12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |   19:45 . Wagub Jatim Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:30 . Tambahan 1 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |   19:15 . Via Vidcon, Wagub Emil Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:00 . Mahasiswa ini Kuliah Sambil Berwirausaha Bisnis Camilan Kurma Selimut   |   18:00 . Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Apresiasi Penanganan Covid-19 di Bojonegoro   |   17:00 . Meski Kecewa Batal Berangkat, Calon Haji Pasrah   |   16:00 . Bupati Ngopdar Bersama Pemuda Bojonegoro   |   15:00 . Ular Sanca Kembang Hebohkan Warga Balen   |  
Sat, 06 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 02 September 2019 19:00

Dinilai Punya Nilai Ekonomis Disperta Budidayakan Jahe Merah

Dinilai Punya Nilai Ekonomis Disperta Budidayakan Jahe Merah

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Hasil pengembangan jahe merah di Bojonegoro diklaim oleh Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro cukup berhasil, bahkan hasilnya dinilai bisa meningkatkan perekonomian bagi para petani jahe.

Hal itu tersebut diungkapkan oleh Kasi Tanaman Rempah, Disperta Bojonegoro, Bambang Wahyudi. Menurutnya hasil panen jahe merah tersebut mempuyai nilai jual yang cukup tinggi berkisar antara Rp45.000 hingga Rp60.000 perkilonya. 

"Selain itu, jahe merah mempunyai khasiat untuk kesehatan tubuh," imbuhnya.

Meskipun begitu, pangsa pasar penjualannya masih diminati oleh pengrajin home industri di Bojonegoro. Biasanya home industri tersebut mengolah hasil produk berupa minuman kesehatan.

"Biasanya penjualan jahe merah itu yang membeli dari home industri dari Kecamatan Baureno dan Kecamatan Dander," ungkapnya kepada blokBojonegoro.com.

Melihat hasil tersebut, di tahun 2019 ini Disperta Bojonegoro terus mengembangkan perluasan tanaman jahe merah, agar nantinya pengembangan itu bisa untuk meningkatkan taraf ekonomi bagi petani.

Seperti diketahui, Disperta Bojonegoro di tahun 2019 ini menganggarkan Rp65 juta untuk pengembangan bibit jahe merah yang nantinya bibit tersebut bakal diberikan kepada Gapoktan atau petani yang berada di 10 kecamatan di Bojonegoro. [saf/lis]

Tag : jahe, merah, budidaya


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat