07:00 . Mengenal Karakter Anak Berdasarkan Hari Lahirnya   |   22:00 . Terpilih Jadi Kades, Pria Ini Diarak Keliling Kampung   |   21:00 . Terpilih Jadi Kades Bangilan, M Safii Diarak dengan Lantunan Salawat   |   20:00 . Pasangan Pasutri Ini Jadi Kades di Kecamatan Kalitidu   |   19:00 . Warga Kalirejo Antusias Tunggu Hasil Rekapitulasi Pilkades   |   18:00 . Pilkades Kalitidu Berundian Motor Hingga Perkakas Elektronik   |   16:00 . Perhitungan Suara di Bangilan Mundur, Suasana Sempat Memanas   |   15:00 . Demi Datang ke TPS Warga Harus Lewati Dua Kecamatan   |   14:00 . Warga Pancur Meninggal Mendadak Saat Ikut Nyoblos   |   13:00 . Tak Mau Masuk Bilik Suara, Kakek di Pohbogo Takut Akan Disuntik   |   12:00 . Panitia Pilkades Bangilan Jemput Bola ke Rumah Warga yang Sakit   |   11:00 . Sempat Terisolasi di Asrama Selama Dua Minggu   |   10:00 . Lanjut Usia Tetap Semangat Salurkan Hak Suara   |   09:00 . Unik, Pilkades Bak Hajatan Pernikahan ala Jawa   |   08:00 . Hari Ini 233 Desa di Kabupaten Bojonegoro Pilkades   |  
Thu, 20 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 14 October 2019 07:00

10 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

10 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Masalah kesehatan mental tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak pun bisa mengalami risiko yang sama. Tekanan keluarga, sekolah, atau pertemanan bisa jadi penyebabnya, Moms. Sayangnya, banyak anak penderita gangguan kesehatan mental yang tidak mendapat penanganan secara tepat.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam JAMA Pediatrics pada situs Healthline, menunjukkan bahwa sekitar 16,5 persen anak di Amerika Serikat mengalami gangguan kesehatan mental yang serius. Namun, setengah dari anak-anak itu tidak menerima perawatan yang layak, Moms.

Salah satu penyebabnya dikarenakan orang tua khawatir bila anaknya mendapat label gangguan mental. Orang tua takut label itu akan terbawa hingga anak berusia remaja dan dewasa. Akhirnya, ketakutan itu membuat orang tua enggan menyelesaikan masalah, apalagi membawa sang anak kepada pihak yang tepat.

"Kami telah membuat beberapa kemajuan terkait penanganan kesehatan mental. Namun, konotasi negatif itu masih ada hingga kini, dan akhirnya membuat orang enggan mengaku bahwa mereka membutuhkan perawatan," ujar Psikolog Anak yang Praktik di New York, Danielle Rannazzisi, PhD,.

Selain itu, masih banyaknya orang tua yang tidak mengenali gejala gangguan mental pada anak juga menjadi penyebabnya, Moms. Padahal menurut Rannazzisi masalah kesehatan mental bisa diatasi sedini mungkin bila orang tua mengetahui tanda-tandanya.

"Peran orang tua sangat penting untuk mengatasi gangguan mental pada anak. Jika sudah mengalami tanda-tanda, lebih baik untuk segera dibawa ke dokter," katanya.

Rannazzisi mengatakan bahwa anak mungkin segera perlu mendapat perawatan yang serius bila anak mengalami tanda-tanda gangguan mental seperti di bawah ini.

1. Perubahan suasana hati yang berubah signifikan.

2. Kehilangan minat pada orang, benda, dan aktivitas yang biasa diminati.

3. Muncul rasa takut dan khawatir berlebih.

4. Menyakiti diri sendiri.

5. Anak sulit berkonsentrasi.

6.  Sering mengeluh sakit perut atau sakit kepala.

7. Kesulitan memulai atau mempertahankan hubungan sosial.

8. Muncul gejala fisik seperti sakit kepala, sakit perut, perubahan nafsu makan, dan penurunan atau kenaikan berat badan secara tiba-tiba.

9. Perubahan perilaku yang signifikan, seperti gagal dalam proses belajar di kelas.

10.Kurang merawat diri.

Jadi, bila anak mengeluhkan atau mengalami beberapa tanda-tanda di atas, segera cari bantuan. Anda bisa mengkonsultasikannya dengan psikolog atau dokter ya, Moms.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat