegoro   |   16:00 . Peralihan Musim, Bojonegoro Status Waspada Angin Kencang   |   15:00 . Kodim Bojonegoro Buka Akses Jalan Pertanian di Desa Cancung   |   14:00 . Harga Logam Mulia Naik Rp 2.000 Per Gram   |   13:00 . Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang di Jalan Letu Suwolo   |   12:00 . 210 Pohon Rawan Tumbang di Bojonegoro Bakal Ditebang   |   11:00 . Awan Gelap di Atas Kota Bojonegoro   |   09:00 . Buruan Daftar Lebih Awal, ini Fasilitasnya   |   08:00 . Adu Kepala, Truk Tronton Pukul Mundur Bus   |   07:00 . Kacamata Kesehatan, Perawatan Terbaik untuk Mata   |  
Thu, 14 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 17 June 2019 07:00

Manfaat Menatap Mata Bayi

Manfaat Menatap Mata Bayi

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Siapa yang tidak gemas melihat ekspresi bayi dengan segala keluguannya. Beragam tingkah polah bayi, mulai dari tersenyum, tertawa, hingga berkedip mata menjadi aktivitas favorit untuk dilihat bagi banyak orang. Anda pun suka melakukannya kan, Moms?

Tapi cobalah untuk lebih sering menatap bayi, terutama menatap tepat di matanya. Ya Moms, karena ternyata manfaat besar yang bisa didapat dengan menatap mata bayi.

Hal ini diketahui dari hasil riset berjudul Speaker Gaze Increases Information Coupling Between Infant and Adult Brains. Riset yang diterbitkan pada jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) itu menyebutkan, kontak mata antara orang dewasa dan bayi akan membuat gelombang otak kedua belah pihak saling tersinkronisasi. Akibatnya, dengan menatap mata si bayi, kamu dapat membuka kualitas komunikasi yang lebih baik dengan bayi itu.

Hasil riset itu didapat berdasarkan dua kali eksperimen. Eksperimen pertama dilakukan dengan memberikan bayi-bayi itu tontonan video berisi orang dewasa yang sedang menyanyikan lagu anak-anak sambil menatap ke depan dan sambil menoleh atau berpaling.

Saat menonton video tersebut, kepala bayi dipasangi alat pemindai untuk mengukur aktivitas sel-sel saraf di dalam otaknya. Tak hanya si bayi, aktivitas otak orang dewasa yang menyanyi di dalam video itu pun sebelumnya sudah dipindai dan direkam.

Hasilnya, para peneliti menemukan gelombang otak bayi dan orang dewasa itu akan selaras ketika tatapan orang dewasa dalam video bertemu dengan tatapan si bayi. Hal itu tidak terjadi ketika si bayi menonton orang dewasa menyanyi dengan kepala dan tatapan yang berpaling sehingga tatapan mereka tidak saling bertemu.

Dalam eksperiman kedua, orang dewasa yang tadi ada di dalam video didudukkan langsung di dekat 19 bayi yang berbeda. Baik kepala bayi maupun orang dewasa sama-sama dipakaikan alat pemindai otak.

Hasilnya kembali serupa. Saat tatapan orang dewasa dan bayi saling bertemu, aktivitas otak mereka menjadi selaras. Sementara saat mata salah satu dari mereka berpaling sehingga tatapan mereka tak lagi bertemu, aktivitas otak mereka menjadi tak lagi selaras.

Sinkronisasi atau penyelarasan gelombang otak antara orang dewasa (orang tua) dengan bayinya dianggap sebagai hal yang penting. Sebab, menurut Victoria Leong yang menjadi peneliti utama dalam riset tersebut, sinkronisasi ini dapat membuat sinyal-sinyal mengalir lebih mudah di antara dua otak.

“Mekanisme ini dapat mempersiapkan orang tua dan bayi untuk berkomunikasi, dengan menyinkronkan kapan harus berbicara dan kapan harus mendengarkan, yang juga akan membuat pembelajaran menjadi lebih efektif,” ujar Leong yang berasal dari Departemen Psikologi University of Cambridge itu.

Menarik sekali ya, Moms! Jadi yuk, lebih sering menatap mata bayi tersayang.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat