20:00 . Proyek Gas JTB Diandalkan Penuhi Kebutuhan Gas Jatim   |   19:00 . Di Masa Pandemi, PEPC Tetap Berkontribusi Besar Pada Pajak Negeri   |   18:00 . Panen Kayu Putih di Wilayah Selatan Bojonegoro   |   17:00 . Penjual Nasi Kotak Dapatkan Pelanggan Banyak Saat Bulan Ramadan   |   16:00 . Permudah Masyarakat Mencari Kerja di Website Disperinaker   |   15:00 . UNUGIRI Langsungkan Pelantikan Ormawa Secara Online   |   14:00 . Disnakkan Pantau Stok Dan Harga Komoditas Peternakan   |   12:00 . Perusahaan Tempat Kerja Mangkir Bayar THR? Laporkan ke Sini   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Tindaklanjuti Inpres Optimalisasi Pelaksanaan Program Jamsostek   |   09:00 . Tak Boleh Mudik, Layanan KAI Dibatasi Hingga 5 Mei   |   08:00 . Meriah, Yayasan Bina Mulia Gelar Lomba se-Karisedanan   |   07:00 . Hati-hati, Jam Kerja Tak Teratur Bisa Tingkatkan Risiko Masalah Jantung!   |   20:00 . Hari Kartini, Polwan Polres Bagi Masker dan Imbauan Larangan Mudik   |   19:00 . Harga Cabai Terpantau Stabil di Pasaran   |   18:00 . Disdik Ajak Seluruh Satuan Pendidikan Mengembangkan E-Library   |  
Thu, 22 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

#blokBojonegoroTV

Wow...! Perang Nasi di Tondomulo, Ada Apa?

blokbojonegoro.com | Thursday, 18 July 2019 00:00

Di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro ada tradisi unik tahunan yang dilakukan warga secara turun-temurun.

Tradisi 'balang sega' atau istilah lainnya perang nasi diadakan warga Desa Tondomulo, tiap bulan 'Suro' dalam rangka 'bersih desa'.

Tradisi 'balang sega' berlangsung bersamaan dengan 'spirit 105' pada penyelenggaraan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sekarang.

Balang sega, dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil pertanian atau hasil bumi di desa tersebut.

Tradisi itu secara rutin diadakan berdekatan dengan Punden 'Sendang Panji', sosok yang pertama kali 'babad desa' atau cikal bakal terbentuknya pemukiman penduduk desa.

Sebelum tradisi balang sega atau perang nasi ini dimulai, terlebih dahulu dilakukan ritual sedekah bumi. Semua warga yang sudah membawa panganan ritual di wajibkan untuk mengumpulkannya

Tradisi balang sega dilakukan dengan hati gembira. Tidak untuk tawuran kekerasan pada umumnya. Seluruh warga desa saling lempar nasi yang telah dibungkus sebelumnya ke segala arah

Tradisi balang sega baru akan selesai jika, nasi yang dikumpulkan sudah habis sebagai alat perang. Namun, nasi-nasi yang tidak tertangkap dan jatuh di jalanan, akan diambil oleh para warga untuk pakan ternak

Tag : budaya, perang, nasi, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat