19:00 . Wagub Emil Menjadi Ketua IPHI Provinsi Jawa Timur   |   17:00 . Ketua PGRI Bojonegoro: UN Masih Dibutuhkan, Proses Belajarnya yang Harus Ditingkatkan   |   16:00 . IGTKI Bojonegoro Gelar Implementasi Dolanan Anak   |   15:00 . Mengenang Patung Sirkuit, Salah Satu Ikon Kaliketek   |   14:00 . Wajah Baru Kota Bojonegoro   |   13:00 . Niat Lewat Rel, Tewas Tertabrak KA   |   12:00 . Akhir Pekan, Harga Emas Dibuka Naik Rp4.000 Per Gram   |   11:00 . Tingkatkan Kompetensi Calon Guru MI, Sanggar Tari HMP PGMI IAI Sunan Giri Gelar Pelatihan   |   10:00 . Kirab Koin Muktamar, PCNU Bojonegoro Kenalkan NU Sejak Dini pada Pelajar   |   09:00 . Jalur KA Kembali Normal Pasca Anjlok di Stasiun Doplang   |   08:00 . Cuaca Akhir Pekan Hujan Petir   |   07:00 . 5 Cara Mengatasi Keriput di Area Bawah Mata   |   20:00 . Forkopimcam Baureno Sinergi Bantu Korban Bencana   |   18:00 . Bappeda Gelar Lokakarya Expose tentang Sanitasi Air   |   17:00 . Kemenag Hanya Jalankan Aturan, Diska Wewenag PA   |  
Sat, 14 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 18 July 2019 00:00

#blokBojonegoroTV

Wow...! Perang Nasi di Tondomulo, Ada Apa?

Di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro ada tradisi unik tahunan yang dilakukan warga secara turun-temurun.

Tradisi 'balang sega' atau istilah lainnya perang nasi diadakan warga Desa Tondomulo, tiap bulan 'Suro' dalam rangka 'bersih desa'.

Tradisi 'balang sega' berlangsung bersamaan dengan 'spirit 105' pada penyelenggaraan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sekarang.

Balang sega, dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil pertanian atau hasil bumi di desa tersebut.

Tradisi itu secara rutin diadakan berdekatan dengan Punden 'Sendang Panji', sosok yang pertama kali 'babad desa' atau cikal bakal terbentuknya pemukiman penduduk desa.

Sebelum tradisi balang sega atau perang nasi ini dimulai, terlebih dahulu dilakukan ritual sedekah bumi. Semua warga yang sudah membawa panganan ritual di wajibkan untuk mengumpulkannya

Tradisi balang sega dilakukan dengan hati gembira. Tidak untuk tawuran kekerasan pada umumnya. Seluruh warga desa saling lempar nasi yang telah dibungkus sebelumnya ke segala arah

Tradisi balang sega baru akan selesai jika, nasi yang dikumpulkan sudah habis sebagai alat perang. Namun, nasi-nasi yang tidak tertangkap dan jatuh di jalanan, akan diambil oleh para warga untuk pakan ternak

Tag : budaya, perang, nasi, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Thursday, 12 December 2019 00:00

    Inilah Cara Ibu Melenial Memperingati Hari Ibu

    Inilah Cara Ibu Melenial Memperingati Hari Ibu Ada hal yang beda dalam pertemuan Arisan Rutin ibu PKK Gg. Namlo RT.04/RW.01 Kelurahan Mojokampung Bojonegoro. Dalam pertemuan kali ini dikemas dengan memperingati hari ibu, para ibu PKK sangat...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat