08:00 . Panggil Diknas, DPRD Akan Kawal Sampai Pusat   |   07:00 . Tips Berpakaian di Cuaca Panas Untuk Hijaber   |   21:00 . Cak Nun Jawab Gamblang Semua Pertanyaan   |   20:00 . Ratusan Sapi Produktif Dipamerkan, Yuk Lihat   |   19:00 . Sinau Bareng Cak Nun   |   18:00 . Ingin Turut Kembangkan Ekonomi Syariah   |   17:00 . Datangi DPRD, PPPK Diknas Bojonegoro Minta Kejelasan   |   16:00 . Bupati Ajak Tingkatkan Protein Hewani dengan Minum Susu   |   15:00 . Menjadi Guru PAI, Bagi Irma Lutfiana adalah Tanggungan Moral Anak   |   14:00 . Inilah Juara Lomba Sapi Betina Produktif dan Gelar Panen Pedet 2019   |   13:00 . Bupati Targetkan Bojonegoro Bisa Duduki Nomor Dua Populasi Sapi Se-Jatim   |   12:00 . Bupati Melihat Sapi yang Mendapat Juara   |   11:00 . Tingkatkan Populasi Ternak dengan Lomba Sapi Betina Produktif   |   10:00 . Berkah Energi Pertamina, Inilah Lima Pemenangnya   |   09:00 . Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT   |  
Thu, 17 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 19 June 2019 12:00

Tak Mau Ditemui, Dinas Pertanian Pertanyakan Tuntutan PMII

Tak Mau Ditemui, Dinas Pertanian Pertanyakan Tuntutan PMII

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Puluhan massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro lebih memilih kembali saat akan ditemui oleh Plt Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Helmi Elisabet untuk memberikan kejelasan.

Para aktivis tersebut menganggap apa yang akan disampaikan oleh Plt Dinas Pertanian, tidak jauh berbeda dengan yang disampaikan oleh Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian sebelumnya, terkait proges dan kejelasan progam bupati tentang Kartu Petani Mandiri (KPM) plus.

Menanggapi hal tersebut, Plt Dinas Pertanian menanyakan kejelasan 3 tuntutan yang disampaikan oleh masa aksi. Sebab, pada saat audiensi dengan Dinas Pertanin Helmy Elisabet tidak bisa hadir karena sedang berada di Jakarta.

"Sebenarnya Dinas Pertanian sudah melakukan audiensi dengan PC PMII Bojonegoro dan waktu itu dihadiri oleh Kabid saya, Pak Sentot karena saya ada dinas di luar kota," ujar Helmi setelah masa membubarkan diri.

Terkait tuntutan untuk merevisi Perbup NO. 48 tahun 2018 pasal 5 dan pasal 7, tentang yang akan menerima KPM hanya kelompok tani, Helmi menjelaskan menurut undang-undang yang hanya bisa menerima dana hibah dalam hal ini KPM adalah kelompok saja dan itu sesuai dengan peraturan Menteri Pertanian.

"Kalau individu ya jelas ndak bisa lah," ucap Helmi.

Helmi juga menegaskan, menurut undang-undang petani juga diperbolehkan membuat kelompok tani, dengan catatan sesuai dengan apaya yang telah ditentukan. Sehingga, petani tidak perlu khawatir tidak menerima bantuan tersebut. 

Selain itu, Helmi juga menanyakan jumlah data petani yang tidak masuk dalam kelompok tani ada berapa. Menurutnya, di Bojonegoro belum ada petani mandiri dan jumlah petani juga sudah terdaftar dipertanian.

"Kalau ingin mengajukan pupuk bersubsidi kan harus melalui pendataan dulu to, dan itu sudah dilakukan oleh masing-masing desa," jelas Helmi.

Sedangkan menanggapi kejelasan tentang asuransi gagal panen masih dalam proses. Ia juga mengatakan pada tahun ini bakal ada 120 kelompok tani yang akan mendapat KPM dengan jumlah petani sebanyak 20.000 orang.

"Memang tahun ini baru ada 120 dari 1540 kelompok petani yang akan mendapat KPM, dan tahun depan kita sudah anggarankan 75 Miliyar untuk mengkafer sekitar 500 kelompok tani," tutupnya kepada blokBojonegoro.com.[din/lis]

 

Tag : pmii, demo

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat