22:00 . Sempat Ditemukan PDP, Puskesmas Balen Jadi Atensi DPRD   |   21:00 . Bantu Stok Darah di UDD PMI, Polres Gelar Donor Darah   |   20:00 . Jumlah Penumpang Turun Drastis, Bus Bojonegoro - Nganjuk Tak Beroperasi   |   19:00 . Kompak, Warga PSHT Semprot Desinfektan   |   18:00 . Perhatikan Dampak Ekonomi, Wihadi Bagikan Sembako   |   17:00 . Hari ini Bojonegoro Ada 1 PDP dan 2 orang ODP Baru   |   16:00 . Tiba di Terminal, Santri Amanatul Ummah Mojokerto Diperiksa Secara Ketat   |   15:00 . Kemenag Tetap Laksanakan Rukyatul Hilal   |   14:00 . Pengusaha Dekorasi Hingga Rias Atur Ulang Jadwal Pemesanan   |   13:00 . Daftar Sebelum April, 529 Calon Pengantin Bisa Akad Nikah di KUA   |   12:00 . DPRD Bojonegoro Minta TPP PNS Tak Dipotong   |   11:00 . Corona Tak Pengaruhi Bulog   |   10:00 . Kapolres Mohon Doa dan Ajak Kiai Imbau Masyarakat Taati Instruksi Pemerintah   |   09:00 . Hujan Deras, 3 Desa Terendam Luapan Sungai Anak Kali Pacal   |   08:00 . Update Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 7 April   |  
Thu, 09 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 23 July 2019 15:30

Bupati Bojonegoro Launching Kartu Petani Mandiri

Bupati Bojonegoro Launching Kartu Petani Mandiri

Kontributor : Muhammad Qomarudin
 
blokBojonegoro.com - Bupati Kabupaten Bojonegoro, Anna Muawannah melaunching  Kartu Petani Mandiri (KPM) di lapangan Desa Ngujung, Kecamatan Temayang, Selasa (23/7/2019). Peluncuran KPM ini turut dihadiri Forkopimda, Para Kepala SKPD, serta 2000 petani dari perwakilan Kelompok Tani dari 28 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
 
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth mengatakan KPM yang masuk dalam progam Progam Petani Mandiri (PPM) ini adalah satu dari tujuh belas progam unggulan dari Pemkab Bojonegoro.
 
Dalam sambutannya, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial ini juga memita maaf kepada para petani dan Bupati Bojonegoro lantaran baru bisa melauncing KPM. Sebab, dari Bupati sendiri sebenarnya mengintruksikan sejak lama namun baru bisa terwujud.
 
"Kita minta maaf baru bisa merealisasikan progam ini, sebenarnya ibu bupati sudah menyuruh sejak awal," ungkapnya.
 
PPM sendiri adalah dana hibah. Sehingga yang akan didapat petani kedepanya berupa sarana prasarana, bukan uang. Dengan KPM ke depannya bisa digunakan untuk pelatihan, beli pupuk, hasil panenya akan dibeli oleh BUMDes masing-masing, asuransi gagal panen dan dapat digunakan untuk mengakses beasiswa.
 
Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Anna Muawannah menjelaskan jika ada petani yang belum terdaftar di kelompok tani, bisa membuat kelompok tani dengan tetangganya. Sebab, did alam peraturan sendiri memperbolehkan setiap desa mempunyai lebih dari 1 kelompok tani.
 
"Tidak ada pembatasan jumlah kelompok tani, silahkan buat, minimal 25 KK. Para petani juga tidak perlu khawatir tentang penyerapan gabah, nanti akan diserap oleh BUMDes masing-masing, silahkan bicara ke Kades untuk membentuk Bumdes nanti kita juga ada anggaran untuk Bumdes tersebut," tutup Anna Muawannah.[din/ito]

Tag : bupati, bojonegoro, kpm, ngujung, temayang


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat