19:00 . 1 Tambahan Baru, Kumulatif 52 Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   18:00 . PBG Tuban: Kembangkan Inovasi, Lahirkan Prestasi   |   15:00 . Warga Desa Sukorejo Ingin Pasar Krempyeng Dibuka   |   14:00 . Tri Unggul EM, Resmi Jabat Ketua PN Bojonegoro   |   13:00 . Bagana Ansor Gondang Bantu Pencarian Korban   |   12:00 . Lebih Nyaman, UDD PMI Bojonegoro Resmikan Gedung Donor Baru   |   11:00 . Penerapan New Normal, Farida Hidayati Desak Pemerintah Pusat dan Daerah Perhatikan Pesantren   |   10:00 . Mengenal Lebih Dekat Arga Marvel, Penyanyi Asal Bojonegoro   |   09:00 . Pulang dari Ladang, Warga Gondang Terseret Arus Kali Kandangan   |   08:00 . Permudah Layanan Kependudukan, Pemkab Luncurkan Aplikasi Online   |   07:00 . 5 Cara Hilangkan Rasa Baper Terhadap Mantan   |   21:00 . UDD PMI Bojonegoro Meski Idul Fitri Stok Darah Aman   |   20:00 . Tambah 1 Lagi di Kota, Kumulatif 51 Orang Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Bupati Bojonegoro Hadiri Penyaluran BLT DD di Kepohbaru   |   18:00 . Sekda: Kenaikan Tunjangan DPRD Diproses Sejak 2019   |  
Fri, 29 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 09 September 2019 13:00

DPRD Bojonegoro Sayangkan Polemik KPAI Dan PB Djarum

DPRD Bojonegoro Sayangkan Polemik KPAI Dan PB Djarum

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Polemik program ajang pencarian bakat pebulutangkis belia berbakat PB Djarum dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), disayangkan banyak pihak. Termasuk anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi yang berharap adanya solusi bersama untuk merumuskan ke depannya.

"Sangat menyayangkan polemik antara KPAI dan PB Jarum ini. Kemudian mengorbankan mimpi dan cita-cita anak-anak Indonesia," ungkap Sally Atyasasmi kepada blokBojonegoro.com.

Ketua fraksi partai Gerindra DPRD Kabupaten Bojonegoro itu menuturkan, kalau KPAI bicara soal menegakkan aturan, namun kita juga tidak memungkiri bahwa PB Djarum punya kontribusi besar selama ini melalui beasiswanya.

Sehingga ada peran yang kosong, yaitu peran pemerintah yang punya tanggung jawab terhadap pembinaan olahraga. "Pembinaan usia dini kita lemah, ini jadi hal yang harus jadi refleksi kita. Setiap kompetisi olahraga di segala tingkat kesulitan mencari bibit atlit, di Bojonegoro juga begitu," terang politisi perempuan yang dua periode menjabat anggota DPRD Bojonegoro itu.

Ditambahkan, kalau kita pembinaan usia dini berjalan dengan baik, tidak bergantung pada pihak lain, pihak swasta bisa jadi pendukung memperkuat. Untuk itu polemik tersebut menjadi pembelajaran bersama, termasuk perolahragaan di Kota Ledre.

"Pemerintah harus memperhatikan atlitnya, jangan menggantungkan dari swasta," pungkasnya.[zid/ito]

Tag : PB Djarum, KPAI, bojonegoro, beasiswa


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat