22:00 . Sempat Ditemukan PDP, Puskesmas Balen Jadi Atensi DPRD   |   21:00 . Bantu Stok Darah di UDD PMI, Polres Gelar Donor Darah   |   20:00 . Jumlah Penumpang Turun Drastis, Bus Bojonegoro - Nganjuk Tak Beroperasi   |   19:00 . Kompak, Warga PSHT Semprot Desinfektan   |   18:00 . Perhatikan Dampak Ekonomi, Wihadi Bagikan Sembako   |   17:00 . Hari ini Bojonegoro Ada 1 PDP dan 2 orang ODP Baru   |   16:00 . Tiba di Terminal, Santri Amanatul Ummah Mojokerto Diperiksa Secara Ketat   |   15:00 . Kemenag Tetap Laksanakan Rukyatul Hilal   |   14:00 . Pengusaha Dekorasi Hingga Rias Atur Ulang Jadwal Pemesanan   |   13:00 . Daftar Sebelum April, 529 Calon Pengantin Bisa Akad Nikah di KUA   |   12:00 . DPRD Bojonegoro Minta TPP PNS Tak Dipotong   |   11:00 . Corona Tak Pengaruhi Bulog   |   10:00 . Kapolres Mohon Doa dan Ajak Kiai Imbau Masyarakat Taati Instruksi Pemerintah   |   09:00 . Hujan Deras, 3 Desa Terendam Luapan Sungai Anak Kali Pacal   |   08:00 . Update Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 7 April   |  
Thu, 09 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 05 August 2019 16:00

Tim PPKD Bojonegoro Telusuri Oklik

Oklik dengan Bangunkan Orang untuk Sahur, ini Bedanya...

Oklik dengan Bangunkan Orang untuk Sahur, ini Bedanya...

Kontributor: Mokhamad Arifin

blokBojonegoro.com - Memukul alat musik bambu, khususnya di Jawa, mempunyai banyak istilah. Beberapa di antaranya ada yang menyebut tongklel, totongklek, oklik hingga oprak.

Penggiat oklik asli Kabupaten Bojonegoro, Darminto kepada Tim PPKD Bojonegoro menjelaskan, yang paling banyak dijumpai saat bulan puasa, yakni membangunkan orang untuk sahur, biasa disebut dengan oprak.

"Oklik dan oprak itu beda. Ayok keliling kampung bangunkan warga untuk sahur, itu oprak," kata Darminto menjelaskan.

Ahli waris generasi ke-3 seni oklik asli Bojonegoro itu menegaskan, oklik bisa dimainkan 3 orang saja dengan memegang lebih dari satu alat, dan mempunyai peran masing-masing.

"Ada lirik khusus dalam seni oklik. Sedangkan irama dalam oklik ada 3, yakni lambat, ceklekan dan sesek," ujar Pak Minto, sapaan karibnya.

Musik dari seni oklik, biasa mengiringi drama. Pada masanya dulu, banyak orang yang menonton oklik hingga dini hari. Karena meski dimainkan 3 orang saja, namun dengan jumlah total 8 pemain dalam drama, mampu menghidupkan suana dan menjadi lebih menarik.

"Kalau ditonton banyak orang orang dan ada drama, itu biasanya oklik," tegas Pak Minto. [fin/ito]

Tag : musik, oklik, bojonegoro, seni


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat