18:00 . Hujan Gerimis, Rumah Warga ini Disambar Petir   |   17:00 . Atap Rumah di Ledok Kulon Terbang Diterjang Angin Puting Beliung   |   17:00 . 4 Rumah Rusak dan 18 Pohon Tumbang Saat Hujan Disertai Angin   |   16:00 . Pertamina Meraih Predikat Gold di Ajang BUMN CSR Award Bali 2019   |   15:00 . Hujan Angin, Puluhan Pohon Tumbang   |   14:00 . Barokah Sinergi Lintas Komunitas, NH Resmikan TPQ Pelosok Desa   |   13:00 . Pengurangan Pupuk Tidak Pengaruhi Kebutuhan Petani Bojonegoro   |   12:00 . Air Bengawan Solo Lebihi Batas Ambang Mutu   |   11:00 . Alat Berat Berhenti di Ngablak, Warga Tak Seheboh di Wilayah Timur   |   10:00 . Hingga Akhir Tahun, Logam Mulia Masih Dominasi Agunan Pegadaian   |   09:00 . Manfaatkan Rumah Sebagai Spot Foto Instagramable   |   08:00 . Kartar Nusa Bakti Manfaatkan Lahan Desa Sebagai Agro Wisata   |   07:00 . 4 Cara Mencegah Anak Ngompol di Malam Hari   |   02:00 . Lewat Jembatan, Kepala Truk Terpisah   |   01:30 . Rela Menunggu Demi Lihat Truk Lewat   |  
Sat, 07 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 21 September 2019 18:00

Dugaan Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Komitmen Ciptakan SRA di Bojonegoro Masih Minim?

Komitmen Ciptakan SRA di Bojonegoro Masih Minim?

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com- Komitmen menciptakan Sekolah Ramah Anak (SRA) di Bojonegoro terbilang masih sangat minim. Pasalnya menciptakan SRA itu butuh komitmen bersama antara orang tua, guru dan siswa, dengan komitmen bersama itu nantinya bisa terbentuk pendidikan berkarakter.

"Komitmen SRA di Bojonegoro masih terbilang minim, dibandingkan kabupaten lain seperti Kabupaten Tuban," ungkap Fasilitator SRA Untuk Kabupaten Bojonegoro, Bekti Prastiyani.

Namun yang penting dalam menciptakan SRA menurut Bekti yaitu ada 3 pilar utama yakni peran orang tua, sekolah dan terus menjalin komunikasi. 3 pilar tersebut sangat penting dikarenakan saling berkaitan seperti peran orang tua dalam memantau prilaku dan tumbuh kembang anak dalam menerapkan akhlak setiap harinya.

"Dengan memantau prilaku anak tersebut orang tua maupun sekolah bisa melihat hasil pola asuh dalam keseharian sianak tersebut," ujar Bekti kepada blokBojonegoro.com.

Masih kata Bekti, selain komitmen bersama menciptakan SRA itu juga butuh kedisiplinan agar nanti perkembangan pendidikan karakter anak juga bakal terbentuk dan nantinya anak didik tersebut punya kedisiplinan dan akhlak sehingga kenakalan anak tidak mungkin terjadi.

Saat disinggung terkait masih adanya kekerasan di lingkungan sekolah? Bekti mengungkapkan harus ada perubahan serta berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah itu tempat nyaman untuk belajar sekaligus tempat tukar pendapat dalam dunia pendidikan.

"Tapi sayang komitmen Bojonegoro masih minim dalam SRA, sehingga masih kerap ada kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah," terangnya kepada blokBojonegoro.com.

Terkait adanya hal itu, pihaknya akan menyambangi sekolah tersebut sekaligus untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, sehingga nantinya kasus permasalahan seperti ini tidak terjadi kembali.

"Yang Pasti menciptakan SRA itu butuh komitmen dan kedisiplinan bersama mulai siswa, guru, orang tua dan Dinas pendidikan," tandasnya.[saf/ito]

Tag : Kekerasan, Bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat