11:00 . Harga Empon-empon Mulai Turun   |   10:00 . Pedagang Ngamuk, Kasatpol PP: Kita Hanya Jalankan Tugas   |   09:00 . Belum Jelas Kapan Santri Boleh Kembali ke Pesantren   |   08:00 . Melihat Sirkuit Cross Putuk Kreweng   |   07:30 . Satpol PP dan Pedagang Tarik Meja   |   07:00 . Bolehkah Anak Makan Telur Setengah Matang?   |   06:00 . Ditertibkan Satpol PP, Pemilik Warung Buang Makanan   |   19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   18:00 . Petani Desa Sumengko Pilih Tanam Semangka, ini Alasannya...   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |  
Sun, 07 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 12 August 2019 17:00

Kemenag RI : Madrasah Ramah Anak Upaya Beri Sentuhan Kemanusian

Kemenag RI : Madrasah Ramah Anak Upaya Beri Sentuhan Kemanusian

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Penyelenggaraan Deklarasi Madrasah Ramah Anak dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Hal itu merupakann wujud gerakan pendidikan yang memberikan kenyamanan dalam pembelajaran, sehingga anak dalam menuntut pendidikan bisa merasa nyaman.

Kepala Sub Bidang Kurikulum, Direktorat jendral Pendidikan Madrasah Kemenag RI, Ahmad  Hidayatullah mengatakan Madrasah Ramah Anak ini merupakan upaya mendidik anak bukan untuk memaksa bahkan menghukum keras bila anak itu melakukan kesalahan. Namun, hukuman anak atau siswa  dengan menghukum yang normal saja, pasalnya, anak-anak tetaplah manusia yang butuh sentuhan untuk memanusiakannya.

"Dengan ramah anak itu, tentunya juga merupakan pondasi dasar pendidikan dengan memperhatikan hak-hak anak, mulai tumbuh kembang anak, potensi anak hingga jiwa anak itu sendiri dalam menangkap pembelajaran," tambah Ahmad Hidayatullah.

Oleh karenanya dengan gerakan deklarasi kali ini pastinya perlu peran serta semua elemen pendidikan terutama guru agar pendidikan ramah anak bisa terwujud sehingga mental dan tumbih kembang anak bisa tersampaikan dan difahami anak dalam pembelajaran.

"Dengan madrasah ramah anak ini, ditargetkan 2045 mendatang Indonesia punya generasi emas," beber Ahmad Hidayatullah.

Saat disinggung terkait apakah SDM Guru Madrasah mampu menerapkannya? Ahmad Hidayatullah mengatakan Guru Madrasah cukup mampu menerapkannya, apalagi  guru madrasah secara status pendidikan sudah layak dan pasti bisa mengarahkan pembelajaran kepada anak didiknya.

"Pastinya, Guru Madrasah bisa menjamin perkembangan psikologi anak dan kenyamanan dalam pembelajaran," ungkap Ahmad Hidayatullah kepada blokBojonegoro.com.

Seperti diketahui, Deklarasi madrasah ramah anak ini diikuti 689 lembaga pendidikan mulai tingkat Raudhotul Atfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA) se Bojonegoro. Hadir pada kesempatan itu Bupati Bojonegoro beserta Forkompimda, Kapolres dan Dandim 0813 Bojonegoro, Kasubdit Bidang Kurikulum Pendma Kemenag RI, Plt Kakemenag Provinsi Jatim, Deputi SRA Bojonegoro, serta Kepala RA hingga Kepala MA se Kabupaten Bojonegoro.[saf/lis]

Tag : madrasah, ramah, anak


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat