19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   18:00 . Petani Desa Sumengko Pilih Tanam Semangka, ini Alasannya...   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   09:00 . Mantabkan Ketahanan Pangan, Kodim Bojonegoro Tanam Padi Perdana di lahan Demplot   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |  
Sun, 07 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 12 September 2019 08:00

Bupati: Jargas Bojonegoro Tahun 2020, untuk 10.000 SR

Bupati: Jargas Bojonegoro Tahun 2020, untuk 10.000 SR

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, melakukan  Penandatanganan Nota Kesepahaman, tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga Maret 2019 lalu. Namun, ternyata ditunda untuk tahun 2020.

MoU pada Maret 2019 lalu itu hanya terdata 4.000 Sambungan Rumah Tangga (SR), di tahun 2019, namun jumlahnya ditambah menjadi 10.000 SR pada anggaran 2020.

“Alhamdulillah, Bojonegoro dapat Jargas 10.000 KK atau SR,” kata Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu’awanah, kepada blokBojonegoro.com, Kamis (12/9/2019).

Dijelaskan, kalau permohonan tambahan itu pelaksanaannya pada APBN tahun 2020. “Ya pelaksanaanya pada tahun 2020,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jika nama Kabupaten Bojonegoro awalnya masuk di MoU pada tahun 2019 sesuai data 18 kabupaten/kota yang mendapatkan Jargas.

Dirjend Djoko Siswanto dikutip dari media siber inilah, jika Jargas  merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional, sebagaimana dimaksud dalam Perpres Nomor 3 tahun 2016 jo Perpres Nomor 56 tahun 2018, serta diterbitkannya Perpres Nomor 6 Tahun 2019, tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Transmisi dan atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil.

Proyek jaringan gas untuk sambungan 4.000 rumah tangga di Bojonegoro dimundurkan dari target tahun 2019 ini menjadi 2020.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, DJoko Siswanto mengatakan, dimundurkannya jaringan gas di Bojonegoro dikarenakan belum selesainya kajian di daerah itu. 

Dengan dicoretnya daerah Bojonegoro, maka Kementerian ESDM tahun 2019 ini membangun jargas 17 kota. Total dana yang dibutuhkan senilai Rp799,96 miliar.

Ada 17 kabupaten/kota yang akan menjadi target pembangunan di antaranya adalah kabupaten Aceh Utara sebanyak 5.000 SR, kota Dumai 4.300 SR, lalu kota Jambi 2.000 SR. Berikutnya adalah kota Palembang 6.000 SR.

Kemudian, kota Depok 6.230 SR, kota Bekasi 6.720 SR, kabupaten Karawang 2.681 SR, kabupaten Purwakarta 4.180 SR, kabupaten Cirebon 6.105 SR lalu kabupaten Lamongan 4.000 SR kemudian ada kabupaten dan kota Mojokerto masing-masing 4.000 SR.

Berikutnya adalah kebupaten Pasuruan 4.000 SR, kabupaten Probolinggo 4.000 SR, kabupaten Banggai 4.000 SR, kabupaten Wajo 2.000 SR serta kabupaten Kutai Kertanegara 5.000 SR. 

"Total jumlah sambungan adalah 74.216 SR," ujar dia.

Selain itu, tahun ini juga akan dilakukan proses kajian Front End Engineering Design (FEED) untuk menetapkan lokasi pembangunan jargas berikutnya. Ada 15 lokasi yang dilakukan FEED, diantaranya kabupaten. Banyuasin, kabupaten Musi Rawas, kabupaten Serang, kota Tangerang, Kota Bogor.

Kemudian, di kabupaten Karawang, kabupaten Purwakarta, kabupaten Probolinggo, kabupaten Pasuruan, kota Mojokerto, kabupaten Mojokerto, kabupaten Lamongan, kabupaten Bojonegoro, kabupaten Kutai Kartanegara, kabupaten Banggai. 

"Total anggaran untuk kajian ini Rp1,584 miliar," kata dia. [ito/lis]

Tag : Migas, jagras


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat