12:00 . Bupati Melihat Sapi yang Mendapat Juara   |   11:00 . Tingkatkan Populasi Ternak dengan Lomba Sapi Betina Produktif   |   10:00 . Berkah Energi Pertamina, Inilah Lima Pemenangnya   |   09:00 . Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT   |   08:00 . 2 Ekor Sapi Tepanggang Saat Kebakaran di Desa Karangsono   |   07:00 . Persiapan agar Tubuh Tetap Bugar di Musim Hujan   |   06:00 . Belajar Bersama Cak Nun, Ribuan Jamaah Penuhi Lapangan Dukohkidul   |   17:00 . Angin Kencang, 3 Dapur dan 1 Rumah di Baureno Roboh   |   15:00 . BMKG Prediksi Hujan Segera Turun di Bojonegoro   |   14:00 . Inilah Agenda HJB ke-342   |   12:00 . Pengisian Kekosongan Kepala SD Belum Bisa Dipastikan   |   11:00 . Segarnya Dawet Ireng Pelepas Dahaga   |   10:00 . BPKAD: Turunnya DBH Migas Program Prioritas Harus Didahulukan   |   09:00 . Musim Nikah, Pengusaha Rias Kebanjiran Job   |   08:00 . Polhut Bojonegoro Berhasil Amankan Satu Pelaku Diduga Pencurian Kayu   |  
Wed, 16 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 17 August 2019 22:00

HUT RI ke-74

Pelatihan Kepemimpinan Active Citizens di Padepokan ASA

Pelatihan Kepemimpinan Active Citizens di Padepokan ASA

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Banyak cara untuk mengisi kemerdekaan. Yayasan Padepokan ASA Yogya bekerjasama dengan British Council dan Sumbu Pakarti, mengisi kemerdekaan dengan melakukan pelatihan kepemimpinan Active Citizens di Padepokan ASA desa Wedomartani, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pelatihan berlangsung 4 hari sejak 13 Agustus 2019 yang ditutup sehari menjelang detik-detik kemerdekaan 17 Agustus 2019, dengan harapan peserta setelah pulang akan menjadi inisiatif penggerak kemasyarakatan di tempatnya masing-masing. Mereka dalam pelatihannya menghabiskan 4 modul simultan yang berisi tentang konsep pengenalan potensi diri, mengenal orang lain, memengaruhi masyarakat dengan menyampaikan ide, kemudian melakukan kerjasama dan gerakan bersama untuk mencapai tujuan positif. Mereka didorong untuk menjadi individu pembawa agen perubahan berjiwa sosial entrepreneur (sociopreneur).

Dari pendaftaran yang berkisar 50-an orang, panitia pelatihan hanya menyeleksi yang benar-benar serius dan berkomitmen tidak boleh putus di tengah jalan selama pelatihan. Mereka yang diterima adalah yang sudah memiliki program kegiatan, memiliki ide untuk pengembangan masyarakat, dan sanggap memperjuangkan ide positifnya di lingkungannya secara spartan pantang menyerah. Sekitar 20 orang yang tersaring mengikutinya, mereka berasal dari Sleman, Yogyakarta, Purbalingga, Kediri, Gresik, Bandung, Jakarta, bahkan dari Raja Ampat Papua. Mereka memiliki komitmen tinggi untuk terlibat secara penuh dalam pelatihan.

Perwakilan dari British Council, Jimmy mengatakan, program Active Citizens diinisiasi guna melihat berbagai macam isu sosial yang berkembang di dunia. “Isu sosial inilah yang harus disertai dengan keaktifan peserta pelatihan untuk membuat perubahan. Karena perubahan tidak bisa ditunggu, tapi diciptakan,” kata Jimmy, Sabtu (17/8/2019).

Menurut Jimmy yang sudah melakukan pelatihan dari Aceh sampai Papua, setiap orang mempunyai potensi untuk melakukan perubahan dalam skala lokal hingga global. Perubahan inilah yang dalam proses perjalanannya membutuhkan pembelajaran yang harus dilalui untuk memastikan peluang keberlanjutan dan dampak aksi sosial yang lebih luas.

“Kami (British Council) percaya bahwa inisiasi kecil yang terkoneksi bisa memberikan dampak serta perubahan mengenai isu sosial yang ada di tingkat lokal dan global,” ucapnya.



Perwakilan dari Sumbu Pakarti, Intan menyatakan, kegiatan pelatihan active citizens dilakukan sebagai wadah untuk mengajak teman-teman lainnya terlibat aktif dalam proses pengembangan masyarakat lokal.

“Harapannya kepada peserta yang ikut dalam pelatihan ini, ketika kembali ke wilayah asalnya bisa mengembangkan potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat. Hal lain yang juga penting dalam kegiatan ini ialah menambah jejaring atau mitra dalam berkegiatan (aksi sosial),” terang Intan.

Padepokan ASA selaku tuan rumah mendukung acara pelatihan tersebut karena sesuai dengan apa yang selama ini dikerjakan Padepokan ASA sebagai tempat untuk mencari ilmu dan berbagi yang bernilai positif.

“Kegiatan semacam ini harus dilakukan secara terus menerus hingga meluas ke beberapa daerah lain untuk memaksimalkan potensi masyarakat yang ingin terlibat langsung dalam membuat aksi sosial yang berdampak baik serta memiliki periode jangka waktu lama,” ujar Manager Padepokan ASA Achmad Sofyan.

Materi Active Citizens training sebenarnya simple, tapi bisa memiliki daya juang yang tinggi karena metodenya melibatkan masyarakat sekitar secara sistematis dengan peran aktif yang brkelanjutan. Para peserta nampak antusias karena para fasilitator tegas, aktif, berwawasan, dan selalu memancing suasana untuk bertindak serta bisa memberikan solusi-solusi yang bisa diimplemantasikan.

“Saya akan menggerakkan masyarakat di sekitar saya nanti, untuk mendapatkan konseling supaya masyarakat tahu potesi dirinya dan bagaimana mengatasi permasalahan,” kata Dani, peserta dari Raja Ampat, Papua, yang peduli dengan psikologi kesehatan masyarakat.

Ibu Adhie yang datang dari Jakarta, bertekad untuk melakukan program perhatian pada Lansia-Udin (para lanjut usia dan usia dini). “Karena para usia lanjut itu mirip dengan usia dini, yaitu orang-orang yang perlu menapat perhatian masyarakat. Sebagian besar peserta adalah orang yang sudah tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tapi memikirkan orang lain atau masyarakatnya. Mereka ingin membangun peradaban dan kehidupan yang lebih baik untuk generasi masa datang.

Peserta banyak yang peduli lingkungan, terutama tentang sampah plastik, atau plastik-plastik sekali pakai yang boros, namun tinjauannya berbeda-beda. Ada yang mengajari masyarakat menyelamatkan sungai dari sampah plastik, mendidik anak-anak sekolah peduli samah, menjadi pemburu sampah, sampai rencana untuk audit sampah plastik di sekolah-sekolah Yogya dari TK s/d SMA.

Padepokan ASA sendiri merupakan rumah berbagi generasi peduli, sebagai inkubator dan jembatan bagi organisasi dan komunitas agar dapat lebih merangkul masyarakat.

Berlokasi di Padukuhan Gedongan Lor Desa Wedomartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman DIY,  dengan suasana persawahan yang hijau. Sebagian besar kegiatan diselenggaran di Joglo limasan Padepokan ASA sehingga nuansa kental etnik dapat lebih terasa. Meski pelatihan sudah selesai pukul 14.00 WIB para peserta banyak yang masih krasan untuk berdiskusi sampai menjelang petang.

Sedangkan British Council adalah salah satu organisasi budaya Inggris yang bergerak di bidang pendidikan. Didirikan pada 1943 dan sudah ada di Indonesia (Jakarta) sejak 1948, salah satu pelindungnya adalah Queen Elizabeth II dan ketuanya adalah Lord Kinnock, mantan pemimpin Labour Party. Saat ini British Council beroperasi di 109 negara. Beberapa kegiatannya antara lain mempublikasikan tentang budaya dan kesempatan belajar di Inggris. [ito/lis]

Tag : ASA, british, councles, sleman, yogyakarta

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat