17:00 . Harga Bawang Merah Turun Lagi, Per Kilogram Rp30.000   |   16:00 . Masih Ada Warga yang Tak Taat Prokes saat di Luar   |   15:00 . Polres Bojonegoro Salurkan Bantuan Korban Banjir   |   14:00 . Berikut Hasil Uji Kualitas Udara di Bojonegoro   |   13:00 . Dimsum Seribuan Laris Manis   |   12:00 . Mengapa Kita Perlu Imunisasi?   |   11:00 . Pemohon Banpres BPUM Dinkop Bojonegoro Capai 31.502   |   10:00 . PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya Super Merdeka untuk UMKM   |   09:00 . Sejak Dulu Imunisasi Cegah Penyakit Menular   |   08:00 . Presiden Kutuk Terorisme di Sigi   |   07:30 . Kesembuhan Covid-19 di Provinsi ini Meningkat Pesat   |   07:00 . Membangun "Chemistry" Kuat dengan Percakapan Sederhana   |   06:30 . Disdukcapil Bojonegoro Raih Penghargaan Anugerah Karya Utama Adminduk 2020   |   06:00 . Sukseskan Vaksinasi, Pemerintah Pastikan Kesiapan dengan Cara ini   |   05:00 . Pasien Sembuh dan Kasus Baru Masing-masing Tambah 5 Orang, 1 Pasien Meninggal Dunia   |  
Tue, 01 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 05 October 2019 07:00

Orang Tua Juga Bisa Gagal dalam Mendidik Anak, Ini 4 Penyebabnya

Orang Tua Juga Bisa Gagal dalam Mendidik Anak, Ini 4 Penyebabnya

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Anda mungkin tak asing lagi dengan pengorbanan oleh orang tua, agar anak-anaknya kini dan kelak, bisa membanggakan keluarga. Namun kenyataannya, banyak juga anak-anak yang masih kecil, namun malas bersekolah, prestasi rendah, hingga terlibat dalam kejahatan.

Lantas, apakah yang salah? Hal ini juga ada kaitannya dengan didikan orang tuanya lho, Moms. Dilansir dari laman Sahabat Keluarga – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ada beberapa faktor penyebab kegagalan sebuah keluarga dalam mendidik anak-anaknya.

Faktor pertama, adalah karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman orang tua tentang kedudukan, peran dan fungsi serta tanggung jawabnya dalam mendidik anak. Banyak ciri yang bisa menandainya, salah satunya adalah anak tidak menyelesaikan pendidikannya atau putus sekolah.

Saat seperti ini biasanya orang tua membiarkan atau hanya memarahi anak, tanpa memaksanya untuk kembali sekolah. "Adapun kejadian ini umumnya terjadi pada keluarga menegas kelas bawah," tulis M. Syahran Jailani ,selaku staf pengajar Insitut Agama Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam e-book-nya yang berjudul berjudul Teori Pendidikan Keluarga dan Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini.

Kedua, orang tua sering mengabaikan nilai edukasi di dalam lingkup rumah tangga. Sebagai contoh, membiarkan anaknya bermain dan bergaul tanpa kontrol, kemudian kurangnya perhatian saat anak berkomunikasi dengan sesamanya

Efek buruknya anak akan terpapar dengan hal negatif karena tidak adanya kontrol dari orang tua. Bila tidak dicegah bisa terbawa sampai dewasa.

Ketiga, ditandai dengan orang tua yang tidak memberi perhatian, bimbingan dan pendidikan pada anaknya, sebab sama-sama sedang memenuhi kebutuhan ekonomi.

Dalam beberapa kasus yang lebih parah, anak justru dijadikan sebagai alat komersialisasi untuk mendapatkan penghasilan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Contoh nyatanya adalah, banyak pengamen yang membawa anaknya agar orang lain merasa kasihan.

Terakhir, orang tua memberikan fasilitas yang tidak mendidik untuk anaknya. Alhasil, anak dapat mengakses berbagai informasi yang tidak bermanfaat baik melalui tayangan TV, YouTube, hingga media sosial. Hal ini ditengarai karena tidak adanya kontrol akibat ketidakpedulian para orang tua.

Jadi Moms, agar si kecil dapat tumbuh sesuai yang Anda harapkan, maka selalu awasi anak, beri perhatian serta bimbingan namun jangan terlalu berlebihan.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat