23:00 . Berkas Lengkap, Dua Calon Rebutkan Kursi Ketua   |   22:30 . Praktek Padamkan Api   |   22:00 . PEPC Turut Berpartisipasi Tingkatkan Kewaspadaan Tanggap Darurat di Purwosari   |   21:00 . Ujian Perades di Balen, Inilah Nama-nama Peraih Nilai Tertinggi   |   20:00 . Desa Prayungan Masuk 5 Besar PPID Award, ini yang Dilakukan   |   19:30 . GP Ansor Ngambon Peringati Hari Santri dengan Donor Darah   |   19:00 . Inilah Pemenang Lomba Dalam Rangka Hari Santri   |   18:30 . Patuh Prokes Upacara Hari Santri Virtual Khidmat   |   18:00 . Harga Telur Ayam Ras Naik Kembali   |   17:30 . Berapa Lama Virus Corona Dapat Bertahan di Permukaan atau Benda?   |   17:00 . AMSI-EMCL Serahkan APD untuk Nakes di Bojonegoro dan Tuban   |   16:00 . Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang   |   15:00 . BPJS Kesehatan Ikuti Workshop Virtual Anugerah Jurnalistik   |   14:00 . Peringatan HSN, Santri Harus Patuhi Prokes   |   13:30 . 3 Wajib Melawan Covid-19 (Iman, Aman dan Imun)   |  
Fri, 23 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 23 September 2019 07:00

Panduan Perkembangan Sosial Anak Usia 2-3 Tahun

Panduan Perkembangan Sosial Anak Usia 2-3 Tahun

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Makin bertambahnya usia, maka kepandaian anak juga bertambah. Dari yang tidak bisa bicara kini menjadi lancar, dari yang tidak bisa berjalan hingga bisa berlari, sampai yang belum bisa memegang pensil jadi pandai menulis.

Tapi beda usia beda pula tahap perkembangannya, Moms. Dan pada tiap usia pula, orang tua punya tugas untuk memaksimalkan tumbuh kembang si kecil. Dalam acara peluncuran S-26 Procal GOLD di Soehanna Hall, Jakarta, pada Kamis (19/9), psikolog anak dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPed memaparkan materi perihal perkembangan sosial yang dicapai anak usia 2 hingga 3 tahun.

5 Hal berikut misalnya, seharusnya si kecil sudah dapat melakukannya. Sebaiknya tidak luput dari perhatian Anda, Moms.

1. Anak Menyadari Dirinya Punya Kekuatan

Tahap perkembangan anak usia 2 hingga 3 tahun yang pertama adalah si kecil mulai menyadari bahwa dirinya memiliki kekuatan. Rosdiana juga menambahkan bahwa anak juga bisa merasa ketika sedang terpisah dari orang tuanya.

Perkembangan emosi anak juga mulai berkembang, maka dari itu sangat wajar jika anak tantrum. “Jadi kalau anak tantrum itu normal,” ujar Rosdiana. Yang perlu Anda waspada, jangan karena tantrum maka Anda harus menuruti kemauan anak. Sebab dengan demikian, ia jadi tahu bahwa caranya itu (tantrum) adalah kekuatan untuk memanipulasi orang tuanya.

2. Mulai Bisa Melakukan Sesuatu dengan Kreatif

Anak-anak mewarnai gambar di acara kumparanMOM Meet Up with Dettol. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Kemudian yang kedua adalah anak mulai kreatif saat melakukan sesuatu. Si kecil mulai mencoba hal-hal baru atau membuatnya makin kreatif lagi.

Misalnya saat menggambar. Si kecil yang semula hanya menggambar pohon saja, kini sudah lengkap dengan buahnya.

3. Mulai Mengeksplor dan Menunjukkan Sense yang Lebih Kuat

Ya, Moms, anak umur 2 hingga 3 tahun sudah mulai lincah, jalan ke sana-ke sini, buka ini itu, lempar ini itu, semuanya dicoba!

Meski sudah aktif dan mampu eksplorasi, anak juga butuh rasa aman Moms. Jadi biarkan si kecil bebas bergerak ke mana saja, melakukan apa saja, namun pastikan lingkungannya tetap aman. Yaitu tidak ada benda tajam di sekitaran area main anak, tidak ada binatang buas, dan sebagainya, Jadi, bukan tidak boleh melakukan ini itu.

“Kalau anak kita gerak tidak boleh, loncat tidak boleh, naik tangga tidak boleh, apa-apa tidak boleh justru mereka akan merasa tidak aman. (Alhasil) Saat besar akan merasa dunia tidak aman,” kata Rosdiana.

4. Mengembangkan Kemampuan Bantu Diri yang Lebih Baik

Kemudian perkembangan sosial anak yang berusia antara 2 hingga 3 tahun lainnya, anak mulai mengembangkan kemampuan bantu diri yang lebih baik. Misalnya saat si kecil jatuh dirinya bisa berdiri sendiri, hingga saat diajak mandi anak akan langsung melepas pakaiannya.

5. Bermain Sendiri

Terakhir, anak umur 2 hingga 3 tahun masih bermain secara solitaire atau sendiri. Artinya ketika si kecil bersama dengan anak lain namun dirinya justru main sendiri adalah hal yang wajar, Moms.

Anda juga tidak berhak untuk memaksa si kecil agar main bersama dengan yang lain.

“Kalau Anda sedang playdate, biarin aja (anaknya) main sendiri, tidak usah dipaksain untuk main bareng,” tandas Rosdiana.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat