18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 18 August 2019 09:00

Dugaan Kasus Korupsi PBB di Kapas

Rampungkan Pemberkasan, Kejari Resmi Perpanjang Masa Tahanan SH

Rampungkan Pemberkasan, Kejari Resmi Perpanjang Masa Tahanan SH

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, memperpanjang masa tahanan oknum PNS inisial SH yang merupakan petugas pemungut pajak yang berdinas di Kecamatan Kapas sebagai tersangka kasus penggelapan uang Pajak PBB. Hal itu dilakukan guna memperdalam penyidikan sekaligus merampungkan berkas acara pemeriksaan tersangka.

"Penahanan Tersangka SH sudah diperpanjang kembali 40 hari," kata Kasi Pidsus, Kejari Bojonegoro, Achmad Fauzan.

Menurut Fauzan diperpanjankanya masa tahanan tersangka SH guna guna memperdalam penyidikan sekaligus merampungkan berkas acara pemeriksaan tersangka agar BAP itu segera rampung.

"Diperkirakan BAP tersangka SH bisa rampung dua minggu kedepan," terang Fauzan kepada blokBojonegoro.com.

Seperti diketahui, SH oknum ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, pada Selasa (30/7/2019). Dugaan sementara akibat penggelapan Pajak PBB di lima desa yang ada di Kecamatan Kapas itu mengakibatkan kerugian negara yang total kerugiannya sebesar Rp346 juta.[saf/lis]

 

Tag : kejari, penggelapan, uang

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat