20:00 . Positif Covid-19 Tambah 4 Orang, Total 60 Terkonfirmasi   |   16:00 . Tinjau Kampung Tangguh Semeru Bojonegoro, ini Kata Kapolda dan Bupati   |   15:00 . Kapolda Jatim Kunjungi Kampung Tanguh di Bojonegoro   |   13:00 . Inilah Daftar Harga Kebutuhan Pokok Usai Lebaran   |   12:00 . 1.344 Masjid di Bojonegoro Sudah Terapkan Protokol Kesehatan   |   11:00 . 20 Juni KBM Siswa Sudah Harus Tuntas   |   10:00 . Kajari Minta Masyarakat Dipahamkan Tentang New Normal   |   09:00 . Disdik Kembali Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 14 Juni   |   08:00 . Konsep New Normal di Pasar Tradisional Butuh Dikontrol   |   07:00 . Apakah Kamu Memiliki Kekebalan Tubuh yang Lemah? Kenali Tandanya   |   19:00 . Pemkab Bojonegoro Bahas Konsep Persiapan New Normal   |   18:00 . Sulap Barang Bekas Jadi Media Tanam Sayuran   |   17:00 . 4 Sumur Selesai Dibor, PEPC Pindah 2 Sumur Jambaran Central   |   15:00 . Dukung Keluarga Pejuang Covid-19, Unigoro Bebaskan Uang Kuliah   |   13:00 . Hari ini, Harga Jual dan Buyback Emas Terpantau Naik   |  
Mon, 01 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 23 October 2019 18:30

Program ROW

EMCL Tingkatkan Kapasitas Relawan Keselamatan Jalur Pipa

EMCL Tingkatkan Kapasitas Relawan Keselamatan Jalur Pipa

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama mitra Yayasan Sedulur Pena (YSP) di akhir Program ROW 2019 berkomitmen menguatkan kapasitas 30 relawan keselamatan jalur pipa (Rekjap) di sepanjang 72 Kilometer (KM). 

Mereka diajak sharing sekaligus mengunjungi langsung Lapangan Banyu Urip di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (23/10/2019).

Tiba di Lapangan Banyu Urip, Rekjap didampingi Tim YSP langsung berdiskusi dengan perwakilan EMCL, Ichwan Arifin. Para relawan berbagi pengalamannya selama mendampingi masyarakat sepanjang jalur pipa darat di Kabupaten Bojonegoro-Tuban. 

Sebelum kunjungan industri, para relawan EMCL bekerjasama dengan Yayasan Sedulur Pena beberala kali melakukan sosialisasi tingkat lokal desa, face to face, kecamatan hingga kabupaten. 

Berdasarkan pengalamannya di lapangan, Rekjap Desa Nguruan, Kecamatan Soko, Adi menilai butuh cara lebih efesien dalam menyosialisasikan keselamatan dan keamanan pipa. Perbedaan psikologis dan latar belakang masyarakat, menjadikan Rekjap harus menggunakan beragam cara komunikasi. 

"Karakter warga terus dipelajari dan sosialisasi kepada penggaran berstatus kontrak/ musiman harus terus dilakukan," kata Adi. 

Ichwan Arifin kemudian menanggapi bahwa tidak ada istilah eks pemilik/ private, kecuali Tanah Kas Desa (TKD). Secara aspek legal, karena telah dibeli untuk tanah yang sebelumnya berstatus milik warga telah dibeli negara untuk jalur pipa. 

Sesuai komitmen awal warga masih boleh mengelola, tapi tidak boleh dikomersilkan dengan sewa tahunan/ musiman. Kedepan Rekjap harus rutin menjelaskan kepada warga secara persuasif.

"Tak kalah pentingnya menaruh papan informasi untuk membantu penyampaian do and don't dengan beberapa kajian sebelumnya," terang Ichwan. [din/ito]

Tag : emcl, ysp, bojonegoro, tuban, rekjap


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat