20:00 . Warga Bubulan ini Pernah Temukan Koin Cina Kuno Saat Mencangkul di Ladang   |   19:00 . Pencarian Korban Tenggelam di Kedungbondo Kembali Dihentikan   |   18:00 . Ahbabul Mustofa Semprot Disinfektan Sampai Bagikan Sembako   |   17:00 . Terus Menurun, Total Ada 56 Orang ODP di Bojonegoro   |   16:00 . Masa Belajar di Rumah Siswa Diperpanjang   |   15:00 . Masyarakat Tolak Gedung Pusdiklat Jadi RS Sementara Corona   |   14:00 . Petugas Gabungan Semprot Disinfektan Hingga Pelosok Bojonegoro   |   13:00 . Timsar Perluas Pencarian Korban Hingga Bengawan Solo   |   12:00 . Gugus Tugas Tejo Rutin Semprot Disinfektan   |   11:00 . Selain Masker, Tempat Cuci Tangan Laris Terjual   |   10:00 . Cuci Kendaraan, Gratis Masker dan Handsanitizer   |   09:00 . Biasa Mangkal di Pasar dan Perempatan, 6 Anak Jalanan Diamankan   |   08:00 . Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 3 April   |   07:00 . 6 Nasihat Terbaik untuk Sahabatmu yang Sedang Putus Cinta   |   06:00 . EMCL Berikan Alat Pencegahan Penyebaran Virus Corona   |  
Sun, 05 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 28 August 2019 18:00

Hujan Tak Kunjung Turun di Bojonegoro, 484 Embung Kering

Hujan Tak Kunjung Turun di Bojonegoro, 484 Embung Kering

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Hujan yang tidak kunjung turun, di Kabupaten Bojonegoro mulai berdampak pada ratusan embung air yang ada mulai mengering, sehingga sektor pertanian juga terkena imbasnya. Padahal keberadaan embung-embung itu menjadi harapan petani agar bisa mengairi area persawahan.

"Hingga kini ada 513 embung yang menjadi tumpuan petani, bahkan adanya air embung itu juga bisa untuk kebutuhan air rumah tangga," Kepala Bidang Air Baku dan Irigasi, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, Iwan Kristian.

Iwan sapaan akrabnya megungkapkan dari 513 embung yang ada, ada 484 embung yamg sudah mengering dan sisanya yakni 29 embung masih terisi air sesuai kapasitasnya. 

Iwan menjelaskan dari 29 embung yang masih ada airnya itu hanya berada di 10 kecamatan dari 28 kecamatan yang ada di Bojonegoro yang meliputi Kecamatan Kedungadem, Baureno, Padangan, Balen, Kepohbaru, Sugihwaras, Purwosari, Gondang, Sumberrejo, dan Temayang.

Dari data yang diperoleh blokBojonegoro.com, rata-rata dari total 513 embung yang tersebar di 28 kecamatan itu keberadaan embung itu meggunakan tanah kas desa (TKD) yakni sebanyak 347 titik, tanah solo valai (TSV) sebanyak 141 titik, tanah negara (TN) sebanyak 14 titik, tanah perhutani sebanyak 1 titik dan tanah asset Pemprov sebanyak 7 titik.

"Namun rata-rata tanah yang digunakan untuk embung itu menggunakan tanah kas desa," jelas Iwan kepada blokBojonegoro.com.

Seperti diketahui, akibat musim kemarau yang melanda di Bojonegoro ini, ratusan hektar lahan pertanian tidak bisa ditanami (bero), tidak hanya itu, beberapa masyarakat dari beberapa desa disejumlah kecamatan juga sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-harinya.[saf/lis]

 

 

Tag : embung, kering


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat