14:00 . Pengangkatan PPPK Belum Jelas   |   13:00 . Judi saat Pilkades, Dua Orang Diamankan   |   12:00 . Jogging Track Tingkatkan Kesehatan Sekaligus Kenyamanan Warga   |   11:00 . Transfer dari Pusat Telat, Bantuan Pangan Non Tunai Terlambat   |   10:00 . Jumat Pahing Penjual Bunga Boreh Pasang Lapak   |   09:00 . Fokus Keselamatan Kerja, Pertamina EP Gelar Puncak Peringatan Bulan K3   |   08:00 . DLH Beserta Perangkat Desa Gelar Jumat Bersih   |   07:00 . Anak Pendiam, Apakah Mungkin karena Faktor Keturunan?   |   12:00 . Berapa Passing Grade SKD CPNS 2019 yang Bisa Masuk Tahap SKB?   |   11:00 . Musim Durian Tiba Pedagang Dadakan Menjamur   |   10:00 . Curah Hujan Tinggi, Disperta Berharap Petani Daftar AUTP   |   09:00 . Inovatif, Pria Ini Sulap Kelengkeng Jadi Minuman Herbal Hingga Shampo   |   08:00 . Tahanan Polres Nikah, Prosesi Ijab Kabul Dikawal Polisi   |   07:00 . Mengenal Karakter Anak Berdasarkan Hari Lahirnya   |   22:00 . Terpilih Jadi Kades, Pria Ini Diarak Keliling Kampung   |  
Fri, 21 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 05 August 2019 16:00

Tim PPKD Bojonegoro Telusuri Oklik

Oklik dengan Bangunkan Orang untuk Sahur, ini Bedanya...

Oklik dengan Bangunkan Orang untuk Sahur, ini Bedanya...

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Memukul alat musik bambu, khususnya di Jawa, mempunyai banyak istilah. Beberapa di antaranya ada yang menyebut tongklel, totongklek, oklik hingga oprak.

Penggiat oklik asli Kabupaten Bojonegoro, Darminto kepada Tim PPKD Bojonegoro menjelaskan, yang paling banyak dijumpai saat bulan puasa, yakni membangunkan orang untuk sahur, biasa disebut dengan oprak.

"Oklik dan oprak itu beda. Ayok keliling kampung bangunkan warga untuk sahur, itu oprak," kata Darminto menjelaskan.

Ahli waris generasi ke-3 seni oklik asli Bojonegoro itu menegaskan, oklik bisa dimainkan 3 orang saja dengan memegang lebih dari satu alat, dan mempunyai peran masing-masing.

"Ada lirik khusus dalam seni oklik. Sedangkan irama dalam oklik ada 3, yakni lambat, ceklekan dan sesek," ujar Pak Minto, sapaan karibnya.

Musik dari seni oklik, biasa mengiringi drama. Pada masanya dulu, banyak orang yang menonton oklik hingga dini hari. Karena meski dimainkan 3 orang saja, namun dengan jumlah total 8 pemain dalam drama, mampu menghidupkan suana dan menjadi lebih menarik.

"Kalau ditonton banyak orang orang dan ada drama, itu biasanya oklik," tegas Pak Minto. [fin/ito]

Tag : musik, oklik, bojonegoro, seni


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat