08:00 . BPKAD: Pemkab Transparan Kelola Keuangan   |   07:00 . Membiarkan Balita Bilang 'Enggak Mau' Ternyata Ada Manfaatnya   |   21:00 . Selamat Jalan Dek Kamila   |   19:00 . Bangunan Misterius Muncul di Bengawan Solo   |   16:00 . Wisata Kracakan Niagara Mini dan Rajut yang Tembus Amerika   |   15:00 . Polsek Kota dan Dishub Gelar Pembinaan Bagi Operator Perahu   |   14:00 . Pemerintah Tetap Pakai Skema Bagi Hasil Gross Split di Sektor Migas   |   13:00 . PMII Desak Bupati Jelaskan Uang Rakyat yang Didepositokan Rp2,9 T   |   12:00 . Aksi Mahasiswa Bojonegoro Soroti Silpa Tahun 2018   |   10:00 . DPRD Datangi Rumah Korban Dugaan Malpraktik RSUD Bojonegoro   |   08:00 . 100 Perempuan Bojonegoro Dilatih Menjadi Perajut   |   07:00 . Cerita Drama Tangisan Anak, Agar Keinginannya Terpenuhi   |   22:00 . Sambut Milad, Rumah Sakit Aisyiyah Gelar Lomba Tahfidz   |   21:00 . Pemdes dan Kelompok Tani Ngadiluhur Balen Kendalikan Tikus   |   20:00 . Kurangi Pengangguran, Disperinaker Buka Job Fair 2019 Selama Dua Hari   |  
Fri, 15 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 21 September 2019 19:00

Dugaan Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Dewan Pendidikan: Kekerasan di Lingkungan Sekolah Masih Kerap Terjadi

Dewan Pendidikan: Kekerasan di Lingkungan Sekolah Masih Kerap Terjadi

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru yang terjadi di lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang ada di Kota Bojonegoro memang sangat disayangkan oleh Dewan Pendidikan Bojonegoro, bahkan, tidak dipungkiri kekerasan serupa juga masih sering terjadi dilingkungan sekolah, meski beberapa waktu lalu sekolah di Bojonegoro berkomitmen untuk menjadi sekolah ramah anak.

"Tidak dipungkiri kekerasan dilingkungan sekolah yang dilakukan oleh oknum masih kerap terjadi," kata Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro, M Ridlwan Hambali.

Lanjut Ridwan seharusnya kesadaran maupun komunikasi antara guru, orangtua siswa dan siswa itu sendiri harus terjalin baik, dengan begitu suasana lingkumgan sekolah dalam pembentukan karakter pasti akan berjalan baik pula.

"Pasalnya mewujudkan pendidikan yang baik perlu kerja kolektif baik dari Disdik Bojonegoro, guru maupun siswa," beber Ridwan kepada blokBojonegoro.

Dengan kejadian ini hendaknya ada evaluasi yang harus dilakukan agar kekerasan dilingkungan sekolah tidak terus menjadi momok, dimana kejadian serupa setiap tahunnya pasti ada kejadian serupa di Bojonegoro.

Saat disinggung terkait sanksi? Ridwan mengungkapkan pastinya yang seharusnya yang memberikan sanksi itu dari Dinas pendidikan, walaupun begitu, kepala sekolah juga boleh memberikan masukan atas sanksi yang dijatuhkan kepada guru tersebut.

"Sebelum sanksi itu diberikan, pastinya ada beberapa hal yang ditanyakan kepada kepala sekolah terkait permasalahan yang menimpa guru itu," pungkas Ridwan.[saf/ito]

Tag : Kekerasan, Bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat