18:00 . Ingin Turut Kembangkan Ekonomi Syariah   |   17:00 . Datangi DPRD, PPPK Diknas Bojonegoro Minta Kejelasan   |   16:00 . Bupati Ajak Tingkatkan Protein Hewani dengan Minum Susu   |   15:00 . Menjadi Guru PAI, Bagi Irma Lutfiana adalah Tanggungan Moral Anak   |   14:00 . Inilah Juara Lomba Sapi Betina Produktif dan Gelar Panen Pedet 2019   |   13:00 . Bupati Targetkan Bojonegoro Bisa Duduki Nomor Dua Populasi Sapi Se-Jatim   |   12:00 . Bupati Melihat Sapi yang Mendapat Juara   |   11:00 . Tingkatkan Populasi Ternak dengan Lomba Sapi Betina Produktif   |   10:00 . Berkah Energi Pertamina, Inilah Lima Pemenangnya   |   09:00 . Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT   |   08:00 . 2 Ekor Sapi Tepanggang Saat Kebakaran di Desa Karangsono   |   07:00 . Persiapan agar Tubuh Tetap Bugar di Musim Hujan   |   06:00 . Belajar Bersama Cak Nun, Ribuan Jamaah Penuhi Lapangan Dukohkidul   |   17:00 . Angin Kencang, 3 Dapur dan 1 Rumah di Baureno Roboh   |   15:00 . BMKG Prediksi Hujan Segera Turun di Bojonegoro   |  
Thu, 17 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 01 July 2019 09:00

Menikmati Suasana Malam di Wisata Kahyangan Api Bojonegoro

Menikmati Suasana Malam di Wisata Kahyangan Api Bojonegoro

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Kahyangan Api merupakan salah satu wisata bersejarah di Bojonegoro, bahkan kekayaan sejarah wisata ini sudah tersiar hingga nasional. Tercatat pada tanggal 7 Juni tahun 2000, api Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-XV diambil dari Kahyangan api ini.

Wisata kahyangan api terletak di tengah hutan di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Untuk mencapai lokasi wisata, wisatawan akan melewati pemandangan hutan di sepanjang jalan Dander-Ngasem dengan waktu tempuh sekitar 31 menit dari kota Bojonegoro.

Api abadi berdiameter sekitar 10 meter ini tentunya akan terlihat lebih menyala ketika dinikmati saat malam hari.

Menurut beberapa sumber, jika malam bara api yang terbentuk terkadang menyerupai bentuk senjata tradisional keris, dan payung pusaka.

"Dibuka untuk masyarakat dan mulai ramai setelah tahun 2000, setelah dijadikan tempat pengambilan api Pekan Olahraga Nasional (PON) XV," tutur juru kunci, Mbah Juli.

Mitos Kahyangan Api ini, sesuai dengan cerita juru kunci, yakni sebuah tempat pembuatan alat-alat pusaka zaman dulu seperti keris. Empu yang membuat peralatan ini adalah Mbah Kriyo Kusumo atau lebih dikenal dengan nama empu supo.

Bukan hanya itu, wisata kahyangan api ini juga tidak akan padam meskipun turun hujan. Wisatawan juga dapat menikmati sensasi berjalan di atas tumpukan batu dengan nyala api abadi tanpa terbakar.



Salah satu pengunjung, Dewi Nuraeni mengaku menemukan keindahan yang berbeda saat berkunjung di malam hari.

Kobaran api lebih kelihatan dibandingkan waktu siang, dikarenakan kalah dengan cahaya matahari. Meskipun sering berkunjung, ia mengaku baru kali ini dapat menikmati suasana malam di kahyangan api.

"Berbeda banget, lebih seru saat malam. Tapi harus hati-hati juga, ini kan tempatnya di tengah hutan," ujarnya.

Selain dapat dinikmati pemandangan dan sejarahnya, wisatawan juga diperbolehkan membawa bekal dari rumah, seperti ayam ataupun jagung untuk dibakar di atasnya.

Di sisi sebelah utara lokasi api, juga terdapat Air Blukuthuk, sumber mata air di kayangan api bau belerang yang terkesan panas, tapi jika disentuh terasa dingin. Air Blukuthuk dipercaya memiliki khasiat yang baik untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. [fin/mu]

Tag : kahyangan api, destinasi wisata bojonegoro, wisata bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat