20:00 . Beberapa Ruas Jalan Protokol Tergenang Hingga 60 CM   |   19:00 . Jalan di Kota Bojonegoro Terendam Banjir   |   17:00 . LPKP Beri Pelatihan Menghias Hantaran Ibu-Ibu Kadipaten   |   16:00 . Belajar Pertanian, Siswa SMPN 1 Balen Kunjungi Griyorojokoyo   |   15:00 . SMPN 6 Bojonegoro Siap Menyambut Adiwiyata Provinsi Jawa Timur   |   14:00 . Bermanfaat, SMK Pemuda Taruna Diharapkan Terus Berkembang   |   13:00 . Populasi Dua Hewan Ini Berkurang, Tikus Merajalela   |   12:00 . Doa Bersama Sambut UNBK   |   11:00 . Kembangkan Potensi Lokal, Ajari Siswa dan Masyarakat Membatik   |   10:00 . Tes Lelang Jabatan Kadin Tahap II Diundur   |   09:00 . Intoleransi Agama dan Solusinya   |   08:00 . Dua Bulan Beraksi, Belasan Mobil Digelapkan   |   07:00 . Yang Bisa Anda Lakukan untuk Membantu Anak Berteman   |   20:00 . Peringati HPSN, SMPN 6 Gelar Gerebek Sampah   |   19:00 . Gunakan Kunci T, Komplotan Curanmor Beraksi saat Hiburan Elekton   |  
Sun, 23 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 28 July 2019 15:00

Pengelola Desa Wisata Kecamatan Gayam Kunjungi Desa di Temanggung

Pengelola Desa Wisata Kecamatan Gayam Kunjungi Desa di Temanggung

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Sebanyak 21 orang Pengelola Desa Wisata di Kecamatan Gayam, bersama Ademos, belajar mengelola Desa Wisata di Desa Ngadiprono, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (28-29/07/ 2019). Kegiatan yang didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ini bertujuan agar dapat memberikan wawasan dan strategi pengembangan desa wisata kepada para peserta.

Desa Ngadiprono menjadi pilihan untuk belajar sebab memiliki upaya pengembangan kelestarian lingkungan, permasalahan dan menangkap peluang pasar, yaitu melalui Pasar Papringan.

"Kita harapkan, kegiatan ini dapat memberikan gambaran bagaimana cara mengelola desa wisata yang berdasar pada kearifan lokal dan kebutuhan pasar," ujar sekretaris Ademos, A Shodiqurrosyad.

Selain itu, dari kegiatan ini para peserta juga diharapkan mendapatkan gambaran mengenai cara menjaring partisipasi masyarakat dalam pengelolaan desa wisata. "Di Desa Ngadiprono ini, ada sebanyak 400 orang yang terlibat dalam wisata Pasar Papringan yang mana membutuhkan teknik dan keahlian dalam mengelola masyarakat yang terlibat di dalamnya," ujarnya menjelaskan.

Salah satu peserta dari Desa Beged, M. Mahfud, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. "Inspiratif sekali, di sini yang awalnya bombongan (hutan bambu, -red) dijadikan destinasi wisata yang menarik dan berdaya jual. Amazing pokoknya. Saya jadi semakin bersemangat untuk mengembangkan desa wisata di desa saya," imbuhnya.

Selain itu, Beta Wicaksono, Supervisor Program Pemberdayaan Masyarakat, Public & Government Affairs EMCL menyatakan bahwa program ini adalah salah satu dari rangkaian komitmen perusahaan dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kecamatan Gayam.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai pengembangan desa wisata yang didasari pada solusi pemecahan permasalahan, potensi lokal dan semangat kemandirian yang dapat berkembang dengan baik. [saf/ito]

Tag : Desa, wisata


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat