20:00 . 172 Ribu Lebih Orang Sudah Divaksinasi Covid-19   |   19:00 . Sarasehan Ansor, Pemimpin Bojonegoro Harus Harmonis Hadapi Pandemi   |   18:00 . BNI Cabang Bojonegoro Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir   |   17:00 . Bersinergi, CEC Berupaya Meningkatkan Penjualan Produk Melalui Online Marketing   |   16:00 . Harga Bawang Merah Kini Mengalami Penurunan   |   15:00 . Pemerintah Maksimalkan Penanganan Covid-19, Masyarakat Dihimbau Tetap Tenang   |   14:00 . Begini Strategi Menyiapkan Fasilitas Kesehatan Khusus Covid-19   |   13:00 . Banjir Mulai Surut, Warga Sibuk Bersihkan Rumah   |   12:00 . Pemdes Kalianyar Bagikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir   |   11:00 . Awal Tahun Harga Telur Ayam Turun   |   10:00 . Pasien Sembuh Covid-19 di Indonesia Bertambah Menjadi 781.147   |   09:00 . Akhir Pekan Harga Logam Mulia Turun Rp5.000 per Gram   |   08:00 . Bantu Pasien Covid-19, Polres Screening Pendonor Plasma Konvalesen   |   07:00 . Orangtua, Yuk Kenali Gaya Belajar Anak!   |   06:00 . Ayo Dukung Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen   |  
Sun, 24 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Dinilai Punya Nilai Ekonomis Disperta Budidayakan Jahe Merah

blokbojonegoro.com | Monday, 02 September 2019 19:00

Dinilai Punya Nilai Ekonomis Disperta Budidayakan Jahe Merah

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Hasil pengembangan jahe merah di Bojonegoro diklaim oleh Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro cukup berhasil, bahkan hasilnya dinilai bisa meningkatkan perekonomian bagi para petani jahe.

Hal itu tersebut diungkapkan oleh Kasi Tanaman Rempah, Disperta Bojonegoro, Bambang Wahyudi. Menurutnya hasil panen jahe merah tersebut mempuyai nilai jual yang cukup tinggi berkisar antara Rp45.000 hingga Rp60.000 perkilonya. 

"Selain itu, jahe merah mempunyai khasiat untuk kesehatan tubuh," imbuhnya.

Meskipun begitu, pangsa pasar penjualannya masih diminati oleh pengrajin home industri di Bojonegoro. Biasanya home industri tersebut mengolah hasil produk berupa minuman kesehatan.

"Biasanya penjualan jahe merah itu yang membeli dari home industri dari Kecamatan Baureno dan Kecamatan Dander," ungkapnya kepada blokBojonegoro.com.

Melihat hasil tersebut, di tahun 2019 ini Disperta Bojonegoro terus mengembangkan perluasan tanaman jahe merah, agar nantinya pengembangan itu bisa untuk meningkatkan taraf ekonomi bagi petani.

Seperti diketahui, Disperta Bojonegoro di tahun 2019 ini menganggarkan Rp65 juta untuk pengembangan bibit jahe merah yang nantinya bibit tersebut bakal diberikan kepada Gapoktan atau petani yang berada di 10 kecamatan di Bojonegoro. [saf/lis]

Tag : jahe, merah, budidaya


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat