13:00 . Begini Tanggapan Warga Terkait Sensus Penduduk Online 2020   |   12:00 . Ada 10 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bojonegoro   |   11:00 . Dishub Targetkan Rp31 Miliar dari Parkir Berlangganan 2020   |   10:00 . 501 Pendekar Se-Jawa Timur Ikuti Kejuaraan Rektor Unigoro   |   09:00 . Lulus Passing Grade Tak Menjamin Lolos ke SKB   |   08:00 . Panen Hingga Cicipi Olahan Sate Jamur Petani Binaan ExxonMobil   |   07:00 . Anak Pilek, Bolehkah Minum Es?   |   18:00 . Tanah Bantaran Bengawan Solo di Bawah Jembatan Kaliketek Tergerus   |   17:00 . Aksi Bareng Relawan ExxonMobil   |   16:00 . Bangun Sinergitas Babinsa Ngambon Bantu Warga Atasi Longsor   |   15:00 . Pengenalan Keselamatan Berlalu Lintas, Begini Cerita Tino Voigt   |   14:00 . Sukarelawan EMCL Kerjabakti di Desa Ngraho   |   13:00 . Kunjungi Omah Jamur di Ngraho, Icipi Olahan Jamur Tiram   |   12:00 . Keren...!!! Belajar dari Internet, Pemuda Bojonegoro Berhasil Buat Sepeda Listrik   |   11:00 . Tanah Bantaran Bengawan Solo di Bawah Jembatan Kaliketek Longsor   |  
Wed, 26 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 22 August 2019 16:00

Conjo, Teknik Percepat Tanam Tembakau Tanpa Guludan

Conjo, Teknik Percepat Tanam Tembakau Tanpa Guludan

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Kemarau yang berlangsung sebelum masa tanam membuat petani kelabakan memilih tanaman yang cocok dan bisa diandalkan saat kemarau panjang, alhasil beberapa petani lebih memilih tembakau. Seperti yang dilakukan petani Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Salah satu petani, Tamsir mengatakan, meskipun tembakau bisa diandalkan saat kemarau namun perawatanya juga butuh tenaga ekstra terlebih di awal masa tanam.

"Saat musim kemarau seperti ini petani lebih memilih cara conjo (menanam bibit tembakau di tanah rata bekas panen padi yang sudah dilubangi) dari pada guludan, sebab dirasa lebih menyingkat waktu dan tenaga," jelasnya.

Petani lain, Sanusi juga membenarkan apa yang dikatakan Tamsir, sebab ia juga melakukan cara tanam yang sama. Namun menurutnya cara tersebut juga memiliki kelemahan saat hujan lebat.

"Kalau cuma hujan sekali dua kali ya tambah bagus, tapi kalau hujan terus menerus bisa cepat mati karena air langsung menggenang, beda kalau pakai guludan," ujarya kepada blokBojoengoro.com. [aim/lis]

Tag : petani, tanaman, tembakau


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat