07:00 . 5 Alasan Memarahi Anak di Tempat Umum Pantang Dilakukan   |   06:00 . Jalan Mulus Kado Hari Jadi Bojonegoro   |   05:00 . Kampung KB Tanggap Covid-19 Dilaunching   |   23:00 . Adu Serangan, Laga Persahabatan Sepakbola FPKT Balen Tantang Gemini FC   |   22:00 . Silaturahim ke Mapolda, AMSI Jatim Bersinergi Lawan Hoax Terlebih saat Pandemi Covid-19   |   21:00 . Proses Pembangunan Jembatan KaRe dalam Tahap Pengajuan Rekomteks   |   20:30 . Bio Farma Siap Produksi Vaksin 17 Juta per Bulan   |   20:00 . Liga 3 Jatim Ditiadakan, Bojonegoro FC Fokus Kompetisi Tahun Depan   |   19:30 . Presiden Ingatkan Antisipasi Lonjakan Covid saat Libur Panjang   |   19:00 . Bupati Pimpin Prosesi Persemayaman Api Abadi HJB   |   18:30 . Positif Covid, Harus Melakukan Apa?   |   18:00 . Ibu Hamil Harus Sehat Saat Pandemi   |   17:00 . Pembeli Dan Pedagang di Pasar Bojonegoro Patuhi Prokes Gunakan Masker   |   16:00 . PU SDA Anggarkan Rp11 Miliar, Kerjakan Pelindung Tebing di 61 Titik   |   15:00 . Inilah Harga Komoditi yang Merangkak Naik di Pasar   |  
Tue, 20 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 30 June 2019 17:00

Empat Desa Sepakat, Batas Penambangan Pasir 30 Meter Dari Bibir Sungai

Empat Desa Sepakat, Batas Penambangan Pasir 30 Meter Dari Bibir Sungai

Kontributor : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pasca pengusiran penambang pasir di sungai Bengawan Solo, oleh masyarakat Desa Cangaan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro beberapa hari yang lalu, mendapat tanggapan dari pemerintah, baik dari tingkat desa maupun kecamatan.

Pasca dialukan pertemuan di Balai Desa Cangaan pada Jumat (28/6/2019) kemarin, empat desa yakni Desa Cangaan, Desa Sarangan Kecamatan Kanor dan Desa Nglagahsari, Desa Kenongosari dari Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, sepakat bahwa aktifitas penambang pasir tidak boleh kurang 30 meter dari bibir sungai. Khususnya dari Desa Sarangan dan Cangaan. Sebab, penambang sendiri mayoritas berasal dari dua desa di Kecamatan Tuban tersebut.

"Ada kesepakatan antara desa dan penambang untuk adanya batas lokasi dari tepi bengawan, kurang lebih 30 meter," ungkap Camat Kanor, Mokh. Makhfud, Minggu (30/6/2019)

Ke depannya, agar kesepakatan tersebut tidak dilangggar, rencananya juga bakal diberi patok pembatas. Sehingga, konflik antara penambang dengan masyarakat tidak terulang lagi, dan tentunya longsor yang terjadi di Desa Sarangan dan Cangaan tidak berlanjut lagi.

"Saya juga berpesan agar penambang tidak melanggar apa yang telah disepakati," tutup Camat Kanor kepada blokBojonegoro.com.[din/ito]

Tag : polemik, penambang, pasir, bojonegoro, kanor, tuban, soko


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat