15:00 . Mudah dan Cepat Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Lewat Kantor Pos, Begini Caranya..   |   14:00 . Bojonegoro Masih Kategori Level 2, Kapolres Tetap Ingatkan Prokes   |   13:00 . Sandur Millenial Tampil di Anjungan Jatim TMII, Tunjukkan Jalan Bojonegoro Sudah Mulus   |   12:00 . Harga Bawang Alami di Pasar Turun   |   10:00 . Diduga Akibat Limbah, Udang di Bengawan Solo Mabuk   |   07:00 . Termasuk Tertawa, 6 Hal Sederhana Berikut Bisa Bantu Redakan Stres   |   18:00 . Bocah 10 Tahun Asal Ngasem Ini Mahir Jadi Dalang   |   18:00 . Angka Diska di Bojonegoro Semakin Meningkat   |   12:00 . Siswa SDN Mojosari Siap Berlaga di MHQ Tingkat Provinsi   |   10:00 . Hadiri Pelantikan Pengurus HMI, Bupati: Pemerintah Tidak Boleh Alergi Kritik   |   07:00 . BPJS Kesehatan Akan Jadi 1 Kelas Standar, Apa Maksudnya?   |   21:00 . Sempat Membesar, Flare di Lapangan Banyu Urip Kembali Normal   |   20:00 . SKD CPNS 3 Kabupaten Digelar Bulan Oktober   |   19:00 . Lahan Kosong di Campurejo Dilahap Jago Merah    |   18:00 . KONI Gelar Workshop dan Pembinaan Cabor di Bojonegoro   |  
Mon, 20 September 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wajib Waspada, Kecanduan Gadget Bisa Berakibat Fatal Untuk Kesehatan

blokbojonegoro.com | Tuesday, 23 July 2019 07:00

Wajib Waspada, Kecanduan Gadget Bisa Berakibat Fatal Untuk Kesehatan

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Tanda awas untuk orang tua yang memiliki anak yang setiap harinya bermain gadget dan ada kecenderungan mulai susah untuk diperintahkan mengerjakan pekerjaan lain. Jangan sampai, anak itu sudah mulai kecanduan yang bisa berakibat fatal.

Dijelaskan dr Septyano Sondakh, jika sudah ada tanda-tanda anak mulai mengabaikan hal lain selain gadget yang dipegangnya, sebaiknya orang tua langsung mengambil gadget itu, walaupun si anak harus menangis dan meronta.

Menurut dokter lulusan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini, jika sudah kecanduan gadget, maka si anak akan memfokuskan perhatiannya ke gadget dan tidak akan lagi mempedulikan hal lain, termasuk yang paling parah adalah mengabaikan jika dirinya belum makan.

"Gadget itu kan bikin ketagihan, terutama jika permainan battle yang seru. Dia akan fokus ke permainan itu. Misalnya dia kalah di permainan, pikirannya akan mendorong ayo menangkan. Kalau menang, yang terdorong adalah terus menjadi terbaik. Akhirnya, dia hanya fokus di permainan dan lupa segalanya termasuk makan," kata Sondakh, Sabtu (20/7).

Sondakh menyebutkan, jika hal itu terjadi, dampaknya buruk untuk kesehatan, karena orang akan terkena dehidrasi dan kekurangan asupan gizi karena sudah jarang makan.

"Ada beberapa kasus, anak-anak masuk rumah sakit harus dilakukan penanganan karena kekurangan asupan gizi. Setelah diperiksa, ternyata karena dehidrasi dan kekurangan gizi akibat makan tak teratur. Tapi, kalau sudah terlalu lemah, ya kadangkala tak bisa lagi ditolong," kata Sondakh.

Sondakh sendiri mengingatkan kepada para orang tua untuk bisa mengatur waktu bermain anak-anak dengan gadget. Menurutnya, jangan karena sibuk kemudian anak-anak di kasih gadget agar tak mengganggu orang tua.

"Sudah ada beberapa kasus terkait kecanduan gadget ini. Ketika ditanya, ya karena orang tua sibuk, malah kasih gadget terutama handphone untuk dimainkan, dan akhirnya anaknya fokus dengan gadget dan lupa makan," tutur dokter yang juga aktif di Tagana ini.

Sementara itu, di Kota Bitung, salah seorang anak berusia 6 tahun di Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, Sulawesi Utara, harus meregang nyawa karena diduga kecanduan gadget.

Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bitung, Altin Tumengkol, kepada wartawan mengaku saat dirinya melayat, orang tua anak tersebut mengakui kesalahan karena terlalu memanjakan anak dengan membiarkannya bermain gadget hingga lupa waktu.

"Menurut orang tuanya, almarhum anak itu sudah dibiasakan memegang gadget dari umur 3 tahun, pagi dan malam. Mereka tidak sadar kalau bikin kecanduan dan akhirnya malah abai di lain hal. Ini peringatan untuk kita semua," kata Tumengkol.

Sementara, manadobacirita berhasil menemukan keluarga dari anak yang diduga kecanduan gadget tersebut. Namun, pihak keluarga belum mau menceritakan apapun tentang kejadian tersebut. Ayah dari anak yang diduga meninggal karena kecanduan gadget juga meminta agar informasi tentang keluarganya tidak dipublish.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan, anak, kecanduan gadget



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 August 2021 20:00

    HMP PIAUD Unugiri Dukung Pemenuhan Hak Anak Usia Dini

    HMP PIAUD Unugiri Dukung Pemenuhan Hak Anak Usia Dini Semarak HUT RI ke-76 masih menyelimuti jiwa-jiwa pendidik millenial. Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (HMP PIAUD) UNU Sunan Giri (Unugiri) turut meramaikan bulan kemerdekaan tersebut dengan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 02 August 2021 08:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more