12:00 . Bupati Melihat Sapi yang Mendapat Juara   |   11:00 . Tingkatkan Populasi Ternak dengan Lomba Sapi Betina Produktif   |   10:00 . Berkah Energi Pertamina, Inilah Lima Pemenangnya   |   09:00 . Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT   |   08:00 . 2 Ekor Sapi Tepanggang Saat Kebakaran di Desa Karangsono   |   07:00 . Persiapan agar Tubuh Tetap Bugar di Musim Hujan   |   06:00 . Belajar Bersama Cak Nun, Ribuan Jamaah Penuhi Lapangan Dukohkidul   |   17:00 . Angin Kencang, 3 Dapur dan 1 Rumah di Baureno Roboh   |   15:00 . BMKG Prediksi Hujan Segera Turun di Bojonegoro   |   14:00 . Inilah Agenda HJB ke-342   |   12:00 . Pengisian Kekosongan Kepala SD Belum Bisa Dipastikan   |   11:00 . Segarnya Dawet Ireng Pelepas Dahaga   |   10:00 . BPKAD: Turunnya DBH Migas Program Prioritas Harus Didahulukan   |   09:00 . Musim Nikah, Pengusaha Rias Kebanjiran Job   |   08:00 . Polhut Bojonegoro Berhasil Amankan Satu Pelaku Diduga Pencurian Kayu   |  
Wed, 16 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 08 August 2019 12:00

Jelang Idul Adha

Penjual Tusuk Sate Mulai Menjamur di Pasar

Penjual Tusuk Sate Mulai Menjamur di Pasar

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Menjelang Hari Raya Qurban 1440 Hijriah/2019, penjual tusuk sate tradisional di sejumlah pasar Kabupaten Bojonegoro mulai menjamur membuka lapaknya, Kamis (8/8/2019).

Nafiah, salah satu penjual tusuk sate tradisional berbahan bambu yang dutemui blokBojonegoro.com di pasar kota mengaku sudah berjualan tusuk sate sejak satu pekan yang lalu. Tusuk sate tersebut dibuat sendiri olehnya dengan cara manual.

"Tusuk sate ini saya buat sendiri dari rumah," ujarnya.

Wanita yang kesehariannya menjual kebutuhan pokok ini berjualan tusuk sate satu tahun sekali ketika menjelang Hari Raya Idul Adha saja. Ada dua macam tusuk tradisional yang dijualnya, yakni tusuk yang khusus buat sate dan tusuk yang khusus buat ranggit.

Perbedaan dari kedua tusuk ini bisa terlihat dari ukurannya. Di mana tusuk yang khusu buat sate berukuran lebih panjang dibandingkan dengan tusuk yang khusus buat ranggit.

"Harganya satu untai tusuk ranggit Rp 15.00, sedangkan yang ranggit Rp2.000 saja, isinya ada 50 batang," jelasnya.

Selain Nafiah, ada juga Kasman yang penjual tusuk sate tradisional lainnya. Ia juga disibukkan mulai membuat tusuk sate sendiri hingga menjualnya di pasar. Sama halnya dengan Nafiah, tusuk sate Kasman juga terbuat dari bambu.

Dijelaskan olehnya cara pembuatan tusuk sate cukup sederhana, hanya dibelah dan dipotong kecil-kecil memanjang serta dibentuk atau diraut dengan meruncingkan ujungnya.

Untuk memproduksi ribuan tusuk sate dirinya hanya memerlukan satu batang bambu jenis andong atau tali. Setelah itu diolah sendiri dengan dibuatnya menjadi ribuan tusuk sate yang nantinya siap diambil borongan oleh para pedagang dan dijualnya sendiri.

"Alhamdulillah untungnya lumayan, bisa untuk tambahan kebutuhan rumah tangga," tutupnya laki-laki asal Ledokwetan tersebut. [lin/lis]

Tag : sate, tusuk

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat