21:00 . Wakili Kodim, Siswa SMAN 1 Padangan Juara 3 Lomba Fotografi Tingkat Kodam   |   20:00 . Diknas Bojonegoro Didatangi Tim Siber Pungli   |   19:00 . Kenapa Ada Gerakan 18.21?   |   18:00 . Menuju Kota Kreatif, Bupati Teken MoU dengan ICCN   |   17:00 . Ayo..! Gerakan 18.21 di Bojonegoro   |   16:00 . Dua Warga Kedungadem Diduga Tewas Bunuh Diri   |   14:00 . Pimpinan DPRD Dikukuhkan, AKD Masih Menunggu   |   13:00 . Siswa SD Hanya Bisa Baca Buku di Perspusda   |   12:00 . Persibo Jajal Kekuatan Persekam di Partai Uji Coba   |   11:00 . Para Pendonor Aktif Dapat Piagam Penghargaan   |   10:00 . Demi Pembaca, Perpusda Tambah 1.732 Buku   |   09:00 . Apel HUT PMI Jadi Penyemangat Gerakan Kemanusiaan   |   08:00 . Bojonegoro Dapat Penghargaan Kabupaten/Kota Peduli Olahraga   |   07:00 . Tak Mau Beri Anak Susu Formula? Tapi Jangan Lakukan 3 Hal Ini, Moms!   |   18:00 . Kirab Pusaka Haul Ke-237 Ki Andongsari (Adipati Arya Mentahun)   |  
Wed, 18 September 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 22 August 2019 16:00

Conjo, Teknik Percepat Tanam Tembakau Tanpa Guludan

Conjo, Teknik Percepat Tanam Tembakau Tanpa Guludan

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Kemarau yang berlangsung sebelum masa tanam membuat petani kelabakan memilih tanaman yang cocok dan bisa diandalkan saat kemarau panjang, alhasil beberapa petani lebih memilih tembakau. Seperti yang dilakukan petani Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Salah satu petani, Tamsir mengatakan, meskipun tembakau bisa diandalkan saat kemarau namun perawatanya juga butuh tenaga ekstra terlebih di awal masa tanam.

"Saat musim kemarau seperti ini petani lebih memilih cara conjo (menanam bibit tembakau di tanah rata bekas panen padi yang sudah dilubangi) dari pada guludan, sebab dirasa lebih menyingkat waktu dan tenaga," jelasnya.

Petani lain, Sanusi juga membenarkan apa yang dikatakan Tamsir, sebab ia juga melakukan cara tanam yang sama. Namun menurutnya cara tersebut juga memiliki kelemahan saat hujan lebat.

"Kalau cuma hujan sekali dua kali ya tambah bagus, tapi kalau hujan terus menerus bisa cepat mati karena air langsung menggenang, beda kalau pakai guludan," ujarya kepada blokBojoengoro.com. [aim/lis]

Tag : petani, tanaman, tembakau

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 08 September 2019 15:00

    Semarak HUT, 17 Perlombaan Satukan Warga Semanding

    Semarak HUT, 17 Perlombaan Satukan Warga Semanding Peringatan HUT Republik Indonesia merupakan suatu kegiatan yang rutin dilaksanakan seluruh masyarakat Indonesia, sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia yang diperjuangkan oleh pahlawan terdahulu....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat