07:00 . Gejala dan Tips Cara Mengatasi Pilek pada Bayi   |   06:00 . Sudah Divaksin Tetapi Bisa Positif Covid-19   |   20:00 . Tembus 1 Juta, Kasus Covid Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara   |   19:00 . Polres Bojonegoro Kawal 3.680 Vial Vaksin Covid-19   |   18:00 . Rektor UNUGIRI Resmi Dilantik Ketum PBNU Secara Virtual   |   17:00 . Polres Bojonegoro Amankan Pelaku Pembalakan Liar   |   16:00 . BPBD Laksanakan Kegiatan Edukasi Bencana Banjir dan Penyerahan Sembako   |   15:00 . IPNU IPPNU Gayam beserta FPKT Bahu Membahu Tanam 1000 Pohon   |   14:00 . BPBD Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |   13:00 . Donor Plasma Konvalesen, PMI Bojonegoro Akan Lakukan Rapat Koordinasi   |   12:00 . 37.473 Warga Bojonegoro Terima BST Melalui Kantor Pos   |   11:00 . Dikawal Ketat, Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   10:00 . Hendak Melawan, Spesialis Pembobol Konter Didor   |   09:00 . Vaksin Sinovac Tiba di Bojonegoro   |   08:00 . Puluhan Ribu Vaksinator Bersiap Jadi Komunikator Andal   |  
Wed, 27 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wajib Waspada, Kecanduan Gadget Bisa Berakibat Fatal Untuk Kesehatan

blokbojonegoro.com | Tuesday, 23 July 2019 07:00

Wajib Waspada, Kecanduan Gadget Bisa Berakibat Fatal Untuk Kesehatan

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Tanda awas untuk orang tua yang memiliki anak yang setiap harinya bermain gadget dan ada kecenderungan mulai susah untuk diperintahkan mengerjakan pekerjaan lain. Jangan sampai, anak itu sudah mulai kecanduan yang bisa berakibat fatal.

Dijelaskan dr Septyano Sondakh, jika sudah ada tanda-tanda anak mulai mengabaikan hal lain selain gadget yang dipegangnya, sebaiknya orang tua langsung mengambil gadget itu, walaupun si anak harus menangis dan meronta.

Menurut dokter lulusan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini, jika sudah kecanduan gadget, maka si anak akan memfokuskan perhatiannya ke gadget dan tidak akan lagi mempedulikan hal lain, termasuk yang paling parah adalah mengabaikan jika dirinya belum makan.

"Gadget itu kan bikin ketagihan, terutama jika permainan battle yang seru. Dia akan fokus ke permainan itu. Misalnya dia kalah di permainan, pikirannya akan mendorong ayo menangkan. Kalau menang, yang terdorong adalah terus menjadi terbaik. Akhirnya, dia hanya fokus di permainan dan lupa segalanya termasuk makan," kata Sondakh, Sabtu (20/7).

Sondakh menyebutkan, jika hal itu terjadi, dampaknya buruk untuk kesehatan, karena orang akan terkena dehidrasi dan kekurangan asupan gizi karena sudah jarang makan.

"Ada beberapa kasus, anak-anak masuk rumah sakit harus dilakukan penanganan karena kekurangan asupan gizi. Setelah diperiksa, ternyata karena dehidrasi dan kekurangan gizi akibat makan tak teratur. Tapi, kalau sudah terlalu lemah, ya kadangkala tak bisa lagi ditolong," kata Sondakh.

Sondakh sendiri mengingatkan kepada para orang tua untuk bisa mengatur waktu bermain anak-anak dengan gadget. Menurutnya, jangan karena sibuk kemudian anak-anak di kasih gadget agar tak mengganggu orang tua.

"Sudah ada beberapa kasus terkait kecanduan gadget ini. Ketika ditanya, ya karena orang tua sibuk, malah kasih gadget terutama handphone untuk dimainkan, dan akhirnya anaknya fokus dengan gadget dan lupa makan," tutur dokter yang juga aktif di Tagana ini.

Sementara itu, di Kota Bitung, salah seorang anak berusia 6 tahun di Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Sulawesi Utara, harus meregang nyawa karena diduga kecanduan gadget.

Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bitung, Altin Tumengkol, kepada wartawan mengaku saat dirinya melayat, orang tua anak tersebut mengakui kesalahan karena terlalu memanjakan anak dengan membiarkannya bermain gadget hingga lupa waktu.

"Menurut orang tuanya, almarhum anak itu sudah dibiasakan memegang gadget dari umur 3 tahun, pagi dan malam. Mereka tidak sadar kalau bikin kecanduan dan akhirnya malah abai di lain hal. Ini peringatan untuk kita semua," kata Tumengkol.

Sementara, manadobacirita berhasil menemukan keluarga dari anak yang diduga kecanduan gadget tersebut. Namun, pihak keluarga belum mau menceritakan apapun tentang kejadian tersebut. Ayah dari anak yang diduga meninggal karena kecanduan gadget juga meminta agar informasi tentang keluarganya tidak dipublish.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan, anak, kecanduan gadget


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat