20:00 . 3 Orang Dinyatakan Sembuh, Tambahan 7 Positif Covid -19   |   18:00 . Ternyata di Bojonegoro Ada Pengrajin Gelang Akar Bahar   |   17:00 . Konsolidasi PPP Bojonegoro Kuatkan Kader Partai   |   16:00 . Kebijakan Mendikbud Soal Sekolah Tatap Muka   |   15:00 . Update Pembangunan Jalan Rigid Beton   |   14:00 . Persiapan Kejuaraan di Jakarta Secara Virtual,10 Atlet Karate Intensifkan Latihan   |   13:00 . Pandemi, Peserta Bimbingan Kawin Dibatasi Hanya 8 Pasang   |   12:00 . Akhir Pekan, Harga Emas Turun Rp10.000   |   11:00 . Jawa Timur Bermasker   |   10:00 . Samsul Arif Berharap Persibo Bisa Naik Kasta   |   09:00 . Disdik Gowes Sambil Sambang Sekolah   |   08:00 . Usai Naik, Harga Daging Ayam Potong Turun Kembali   |   07:00 . 5 Tes Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Menikah   |   16:00 . Hingga Kini Baru Ada 11 Jemaah Ajukan Pengajuan BPIH   |   15:00 . New Normal, Jasa Rias Pengantin Mulai Bergairah   |  
Sun, 09 August 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 23 July 2019 07:00

Wajib Waspada, Kecanduan Gadget Bisa Berakibat Fatal Untuk Kesehatan

Wajib Waspada, Kecanduan Gadget Bisa Berakibat Fatal Untuk Kesehatan

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Tanda awas untuk orang tua yang memiliki anak yang setiap harinya bermain gadget dan ada kecenderungan mulai susah untuk diperintahkan mengerjakan pekerjaan lain. Jangan sampai, anak itu sudah mulai kecanduan yang bisa berakibat fatal.

Dijelaskan dr Septyano Sondakh, jika sudah ada tanda-tanda anak mulai mengabaikan hal lain selain gadget yang dipegangnya, sebaiknya orang tua langsung mengambil gadget itu, walaupun si anak harus menangis dan meronta.

Menurut dokter lulusan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini, jika sudah kecanduan gadget, maka si anak akan memfokuskan perhatiannya ke gadget dan tidak akan lagi mempedulikan hal lain, termasuk yang paling parah adalah mengabaikan jika dirinya belum makan.

"Gadget itu kan bikin ketagihan, terutama jika permainan battle yang seru. Dia akan fokus ke permainan itu. Misalnya dia kalah di permainan, pikirannya akan mendorong ayo menangkan. Kalau menang, yang terdorong adalah terus menjadi terbaik. Akhirnya, dia hanya fokus di permainan dan lupa segalanya termasuk makan," kata Sondakh, Sabtu (20/7).

Sondakh menyebutkan, jika hal itu terjadi, dampaknya buruk untuk kesehatan, karena orang akan terkena dehidrasi dan kekurangan asupan gizi karena sudah jarang makan.

"Ada beberapa kasus, anak-anak masuk rumah sakit harus dilakukan penanganan karena kekurangan asupan gizi. Setelah diperiksa, ternyata karena dehidrasi dan kekurangan gizi akibat makan tak teratur. Tapi, kalau sudah terlalu lemah, ya kadangkala tak bisa lagi ditolong," kata Sondakh.

Sondakh sendiri mengingatkan kepada para orang tua untuk bisa mengatur waktu bermain anak-anak dengan gadget. Menurutnya, jangan karena sibuk kemudian anak-anak di kasih gadget agar tak mengganggu orang tua.

"Sudah ada beberapa kasus terkait kecanduan gadget ini. Ketika ditanya, ya karena orang tua sibuk, malah kasih gadget terutama handphone untuk dimainkan, dan akhirnya anaknya fokus dengan gadget dan lupa makan," tutur dokter yang juga aktif di Tagana ini.

Sementara itu, di Kota Bitung, salah seorang anak berusia 6 tahun di Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Sulawesi Utara, harus meregang nyawa karena diduga kecanduan gadget.

Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bitung, Altin Tumengkol, kepada wartawan mengaku saat dirinya melayat, orang tua anak tersebut mengakui kesalahan karena terlalu memanjakan anak dengan membiarkannya bermain gadget hingga lupa waktu.

"Menurut orang tuanya, almarhum anak itu sudah dibiasakan memegang gadget dari umur 3 tahun, pagi dan malam. Mereka tidak sadar kalau bikin kecanduan dan akhirnya malah abai di lain hal. Ini peringatan untuk kita semua," kata Tumengkol.

Sementara, manadobacirita berhasil menemukan keluarga dari anak yang diduga kecanduan gadget tersebut. Namun, pihak keluarga belum mau menceritakan apapun tentang kejadian tersebut. Ayah dari anak yang diduga meninggal karena kecanduan gadget juga meminta agar informasi tentang keluarganya tidak dipublish.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan, anak, kecanduan gadget


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 20 July 2020 23:00

    Ultah 9 Tahun blokBojonegoro.com

    Inilah Juara Video Pendek New Normal

    Inilah Juara Video Pendek New Normal Sebanyak 50 video telah naik di saluran youtube blokBojonegoroTV sebagai peserta lomba video pendek dalam rangka 9 tahun blokBojonegoro.com....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat