21:00 . Karangtaruna Cengungklung Belajar Budidaya Klengkeng di Balitjestro   |   19:00 . Resmi, AKBP M. Budi Hendrawan Jabat Kapolres Bojonegoro   |   18:00 . Gelar Stadium General, Unugiri Bedah Big Data   |   17:00 . Pengajuan Beasiswa, Begini Mekanismenya   |   16:00 . Inilah Kreteria Calon Penerima Beasiswa   |   15:00 . Beasiswa Scientis dan 1 Desa 2 Sarjana di APBD 2020   |   14:00 . Percantik Jembatan Sosrodilogo dengan Lampu   |   13:00 . Tak Bayar Sesuai UMK, Perusahaan Bakal Dapat Sanksi   |   12:00 . Pertemuan Insan Genre Se Bojonegoro Gandeng P3AKB   |   10:00 . Hadiri Parternship Gathering Vokasi UGM, ini Harapan Wabup   |   09:00 . Bungkam Unhasy 6-0, Unugiri Gagal Lolos   |   08:00 . DPRD Minta Bupati Segera Terbitkan Perbup Kepemudaan   |   07:00 . 7 Fakta tentang Menyusui   |   22:00 . Prestasi di Akhir Masa Jabatan, Polres Bojonegoro Terima Penghargaan Kemen PAN-RB   |   21:00 . Ansor Bojonegoro Sebut Pemuda Jadi Benteng Pengaruh Global   |  
Fri, 22 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 09 October 2019 14:00

PEPC Laksanakan Tajak Sumur Proyek Jambaran-Tiung Biru

PEPC Laksanakan Tajak Sumur Proyek Jambaran-Tiung Biru

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - PT Pertamina EP Cepu (PEPC) melaksanakan Prosesi Tajak Sumur atau Spud In Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (9/10/2019).

Acara ini juga dihadiri oleh kepala SKK migas Dwi Soetjopto, Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan H. Samsu dan Bupati Bojonegoro Anna Muawannah.

Proyek JTB yang dikelola oleh PEPC merupakan salah satu proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktir Prioritas (KPPIP).

"Tajak Sumur ini merupakan capaian kami berikutnya dalam mengawal Proyek Setrategis Nasional (PSN)," ungkap Direktur Hulu Pertamina (Persero), Dharmawan H. Samsu.

Tajak Sumur atau Spud In merupakan rangkaian kegiatan operasi pengeboran yang mana telah PEPC awali dengan sosialisasi kepada masyarakat Bojonegoro, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi pertamina sebagai Word Clas National Energy Company, dimana seluruh kegiatan dalam proyek JTB ini dilakukan dengan penerapan prinsip-prinsip HSSE Excellence. PEPC sebagai oprator tunggal wajib mengaplikasikan dan mengintregasikannya dalam fungsi dan struktur bisnis, sesuai dengan semboyan HSSE PEPC "Spirit to Zero, Zero Accident, Kami Pilih Bekerja Selamat'.

Pengembangan proyek pengembangan Gas Lapangan Unitisasi JTB terdiri dari beberapa scope of work, seperti pengembangan empat sumur Jambaran East, dua sumur di Jambaran Central, Pengerjaan pipa pengumpul sepanjang 6,6 km, pengerjaan fasilitas pemrosesan gas atau Gas Processing Facility (GPF) yang telah mencapai 36,91% dan mempunyai kapasitas 330 MMSCFD, pengerjaan jalur pipa fluida yang tersambung dengan CPF Lapangan Banyu Urip, pengerjaan jalur pipa sales gas sepanjang 11,3 km, pembangunan stasiun pengukuran sales gas dan juga pembangunan insfrasetruktur dan pendukung operasi seperti perkantoran, gudang, bengkel, rumah ibadah dan perumahan.

Sementara itu, Direktur Utama PEPC, Jamsaton Nababan menjelaskan, operasi pengeboran ini telah dimulai sejak September 2019. PEPC bekerja sama dengan Pertamina Driling Servicer Indonesia (PDSI), yang mana melibatkan 42 kontraktor dibawah kendali putra-putri terbaik indonesia.

Jamsaton menambahkan, pekerjaan akan dimulai dari tapak sumur Jambaran East, yang meliputi 3 sumur pemboran baru, yaitu Sumur JAM-3, JAM-5 dan JAM-8. Sedangkan dua sumur lainnya, terletak di tapak sumur Jambaran Central, yaitu Sumur JAM-6 dan JAM-7.

"Pekerjaan Lainnya, adalah mengerjakan re-entry satu sumur exiting, yaitu sumur JAM-4 ST dengan melakukan completation dengan rangkaian pipa produksi yang tahas gas H2S," ungkap Jamsaton.

Produksi gas yang dihasilkan oleh Proyek JTB sebesar 192 MMDCFD nantinya akan dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang. Dengan cadangan gas JTB sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TFC), JTB diharapkan dapat memberikan multiplier effect, khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

PT Pertamina (Persero) optimis PEPC yang sebelumnya telah menyumbang 25% produksi minyak mentah nasional melalui lapangan Banyu Urip akan menunjukan komitmen kerjanya dalam mengawal proyek JTB agar selesai sesuai target. Proyek JTB diproyeksi akan meningkatkan pendapatn negara dari US$361 miliar selama kontrak bagi hasil (PSF). [din/mu]

Tag : migas, tajak

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat