20:00 . Forkopimcam Baureno Sinergi Bantu Korban Bencana   |   18:00 . Bappeda Gelar Lokakarya Expose tentang Sanitasi Air   |   17:00 . Kemenag Hanya Jalankan Aturan, Diska Wewenag PA   |   16:00 . Pilbox Peninggalan Belanda   |   15:00 . Melihat Tradisi Nyekar Jumat Pahing   |   14:00 . Senin, Peserta Lelang Jabatan Tes Wawancara   |   13:00 . Bulog Pastikan Mutu Beras di Bojonegoro Layak   |   12:00 . Per 15 Desember KA Argo Bromo Anggrek Berhenti di Stasiun Bojonegoro   |   11:00 . Mengenal Lala, Security Wanita Gedung Pemkab   |   10:00 . Komisi C DPRD Bojonegoro Berkunjung ke Kantor PEPC   |   09:00 . Melihat Pasar Hewan di Bojonegoro Selatan   |   08:00 . Pengajian, Moment Guyub Warga Desa   |   07:00 . Tips Pekerjaan: Begini Cara Atasi Baper di Kantor   |   20:00 . Emak Emak Modin Belajar Merawat Jenazah   |   19:00 . 7 Kecamatan ini Terkena Dampak Hujan Disertai Angin Kencang   |  
Sat, 14 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 30 June 2019 17:00

Empat Desa Sepakat, Batas Penambangan Pasir 30 Meter Dari Bibir Sungai

Empat Desa Sepakat, Batas Penambangan Pasir 30 Meter Dari Bibir Sungai

Kontributor : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pasca pengusiran penambang pasir di sungai Bengawan Solo, oleh masyarakat Desa Cangaan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro beberapa hari yang lalu, mendapat tanggapan dari pemerintah, baik dari tingkat desa maupun kecamatan.

Pasca dialukan pertemuan di Balai Desa Cangaan pada Jumat (28/6/2019) kemarin, empat desa yakni Desa Cangaan, Desa Sarangan Kecamatan Kanor dan Desa Nglagahsari, Desa Kenongosari dari Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, sepakat bahwa aktifitas penambang pasir tidak boleh kurang 30 meter dari bibir sungai. Khususnya dari Desa Sarangan dan Cangaan. Sebab, penambang sendiri mayoritas berasal dari dua desa di Kecamatan Tuban tersebut.

"Ada kesepakatan antara desa dan penambang untuk adanya batas lokasi dari tepi bengawan, kurang lebih 30 meter," ungkap Camat Kanor, Mokh. Makhfud, Minggu (30/6/2019)

Ke depannya, agar kesepakatan tersebut tidak dilangggar, rencananya juga bakal diberi patok pembatas. Sehingga, konflik antara penambang dengan masyarakat tidak terulang lagi, dan tentunya longsor yang terjadi di Desa Sarangan dan Cangaan tidak berlanjut lagi.

"Saya juga berpesan agar penambang tidak melanggar apa yang telah disepakati," tutup Camat Kanor kepada blokBojonegoro.com.[din/ito]

Tag : polemik, penambang, pasir, bojonegoro, kanor, tuban, soko


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Thursday, 12 December 2019 00:00

    Inilah Cara Ibu Melenial Memperingati Hari Ibu

    Inilah Cara Ibu Melenial Memperingati Hari Ibu Ada hal yang beda dalam pertemuan Arisan Rutin ibu PKK Gg. Namlo RT.04/RW.01 Kelurahan Mojokampung Bojonegoro. Dalam pertemuan kali ini dikemas dengan memperingati hari ibu, para ibu PKK sangat...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat